POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

UJIAN PERSAUDARAAN DI UJUNG KEHIDUPAN

Akmal Nasery BasralOleh Akmal Nasery Basral
January 12, 2025
Tags: #SKEMA (Sketsa Masyarakat)#Ulasan Film
UJIAN PERSAUDARAAN DI UJUNG KEHIDUPAN
🔊

Dengarkan Artikel

 

 

Oleh *Akmal Nasery Basral*

Jika seorang ayah sudah berada di gerbang ajal, hari-hari terakhirnya dalam kehidupan dunia yang majal, apa yang akan dilakukan anak-anaknya? Sineas Azazel Jacobs menjawab pertanyaan ini dengan menulis skenario yang diperuntukkan bagi tiga aktris dan kawan dekatnya: Carrie Coone, Natasha Lyonne dan Elizabeth Olsen. Ini teknik penulisan skenario yang sudah semakin jarang dilakukan di industri perfilman yang serba bergegas.

Carrie Coone mendapat peran sebagai Katie, sulung dari tiga bersaudari. Seorang _alpha female_ yang selalu mendominasi suasana di mana pun dia berada. Jika sedang bicara seakan tak pernah belajar tanda baca, tanpa titik koma. Natasha Lyonne sebagai Rachel, anak kedua yang eksentrik-urakan, pemadat marijuana dan penjudi pertandingan olahraga. Sementara Elizabeth Olsen dengan binar mata seindah bintang kejora adalah si bungsu Christina yang tenang. Seorang pasifis yang disiplin berlatih yoga.

Ketiga saudari lahir dari rahim perempuan yang berlainan. Katie dan Christina bersaudara kandung dari ibu yang sama, sedangkan Rachel dari ibu berbeda. Ibu mereka sudah lama meninggal dunia. Hanya Rachel yang selalu berada di sisi ayah mereka, di apartemen keluarga yang terletak di satu bagian New York City. Katie menetap di Brooklyn. Meski tak jauh dari lokasi sang ayah, namun paling banter dia hanya sebulan sekali datang menjenguk. Sedangkan Christina tinggal di California bersama keluarga mungilnya.

Dengan kondisi kesehatan yang sudah tak tersembuhkan, ketiga putri memilihkan perawatan paliatif di rumah ( _hospice_ ) bagi ayah mereka dengan bantuan perawat yang berjaga pada jam-jam tertentu. Untuk pertama kalinya Katie, Rachel, dan Christina satu rumah lagi untuk menghadapi momen paling dramatis dalam kehidupan: menghadapi kematian ayah tercinta. Sebuah peristiwa yang paling tak ingin dialami anak-anak yang mencintai orang tua mereka.

📚 Artikel Terkait

Kenapa Pejabat Publik Jatuhnya Karena Perempuan?

Cut Nyak Dien: Nyala Perjuangan yang Abadi

Kulepas Asaku di Taman Seribu Lampu Cepu

Surga dan Rupiah

Bahkan untuk saat-saat sesulit itu, proses komunikasi dan interaksi ketiganya tak bisa selancar yang mereka harapkan. Selalu ada letupan emosi sampai ledakan ucapan yang ofensif-destruktif tersebab jejak hubungan persaudaraan kala mereka lebih muda yang juga tak selalu dalam harmoni.

Apalagi setelah datang tokoh baru Benjy (Jovan Adepo), pacar Rachel, yang menambah panas komunikasi ketiga saudari. Konfrontasi terbuka pecah, khususnya antara Benjy vs Katie dan berlanjut antara Rachel vs Katie yang mencapai klimaks titik didih, sementara ayah mereka terbaring lunglai tak berdaya di kamar sebelah.

Lantas bagaimana dengan kelanjutan hidup sang ayah serta kelanggengan persaudaraan mereka? Ini pertanyaan yang jawabannya harus ditemukan sendiri oleh penonton di antara intensitas dialog yang semakin menukik dalam esensi makna “bersaudara”—baik kandung maupun tiri. Meski nuansa pedih terus bermunculan, namun Sutradara Jacobs tak membuatnya terperosok menjadi situasi depresi. Sesekali muncul aroma humor getir yang bisa membuat penonton tersenyum pahit meski pelupuk mata sedang basah.

Menyaksikan film ini juga memberikan efek seperti melihat drama panggung. Ruang apartemen mereka yang terbatas dan properti yang tipikal apartemen kelas menengah tak ubahnya seperti setting panggung, meski sesekali ada adegan luar ruang di taman ketika Rachel harus merokok marijuana tersebab larangan Katie untuk merokok di dalam apartemen. Hebatnya Jacobs, adegan luar ruangan ini tak hanya menjadi kesendirian Rachel melainkan menjadi ajang percakapan dengan petugas keamanan apartemen, melalui dialog-dialog singkat yang memberikan aksentuasi bagi kegentingan situasi yang sedang terjadi.

Dari sisi biaya produksi, _His Three Daughters_ merupakan film biaya rendah dalam standar _blockbuster_ Hollywood. Tak ada efek spesial atau adegan extravaganza yang membutuhkan pemeran pengganti dengan ongkos mahal. Penonton seperti melihat mimesis kehidupan sehari-hari, yang bahkan mungkin bertaut dengan sebagian kehidupan masing-masing dalam riwayat persaudaraan yang unik dan spesifik, tetapi tetap membubuhkan suasana cinta-tapi-benci-tapi-cinta antarsaudara yang terkenal itu. Lari tak bisa, tak lari tak bisa.

Mungkin tersebab faktor-faktor itu jugalah maka National Board Review of Motion Pictures menabalkan _His Three Daughters_ sebagai satu dari 10 Film Independen Terbaik 2024. Mutu skenario dan penyutradaraan Azazel Jacobs memang menarik dan kuat. Namun ruh pengadeganan yang dibawakan _trio tour de force_ Carry Coone, Natasha Lyonne dan Elizabeth Olsen lah yang membuat cerita menjadi memikat.

Jakarta, 12 Januari 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 75x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #SKEMA (Sketsa Masyarakat)#Ulasan Film
Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral adalah mantan redaktur film _Tempo_ (2004 – 2010) dan _Gatra_ (1994 – 1998), penulis 26 buku, termasuk novel _Nagabonar Jadi 2_ (2007) dan _Sang Pencerah_ (2010) Penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Sastrawan/Budayawan Nasional, penerima Anugerah Penulis Nasional SATUPENA 2021 kategori fiksi

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Dihadiri Duta Besar Kuwait, Pertunjukkan Mahakarya Randai III Siti Manggopoh Sukses dan Memukau

Dihadiri Duta Besar Kuwait, Pertunjukkan Mahakarya Randai III Siti Manggopoh Sukses dan Memukau

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00