POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Yang Pulang Tanpa Pusara

RedaksiOleh Redaksi
December 27, 2024
Tags: #20 Tahun Tsunami Aceh
Perokok Pemula Semakin Menggila?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Tsunami Aceh, Dua puluh enam desember Dua ribu empat, tlah membumikan sejuta cerita, tentang getaran dahsyat gempa bumi yang melanda Aceh yang Tengah berduka

Dihadang pula oleh bencana tsunami yang dahsyat tiada tara

menyapu segala harta, jiwa dan raga

dalam gelombang besar raksasa

Tak kurang dari Dua ratus ribu manusia

Tak kuasa melawan dahsyatnya bencana

Kala tsunami meratakan semua yang ada

Tsunami Aceh, Dua puluh enam desember Dua ribu empat kini tinggal cerita Dan sisa air mata

Tak terdengar lagi dengungan Suara yang meronta

Tak ada suara-suara berteriak menyebut Dan memanggil-manggil nama-nama buah cinta

Sudah tak ada lagi Suara yang terbata-bata

Hanya sayup-sayup cahaya yang merona di ujung masa

Karena masih ada yang

mencucurkan air mata

menderai membasuh luka

Aku pun seperti kehilangan kata-kata

Padahal ingin kurangkai di atas pusara

Yang hingga kini tetap tiada

Haruskah semua sirna?

Wahai Istriku Salminar dan anak-anakku Albar dan Amalina

Seringkali kutata kata-kata tuk menutupi luka menganga, usai dihempas bencana

Kala ombak dan gelombang raksasa menerpa segalanya yang dihempas tsunami, 26 Desember 2004 membawamu serta, memisahkan kita

Aku terus mencari di mana

Kalian berada

Aku tak tahu ke mana dibawa

Aku buta, tak menemukan siapa-siapa

📚 Artikel Terkait

Sandaran yang Patah

Ayo Para Remaja dan Orang Muda, Penuhi Undangan Menulis Esai

Makanan Anak-Anak Zaman Yang Mengancam Kehidupan

Demokrasi dan Pendidikan

Hanya bisa  meronta, Dan  tak berdaya

Wahai Istriku Salminar dan anak-anakku Albar dan Amalina

Izinkan di masa Dua puluh tahun ini, kutuliskan lagi sepucuk surat cinta dan Serangkai doa

Di lembaran-lembaran asa yang tersisa

Sebagai tanda cinta yang terdera bencana

Direnggut Ombak laut raksasa

Kala duka dan nestapa mendera jiwa raga

Kala bencana nan Maha dahsyat memisahkan kita

Hari ini, Desember telah pula di ujung masa

sebuah kisah cerita berulang melingkari masa

setelah  sekian purnama fana

Yang kadang  hilang,  kadang datang menjelma

Mengendap – ngendap di selimut lupa

Hari, waktu telah pulang begitu lama

Kala luka-luka nestapa mulai beranjak sirna

Walau luka lama begitu pedih menganga

Kala meniti perjalanan duka lara

Hari ini, telah dua dasa warsa luka menganga, meronta-ronta menggemakan suara-suara nestapa

Kala Aku terasa semakin tak berdaya menahan pedih kehilangan cinta

Wahai Istriku Salminar dan anak-anakku Albar dan Amalina

Aku telah sering bertanya

pada Ombak dan gelombang raksasa

Kemanakah Aku bisa bergerilya tanda-tanda kalian masih ada

Aku tak rela kalian terlunta-lunta tanpa pusara

Hari ini, walau telah sekian kutuliskan sepucuk surat cinta, buat kau Istriku Salminar dan anak-anakku Albar dan Amalina di surga

Kuyakini bahwa dalam jamaah kerumunan para syuhada, kalian hidup bahagia, Sejahtera bersama Sang Pencipta Yang Maha kuasa

Biarlah aku tetap bertanya kalian ada di mana

Hingga kini Aku berada di ujung senja

Entah Desember mendatang, Aku masih bisa menuliskan lagi sepucuk surat cinta

yang kutulis dengan tinta air mata

Kala rindu  semakin begitu menyiksa

Semoga saja Aku bisa pada setiap kali senja tiba

Mengirimkan kalian rangkaian-rangkaian doa

Walau tak mungkin kembali bersama seperti sediakala

Biarlah Aku menyelami limpahan rindu Dan luka nestapa yang masih tersisa

Hari ini, kutiti senja bersama usia semakin senja

Kupeluk malam  hingga menjelang fajar datang menyapa

aku masih bertanya -tanya  di mana pusara kalian berada

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #20 Tahun Tsunami Aceh
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
POTRET Senja di SPBU Lamnyong

POTRET Senja di SPBU Lamnyong

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00