POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ekspresi Kemarahan Warga Masyarakat Solo Karena Mentoknya Sikap Sabar dan Unggah-Ungguh Yang Membentur Tembok Kekuasaan

Jacob EresteOleh Jacob Ereste
February 8, 2025
Tags: Aksi
Harapan Besar Sri Eko Sriyanto Galgendu Kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto Dapat Segera Memulihkan Ekonomi Indonesia Yang Terpuruk
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Jacob Ereste

Aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut Joko Widodo untuk diadili akan dilakukan para mahasiswa dari berbagai kampus dan warga masyarakat Solo. Aksi itu berpusat di kediaman mantan Presiden Indonesia ke 8 bersama peserta car free day sepanjang utama menuju kampus Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. sutami Solo, pada hari Ahad, 9 Februari 2025.

Pemberitahuan yang sudah tersebar sejak Jum’at, 7 Februari 2025 membuat tercengang berbagai pihak, mengingat aksi dan unjuk rasa itu dilakukan dan dimulai oleh warga Solo juga, sekampung halaman dengan Joko Widodo.

Diinformasikan juga titik kumpul para peserta aksi dan unjuk rasa besar-besaran ini dipusatkan di depan Balai Kota, Solo. Aksi akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari anak-anak, siswa serta kaum ibu se Surakarta dan sekitarnya yang telah muak dan marah meminta keadilan untuk ditegakkan atas perbuatan sewenang-wenang selama menjabat Presiden dia periode di Indonesia.

Reaksi dari berbagai kalangan aktivis khususnya yang ada di Jakarta merasa kecolongan meski dalam ekspresi yang lain di antaranya menunjukkan kegembiraan, karena Solo merupakan tempat yang paling strategis untuk melakukan aksi dan unjuk rasa terhadap rezim yang telah tercatat membuat banyak kerusakan dan merugikan bangsa dan negara Indonesia yang tidak terkira bilangannya.

Sejumlah aktivis Jakarta lainnya justru menyatakan akan ikut segera aksi dan unjuk rasa di Solo untuk menandai kemarahan rakyat yang telah mencapai titik nadir.Kesabaran yang tidak lagi bisa ditahan. Kecuali menangkap dan memenjarakan Joko Widodo yang dianggap sebagai biang dari kerusakan di negeri ini secara terstruktur, sistematis dan masif.

📚 Artikel Terkait

Dari Mana Asal Usul Kutang?

Si Manis-Pedas, Rujak Pak Fahrizal

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Jurang Kenistaan

Artinya memang, semua kerusakan yang dilakukan Joko Widodo selama menjadi penguasa dilakukan dengan kesadaran serta maksud yang tidak baik bagi bangsa dan negara Indonesia, sehingga kondisinya sekarang mengalami kerusakan yang sangat parah dari luar dan dalam yang meliputi lahir maupun batin.

Kemarahan warga masyarakat Solo yang terkenal santun, sabar serta penuh unggah-ungguh serta pemaaf ini, dalam kajian Atlantiks Institut Nusantara, secara psikologis maupun filosofis jelas menggambarkan telah mentok. Semua itu karena tidak lagi mampu menemukan cara yang lebih baik kecuali hanya dalam bentuk aksi dan unjuk rasa sebagai pilihan terakhir.

Lantaran merasa harus ikut menanggung dosa, rasa malu serta tekanan dari harga diri yang direndahkan sebagai warga masyarakat yang melekat dengan tradisi priyayi yang halus, ramah serta tepo seliro yang tinggi untuk selalu menjaga budaya dan tradisi warisan leluhur.

Artinya, ekspresi kemarahan untuk menyeret sendiri Joko Widodo yang dianggap sebagai sumber dari kerusakan dan kebobrokan yang terjadi selama ini, terpaksa harus dilakukan sendiri oleh rakyat.

Karena sangat mungkin dari kekebalan hukum yang tidak mampu dijamah oleh aparat di negeri ini, lantaran mereka pun adalah bagian dari kaki tangannya yang membuat onar dan kerusakan yang sungguh sangat mengkhawatirkan kelangsungan hidup bagi bangsa dan negara Indonesia yang kelak harus diwariskan kepada generasi penerus dengan baik dan sehat, tanpa dibebani oleh sejarah kelam yang memalukan.

Dalam versi kajian Atlantika Institut Nusantara, ekspresi dari kemarahan warga masyarakat dan mahasiswa Solo dan sekitarnya, akibat telah mentoknya kesabaran serta budaya dan tradisi unggah-ungguh yang santun telah membentuk tembok kekuasaan yang dingin dan membeku, tidak memberi jalan keluar yang adil dan bijaksana.

Maka itu pilihan terbaik bagi warga masyarakat Solo dan sekitarnya adalah melakukan aksi dan unjuk rasa untuk mengeksekusi sendiri hukum dan keadilan seperti yang mereka kehendaki juga.

Banten, 8 Februari 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: Aksi
Jacob Ereste

Jacob Ereste

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Ie Jok Montasik with Drama

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00