Dengarkan Artikel
Oleh : BAIHAKI
Pimpinan Redaksi Media Thejurnal.Id
TANGGAL 11 Januari 2003, Majalah POTRET hadir mengiasi berbagai majalah cetak terbitan dari ibu kota yang sampai ke Banda Aceh dan daerah lainnya yang diperjualbelikan di beberapa toko buku.
22 tahun merupakan usia yang sudah lama. Majalah POTRET hadir sebelum tsunami meluluhlantakkan sebagian Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan sebagian kecil daerah lainnya di Aceh.
Penulis menelusuri Majalah POTRET ini didirikan oleh Tabrani Yunis, ia seorang guru, pegiat literasi dan juga aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh.
Terbitan pertama Majalah POTRET pada 11 Januari 2003 dilatarbelakangi dari keprihatinan akan nasib kaum perempuan di Aceh yang hidup terbelenggu dari kemiskinan.
Secara kasat mata, kemiskinan yang dialami perempuan adalah kemiskinan harta benda atau kemiskinan material.
Namun, bila kita telusuri lebih dalam, kemiskinan yang menghimpit perempuan adalah kemiskinan intelektual dan spiritual yang wujudnya miskin ilmu pengetahuan, miskin keterampilan dan miskin sikap atau spirit untuk maju.
Kemiskinan ini semakin memperkecil akses dan kontrol kaum perempuan di Aceh, terutama perempuan akar rumput (grassroots) yang hidup di perdesaan, terhadap pembangunan, akses terhadap pendidikan.
Kondisi ini membuat perempuan tidak punya kemampuan membaca, tidak punya minat membaca dan bahkan sama sekali kehilangan semangat untuk maju dan keluar dari belenggu kemiskinan tersebut.
Nah, berangkat dari keprihatinan tersebut, maka Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, sebagai sebuah organisasi nirlaba (nonprofit), atau LSM yang peduli dan bekerja untuk perempuan, melakukan berbagai kegiatan pendidikan alternatif bagi kaum perempuan di Aceh.
Kegiatan-kegiatan itu mulai dari kegiatan pertemuan membangun konsolidasi, membangun kesadaran dan hingga pada kegiatan pelatihan dan lain sebagainya.
Tujuannya supaya isa membuka mata perempuan, serta mendorong perempuan untuk secara aktif berkarya di tengah-tengah masyarakat, agar bisa keluar dari belenggu kemiskinan dalam berbagai bentuk dan jenisnya.
Kaum perempuan di Aceh khususnya dan masyarakat global pada umumnya. Majalah POTRET, di samping sebagai media untuk membaca, sekaligus menjadi media belajar menulis, menuangkan ide atau pikiran secara tertulis.
📚 Artikel Terkait
Metodologi yang digunakan oleh majalah ini, jauh berbeda dengan media-media mainstream lainnya di tanah air.
Bila majalah-majalah yang terbit di kota Jakarta, menerima naskah yang diketik rapi dengan kriteria yang tinggi, maka Majalah POTRET menerima kiriman karya tulis kaum perempuan yang ditulis tangan dan kemudian diketik dan dilakukan penyuntingan yang tidak mengganggu pesan yang ingin disampaikan oleh para penulis perempuan tersebut.
Kemudian Majalah POTRET terus bermetamorfosis, dari majalah komunitas menjadi majalah umum yang tidak hanya diterima gratis oleh para perempuan yang menjadi beneficiaries dari program CCDE.
Akan tetapi kemudian masuk ke pasaran dan menjadi bacaan serta referensi bagi perempuan-perempuan di luar perempuan akar rumput.
POTRET menjadi satu-satunya majalah perempuan yang sangat peduli terhadap masalah perempuan. Satu-satunya majalah perempuan yang terbit di Aceh dan masuk menembus ke level nasional.
Bahkan, menjadi media bagi perempuan di tingkat global. Buktinya, semakin banyak penulis dan pembaca yang berasal dari mancanegara yang mengirimkan tulisan, baik dalam Bahasa Indonesia, maupun Bahasa Inggris.
Untuk memenuhi kebutuhan para perempuan yang berada di luar Aceh, Majalah POTRET kemudian menyediakan versi online, yang kini bisa diakses di www.potretonline.com.
Sejalan dengan semakin meluasnya jangkauan atau capaian pembaca dan penulis POTRET, maka tagline “POTRET, Media Perempuan Aceh” menjadi tidak relevan lagi.
Sehingga, kemudian tagline itu disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi, bahwa POTRET bukan lagi hanya menjadi media perempuan Aceh, akan tetapi menjadi media perempuan kritis dan cerdas, dimana saja berada.
Jadi, walaupun terbit di Aceh, namun bukan hanya Aceh, akan tetapi juga semua perempuan di nusantara dan mancanegara.
Ternyata dengan perubahan tersebut, kemudian semakin banyak perempuan di nusantara dan mancanegara yang terlibat aktif mengisi majalah ini untuk saling berbagi informasi, menyediakan bacaan yang menarik bagi para pembaca yang umumnya adalah perempuan.
Meluasnya jangkauan Majalah POTRET terkait dengan semakin banyaknya tulisan yang masuk dari para perempuan dari luar komunitas dan dari luar Aceh hingga ke mancanegara, membuat Majalah POTRET menjadi semakin strategis bagi upaya membangun budaya baca di kalangan perempuan, baik di Aceh, maupun di luar Aceh.
Bahkan, dalam perjalanan selama 22 tahun, peran Majalah POTRET membangun budaya baca dan budaya literasi di kalangan perempuan, kemudian meluas masuk ke ranah pendidikan formal, dimana Majalah POTRET menjadi bahan bacaan bagi para pelajar di sejumlah sekolah, pesantren dan perpustakaan.
Dengan demikian, fungsi Majalah POTRET adalah sebagai media baca atau juga sumber bacaan perempuan dan masyarakat umum.
Tentu saja, ketika Majalah POTRET sebagai satu-satunya majalah perempuan yang terbit di Aceh untuk Indonesia ini, harus menjadi media bersama yang bersinergi untuk membangun budaya membaca, budaya berkarya atau budaya literasi, bukan hanya di kalangan perempuan, tetapi juga di kalangan masyarakat umum di Aceh dan di tanah air.
Oleh sebab itu, eksistensi Majalah POTRET sebagai media perempuan kritis dan cerdas, harus selayaknya mendapat dukungan positif dari semua pihak yang peduli dan merasa penting membangun budaya baca di kalangan perempuan, hingga semua perempuan idealnya terbebas dari belenggu kebodohan dan kemiskinan, sebagaimana cita-cita atau impian awal Majalah POTRET.
Mari kita bangun sinergi membangun budaya baca di masyarakat. Ini adalah hal yang menggembirakan dari perjalanan panjang hadirnya Majalah POTRET selama 22 tahun membangun gerakan literasi di kalangan perempuan di Aceh dan nusantara.
Harapannya, semoga Majalah POTRET bisa mengadakan berbagai perlombaan seperti lomba menulis opini, menulis cerpen dan lain sebagainya di kalangan siswa dan guru dengan bekerja sama dengan pihak sponsor baik dari lembaga pemerintah maupun pihak swasta.
“Selamat ulang tahun Majalah POTRET ke-22 tahun, 11 Januari 2003/11 Januari 2025. Teruslah konsisten kembangkan budaya literasi.”(*)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






