POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pertarungan di Sebuah Gedung Tua

Salah satu kisah dari Detektif Jimmy

Reza FahleviOleh Reza Fahlevi
February 17, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Tak lama kemudian, dari langit-langit, turunlah seorang laki-laki berjaket hitam. Dia mendarat tepat di belakang Genzi tanpa mengeluarkan sedikit pun suara. Dan, di waktu yang sama, laki-laki ini mencekik Genzi.

“Si… siapa… kau?” tanya Genzi. Cekikannya di leher Azkiya seketika terlepas begitu saja.

“Sudah cukup balas dendamnya.” ujar laki-laki berjaket hitam. Sebenarnya, dia adalah Detektif Jimmy.

Dengan cekikan Genzi yang sudah terlepas dari leher Azkiya, Jimmy yang kini mencekik lelaki itu lantas menarik paksa tubuhnya dan menghantamkannya ke tembok. Genzi pun terbentur lumayan keras, membuatnya langsung terkapar kesakitan.

Dari menyerang Genzi, kini Detektif Jimmy berjalan perlahan-lahan ke pria berkumis yang juga masih tergeletak dengan lumuran darah. Begitu sang detektif tiba, ia menarik pakaian pria itu untuk memaksanya berdiri. Pria berkumis spontan terbelalak melihat wajah Jimmy.

“A… apa kau detektif itu?” tanya sang pria berkumis dengan gemetaran.

Jimmy sendiri tidak menggubris pertanyaan tersebut. Dia malah mengatakan hal sebaliknya. “Seorang polisi seharusnya mengayomi masyarakat — bukan malah menebar ancaman.” balasnya dengan suara berat.

Sikap sang detektif yang berbicara seperti itu mengubah situasi di gedung itu menjadi lebih mencekam. Apalagi sorot matanya cukup tajam, bagaikan harimau yang ingin menerkam mangsa.

“A… aku —” Omongan pria berkumis seketika terputus karena Jimmy mencekik lehernya.

📚 Artikel Terkait

YARA Minta Polda Aceh Menindak Tegas Pemilik Galian C di Blang Pante Paya Bakong

AKU ADALAH BINATANG BERWUJUD MANUSIA

Orang Tua yang Takut pada Anak

Hamdani Sumbangkan Buku untuk MTsS Panga Pucok

Tidak hanya itu, hanya dengan satu tangan, Jimmy cukup mudah mengangkat tubuh orang itu hingga kedua kakinya sama sekali tidak lagi menyentuh lantai.

“Aku sudah menyelidiki kasus yang menyeret wanita bernama Azkiya dan juga istrimu. Berita tentang Azkiya yang berselingkuh memang benar — dia berselingkuh dengan rekan polisimu juga. Lalu kau menyuruh istrimu untuk membeberkan semua ini kepada istri rekanmu itu, Julia. Lantas, Julia yang sudah berapi-api tanpa ragu membunuh Azkiya dengan racun.” jelas Detektif Jimmy dengan suara yang lebih berat dari sebelumnya. Meskipun berat, suaranya terdengar cukup nyaring.

Sang pria berkumis semakin ketakutan karena ternyata Jimmy sudah mengetahui semuanya.

“Namun, kau tau hanya membunuh Azikya saja tidak cukup sebab suaminya orang yang keras kepala. Dan, terbukti pada malam ini bagaimana istrimu babak belur di tangan lelaki itu. Kau pun datang untuk membunuhnya juga, tapi aksimu sudah cukup sampai di sini. Lagipula, kau termasuk salah satu polisi nakal — dan kita bertemu di saat yang tepat.” kata Jimmy lagi sembari meninju dada pria berkumis dengan sangat keras, sampai-sampai terdengar suara seperti retakan. Dan, aksi tersebut membuat sang pria berkumis menyemburkan darah yang cukup banyak dari mulutnya.

Selesai berurusan dengan pria berkumis, Jimmy pun melepaskan cekikannya dan membiarkan orang itu terkapar tak berdaya. Kini, dia menoleh ke belakang, tepat ke arah Genzi yang sedang terduduk bersanda di tembok. Ia terlihat cukup lemas.

“Sebentar lagi, polisi akan segera tiba ke sini — mereka polisi yang berbeda dari pria itu. Walaupun kau sudah membuat babak belur Azkiya, mungkin kau akan dibebaskan — semua tergantung dari penjelasanmu nanti. Lagipula, aku sudah memberimu sedikit pelajaaran karna sudah berniat untuk membunuh wanita itu. Jadi, bisa saja polisi tidak lagi menghukummu. Nanti, saat mereka datang, aku ingin kau menemui seseorang yang bernama Kapten Tiyo.

Dia tau lebih banyak tentang kematian istrimu daripada dirimu sendiri. Dan, begitu dia membeberkannya padamu, kuharap kau mengangkat berita kasus ini di halaman depan koran, lengkap dengan para tersangkanya dan bagaimana mereka tertangkap.” tutur Jimmy.

Dalam keadaan lemah, Genzi masih sempat terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa sosok pria berjaket hitam itu mengetahui identitasnya.

“Kau… sepertinya tau… kalau aku ini… seorang wartawan.” sahut Genzi dengan terbata-bata.

Sementara itu, Jimmy tidak menyahut apa-apa. Dia hanya mengangkat tubuh Azkiya yang berlumuran darah kemudian berjalan menuruni tangga dan keluar dari dalam gedung tua itu. Ketika detektif tersebut sudah pergi, barulah para polisi tiba. Mereka langsung mengamankan semua orang yang ada. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Reza Fahlevi

Reza Fahlevi

Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Calon Pewaris

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00