POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perempuan dalam Buaian Pinjol

RedaksiOleh Redaksi
February 12, 2025
Tags: #Puisi#Puisi EssayPerempuan
Perempuan dalam Buaian Pinjol
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Mila Muzakkar

(Puisi Esai ini mengangkat kisah perempuan yang mengalami depresi hingga bunuh diri karena menjadi korban pinjaman online/pinjol)


Malam itu, lampu kamarnya redup,
seredup harapannya menjemput hari esok.
Bola matanya tak beranjak dari layar ponselnya,
Di sana terpampang jelas angka Rp. 15.000.000

Jemari-jemarinya bergetar, nafasnya sesak.
Nita, perempuan berusia tiga puluh tahun, terus memandangi ponselnya.
Ia tak merasa berhutang, namun kini tagihan datang padanya.

“Sayang, maafkan Abang. Bulan lalu, Abang pinjam uang Rp. 15.000.000 di aplikasi pinjol. Kamu bantu cariin uang untuk bayar utang ini, ya!” Ia membuka kembali pesan Whatsapp dari Sultan, suaminya.

Di balik jendela kamar, ia menatap langit hitam,
daun-daun kering beterbangan tertiup angin kencang.

Suaminya, tak kunjung pulang,
Ia ingin segera menanyakan perihal utang yang tak diketahuinya.
Malam itu, Nita tak bisa tidur.


Esoknya, lelaki yang ia nantikan baru menampakkan batang hidungnya.
Aroma khas tuak tercium dari mulutnya,
matanya merah, tubuhnya sempoyongan.

“Abang habis minum ya?” dengan kelembutannya, sang istri memapah suaminya duduk di kursi rotan.

Matanya sepat, laki-laki itu, menggenggam tangan istrinya.
“Maafkan Abang ya, dek,” suaranya bergetar. “Abang ikut judi online untuk kamu dan anak-anak. Tapi Abang kalah.”

Nita melepas genggaman tangan suaminya, “Ya Tuhan, Abang kenapa main judi sih? Abang narik ojol tiap hari aja, kita sudah bisa makan.”

Lelaki itu meraih lagi tangan istrinya, wajahnya memelas, “sekarang Abang nggak bisa narik lagi. Motornya ditarik sama kantor. Bantu Abang ya cari pinjaman.”

📚 Artikel Terkait

Kehilangan

Menggali Makna Banjir Aceh

Fenomena Bapak-Ibuisme Dari Pernyataan Janda Oleh Ridwan Kamil

Negeri Ajaib: Demokrasi Rasa Mi Instan

Langit seperti runtuh tepat di hadapan perempuan itu.
Hatinya kembali redup,
suaminya yang dulu adalah tumpuan,
Kini menghadiahinya dengan tumpukan beban hutang.


Hari-hari, ia mendengar ketukan pintu,
para penagih datang dengan lembaran kertas utang.

Nita harus menghadapinya, menanggungnya bersama kedua anak kecilnya.
Sementara suaminya, melepas beban di udara.

Di dapur, hanya tersisa seliter beras dan dua butir telur.
Token listrik pun sekarat.

Perempuan itu membisu, tak berdaya,
sejak kecil ia dididik hanya mengurus dapur, sumur, dan kasur.
Sebab akan ada laki-laki yang mengurusnya, menyiapkan semua kebutuhannya, katanya.

Nyanyian-nyanyian burung itu kini terbang menguap di udara,
Ia hanya mitos-mitos belaka yang terus diwariskan.
Nyatanya, perempuan itu harus berpijak di kakinya sendiri,
menatap dunia yang penuh tuntutan budaya patriarki.


Nita menggenggam ponselnya,
menenggalamkan diri, berharap melupakan masalahnya sejenak.

Di sana, ia temukan dunia yang menjanjikan,
janji kebebasan, kemenangan, dalam hitungan detik.
Aneka iklan pinjol berkejar-kejaran.
“Mungkin ini solusinya, pinjol,” batinnya.

Jemari-jemarinya mulai mengembara,
menggengam janji-janji surga.
Tombol-tombol angka ia pencet, dua ratus ribu, lima ratus ribu, hingga jutaan.

Janji itu terpenuhi, ia temukan solusi,
nafasnya tersambung dari bantuan pinjol.
Ia, suami, dan anak-anaknya bisa menyantap hidangan di meja.

Berhari-hari perempuan itu menghabiskan waktu di layar ponselnya,
Jari-jarinya terus menari di lembah aplikasi pinjol.
Tali harapan hidup ia gantungkan di sana,
tanpa ia sadari, angka-angka pinjamannya berlipat ganda.


Matahari mulai mengintip,
sinarnya membawa janji kebahagiaan.
Namun sebelum siang tiba, langit berubah kelam, menghapus semua harapan yang baru terbit.

Ketukan pintu kembali berulang,
kali ini lebih keras, lebih kejam.
para penagih datang membawa lembaran bukti utang.
Teriakan tetangga mendengung keras,
ancaman nyawa dari algojo-algojo pemilik aplikasi pinjol menderu kencang.

Ia berusaha tenang,
namun kecaman dan ancaman yang datang lebih tajam dari pisau belati.
Pertahanannya jebol, perempuan itu menyerah.

Di luar, hujan begitu deras,
sederas air mata Sultan dan kedua anaknya.
Di antara panci dan beras,
perempuan yang sehari-hari mengurus dapur, sumur, dan kasur, kini terbujur kaku.
Di tangannya, tampak sebotol racun tikus.

Nita, tak lagi perlu menghadapi para penagih-penagih itu.
Buaian aplikasi pinjol memaksanya mengambil jalan pembebasan yang tak seharusnya ia pilih.

Depok, 12 Februari 2025

Catatan
(1) Berdasarkan data OJK, dari jumlah outstanding pinjaman perseorangan per September 2023, 50% lebih pelaku pinjol adalah perempuan.
(2) https://regional.kompas.com/read/2023/02/15/062234378/terlilit-pinjol-perempuan-di-kabupaten-bogor-bunuh-diri?page=all
(3) https://www.metrotvnews.com/read/kj2Cn3x3-1-keluarga-bunuh-diri-diduga-akibat-terlilit-pinjol-ini-respons-menteri-pppa

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Puisi#Puisi EssayPerempuan
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Harapan Rakyat Jelata untuk Gubernur Baru Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00