POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menanamkan Karakter Kuat bagi Generasi Muda di Era Digital

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
February 7, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro


Sekretaris Satupena dan Sekretaris KEAI Jawa Tengah

Era digital membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi muda. Kemudahan akses informasi dan komunikasi membuka peluang, tetapi juga menghadirkan tantangan bagi pembentukan karakter. Tanpa fondasi moral yang kuat, mereka rentan terpengaruh oleh konten negatif dan nilai-nilai yang bertentangan dengan norma sosial.

Karakter kuat menjadi benteng bagi generasi muda untuk menghadapi arus informasi yang deras. Lawrence Kohlberg dalam teorinya tentang perkembangan moral menekankan bahwa individu harus melewati berbagai tahapan moral sebelum mencapai kedewasaan etika. Pendidikan karakter yang baik dapat membantu anak muda memahami prinsip moral yang benar di dunia digital.

Thomas Lickona, seorang ahli pendidikan karakter, menyebutkan bahwa karakter terdiri dari tiga aspek utama: moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral behavior (perilaku moral). Ketiga aspek ini harus dikembangkan secara bersamaan agar generasi muda mampu menyaring informasi dan bersikap bijak dalam dunia maya.

Konsep kecerdasan digital juga relevan dalam membentuk karakter di era modern. Kecerdasan digital melibatkan kesadaran akan etika penggunaan teknologi, kemampuan memilah informasi, serta keterampilan dalam berinteraksi secara positif di dunia digital. Generasi muda yang memiliki kecerdasan digital dapat lebih bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Peran orang tua sangat krusial dalam membangun karakter anak di era digital. Pengawasan yang seimbang serta komunikasi terbuka membantu anak memahami batasan dalam penggunaan internet. Dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat menjadi role model dalam beretika digital dan membimbing anak untuk tetap memegang nilai-nilai moral.

📚 Artikel Terkait

Meningkatkan Literasi Masyarakat melalui Ekoprint dan Batik Tulis

POTRET yang Lahir Dari Kata Merawat Literasi, Menjaga Zaman

Badai di Bawah Pohon Pecan

Tiga Guru MAS Darul’Ulum Hadiri Refresmen Fasilitator Provinsi di Jakarta

Pendidik juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter siswa. Pendidikan berbasis nilai harus diterapkan di sekolah agar anak memiliki kesadaran moral yang tinggi. Kurikulum yang memasukkan aspek digital ethics dapat membantu siswa memahami pentingnya bersikap bertanggung jawab dalam dunia digital.

Lingkungan sekitar, termasuk komunitas dan media, turut memengaruhi pembentukan karakter generasi muda. Konten media yang sarat akan nilai edukatif dan inspiratif dapat membantu anak dalam memahami pentingnya kejujuran, empati, dan disiplin. Sebaliknya, paparan konten negatif tanpa pendampingan dapat melemahkan karakter mereka.

Dampak positif teknologi terhadap karakter generasi muda tidak bisa diabaikan. Internet memberikan akses terhadap berbagai sumber belajar yang memperkaya wawasan dan keterampilan mereka. Namun, jika tidak dikontrol, media digital juga bisa memicu ketergantungan dan menurunkan kemampuan berpikir kritis.

Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Generasi muda yang tidak dibekali karakter kuat mudah terbawa arus informasi tanpa menyaring kebenarannya. Literasi digital harus menjadi bagian dari pendidikan agar mereka bisa berpikir rasional sebelum menyebarkan atau mempercayai suatu informasi.

Strategi menanamkan karakter kuat pada generasi muda dapat dilakukan melalui pembiasaan positif, seperti refleksi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi terbuka mengenai etika digital dan tanggung jawab sosial juga dapat membantu anak memahami dampak dari setiap tindakan mereka di dunia maya.

Sebagai contoh nyata, banyak komunitas digital yang mulai membentuk forum edukatif untuk membimbing anak muda dalam menggunakan teknologi secara bijak. Program seperti “Internet Sehat” dan “Gerakan Literasi Digital” membantu generasi muda mengenali pentingnya etika dalam bermedia sosial dan berinternet secara bertanggung jawab.

Studi kasus lain menunjukkan bahwa anak-anak yang dididik dengan nilai-nilai karakter sejak dini lebih mampu menahan diri dari perilaku menyimpang di dunia digital. Mereka lebih kritis dalam menyikapi informasi dan lebih berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya. Ini membuktikan bahwa karakter yang kuat adalah kunci utama dalam menghadapi era digital.

Menanamkan karakter kuat bagi generasi muda bukan sekadar tanggung jawab individu, tetapi tugas bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, generasi digital dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki etika yang tinggi dalam memanfaatkan teknologi. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Demi Efisiensi, Pengangguran Bakal Meledak

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00