Dengarkan Artikel
Tak lama kemudian, dari langit-langit, turunlah seorang laki-laki berjaket hitam. Dia mendarat tepat di belakang Genzi tanpa mengeluarkan sedikit pun suara. Dan, di waktu yang sama, laki-laki ini mencekik Genzi.
“Si… siapa… kau?” tanya Genzi. Cekikannya di leher Azkiya seketika terlepas begitu saja.
“Sudah cukup balas dendamnya.” ujar laki-laki berjaket hitam. Sebenarnya, dia adalah Detektif Jimmy.
Dengan cekikan Genzi yang sudah terlepas dari leher Azkiya, Jimmy yang kini mencekik lelaki itu lantas menarik paksa tubuhnya dan menghantamkannya ke tembok. Genzi pun terbentur lumayan keras, membuatnya langsung terkapar kesakitan.
Dari menyerang Genzi, kini Detektif Jimmy berjalan perlahan-lahan ke pria berkumis yang juga masih tergeletak dengan lumuran darah. Begitu sang detektif tiba, ia menarik pakaian pria itu untuk memaksanya berdiri. Pria berkumis spontan terbelalak melihat wajah Jimmy.
“A… apa kau detektif itu?” tanya sang pria berkumis dengan gemetaran.
Jimmy sendiri tidak menggubris pertanyaan tersebut. Dia malah mengatakan hal sebaliknya. “Seorang polisi seharusnya mengayomi masyarakat — bukan malah menebar ancaman.” balasnya dengan suara berat.
Sikap sang detektif yang berbicara seperti itu mengubah situasi di gedung itu menjadi lebih mencekam. Apalagi sorot matanya cukup tajam, bagaikan harimau yang ingin menerkam mangsa.
“A… aku —” Omongan pria berkumis seketika terputus karena Jimmy mencekik lehernya.
📚 Artikel Terkait
Tidak hanya itu, hanya dengan satu tangan, Jimmy cukup mudah mengangkat tubuh orang itu hingga kedua kakinya sama sekali tidak lagi menyentuh lantai.
“Aku sudah menyelidiki kasus yang menyeret wanita bernama Azkiya dan juga istrimu. Berita tentang Azkiya yang berselingkuh memang benar — dia berselingkuh dengan rekan polisimu juga. Lalu kau menyuruh istrimu untuk membeberkan semua ini kepada istri rekanmu itu, Julia. Lantas, Julia yang sudah berapi-api tanpa ragu membunuh Azkiya dengan racun.” jelas Detektif Jimmy dengan suara yang lebih berat dari sebelumnya. Meskipun berat, suaranya terdengar cukup nyaring.
Sang pria berkumis semakin ketakutan karena ternyata Jimmy sudah mengetahui semuanya.
“Namun, kau tau hanya membunuh Azikya saja tidak cukup sebab suaminya orang yang keras kepala. Dan, terbukti pada malam ini bagaimana istrimu babak belur di tangan lelaki itu. Kau pun datang untuk membunuhnya juga, tapi aksimu sudah cukup sampai di sini. Lagipula, kau termasuk salah satu polisi nakal — dan kita bertemu di saat yang tepat.” kata Jimmy lagi sembari meninju dada pria berkumis dengan sangat keras, sampai-sampai terdengar suara seperti retakan. Dan, aksi tersebut membuat sang pria berkumis menyemburkan darah yang cukup banyak dari mulutnya.
Selesai berurusan dengan pria berkumis, Jimmy pun melepaskan cekikannya dan membiarkan orang itu terkapar tak berdaya. Kini, dia menoleh ke belakang, tepat ke arah Genzi yang sedang terduduk bersanda di tembok. Ia terlihat cukup lemas.
“Sebentar lagi, polisi akan segera tiba ke sini — mereka polisi yang berbeda dari pria itu. Walaupun kau sudah membuat babak belur Azkiya, mungkin kau akan dibebaskan — semua tergantung dari penjelasanmu nanti. Lagipula, aku sudah memberimu sedikit pelajaaran karna sudah berniat untuk membunuh wanita itu. Jadi, bisa saja polisi tidak lagi menghukummu. Nanti, saat mereka datang, aku ingin kau menemui seseorang yang bernama Kapten Tiyo.
Dia tau lebih banyak tentang kematian istrimu daripada dirimu sendiri. Dan, begitu dia membeberkannya padamu, kuharap kau mengangkat berita kasus ini di halaman depan koran, lengkap dengan para tersangkanya dan bagaimana mereka tertangkap.” tutur Jimmy.
Dalam keadaan lemah, Genzi masih sempat terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa sosok pria berjaket hitam itu mengetahui identitasnya.
“Kau… sepertinya tau… kalau aku ini… seorang wartawan.” sahut Genzi dengan terbata-bata.
Sementara itu, Jimmy tidak menyahut apa-apa. Dia hanya mengangkat tubuh Azkiya yang berlumuran darah kemudian berjalan menuruni tangga dan keluar dari dalam gedung tua itu. Ketika detektif tersebut sudah pergi, barulah para polisi tiba. Mereka langsung mengamankan semua orang yang ada.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





