POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh

Sebuah Refleksi dari Saksi Mata

RedaksiOleh Redaksi
December 19, 2024
Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Hamdan Budiman

Jurnalis Berdomisili di Banda Aceh

 

Saat peringatan 20 tahun tsunami Aceh, peristiwa yang hingga kini masih membekas dalam memori, suasana hati saya terasa berbeda.

Dulu, setiap kali mengenang tragedi itu, rasa sedih yang mendalam menyelimuti jiwa. Namun, seiring dengan berlalunya waktu, mungkin trauma itu sedikit demi sedikit tergerus.

Momen-momen yang tertanam dalam benak, seperti mayat-mayat anak kecil yang tersangkut di pagar dekat kampus UIN Ar-Raniry dan ribuan jenazah yang terkapar di lapangan kampus Unsyiah, kembali menghantui ingatan saya.

Hari itu, 26 Desember 2004, adalah hari yang mengguncang dunia, terlebih bagi masyarakat Aceh. Tsunami yang melanda mengubah segalanya dalam sekelebat.

Saat tragedi itu terjadi, banyak yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Masjid Raya Baiturrahman, yang biasanya dipenuhi dengan suara azan, kini menjadi saksi bisu bagi mayat-mayat yang terbujur kaku.

📚 Artikel Terkait

Pekat Malam, Rawa-rawa, dan Sepeda

BENGKEL OPINI RAKyat

Pahlawan Nasional Teungku Chik Di Tiro Muhammad Saman dan Syekh Ahmad Khatib. 

Dari Tragedi Sengkon dan Karta: Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Indonesia.

Di tengah kegelisahan itu, terlihat juga mereka yang sekarat, tergeletak tanpa ada bantuan. Semua orang mengalami musibah, dan kami tidak tahu pasti bahwa peristiwa ini dinamakan tsunami, sesuai dengan istilah yang dipakai di Jepang.

Saya masih ingat bagaimana dalam keadaan panik, saya sempat berbincang dengan sahabat karib saya, yang kini telah tiada.

Dalam keadaan itu, saya berusaha menjelaskan kepadanya bahwa apa yang kami alami adalah hal yang disebut tsunami.

Ketika air laut mulai surut setelah gempa, saya merasakan bahwa nama tersebut sebenarnya sah dan tepat.

Kami melakukan evakuasi di Rumah Sakit Zainal Abidin, yang hancur parah tengah merawat ribuan pasien, termasuk Ibu saya yang tengah dirawat berhasil kami evakuasi di tengah genangan air yang mencapai dada orang dewasa, pagi minggu itu.

Di pagi, siang, maupun malam, segala upaya kami lakukan untuk mencari sanak saudara, melintasi jalan-jalan yang dipenuhi lumpur, pepohonan yang tumbang, serta reruntuhan bangunan.

Jalan Banda Aceh-Tapaktuan, Peukan Bada, Banda Aceh-Kreung Raya, dan Banda Aceh-Medan adalah beberapa rute yang kami telusuri demi menemukan keluarga kami. Sampai ke Lambaro Kapee, tempat di mana mayat-mayat dikumpulkan sebelum dikebumikan secara massal di Siron, kami tidak pernah menemukan kepastian.

Hingga kini, kubur mereka yang menjadi korban tsunami tersebut masih menjadi misteri bagi saya. Kami tidak mengetahui di mana mereka dikebumikan.

Refleksi ini tidak sekadar tentang kehilangan, tetapi juga tentang harapan. Saya berharap semua jiwa yang telah pergi akibat bencana itu mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

Semoga setiap kenangan pahit ini dapat menjadi pengingat akan kekuatan dan ketahanan masyarakat Aceh. Amiin!

Peringatan ini bukan sekadar mengenang tragedi, tetapi juga merayakan keberanian dan harapan baru bagi mereka yang masih bertahan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Pidato Kebudayaan Fadlizon:  Negara Memajukan Kebudayaan Indonesia di Tengah Peradaban Dunia

Pidato Kebudayaan Fadlizon: Negara Memajukan Kebudayaan Indonesia di Tengah Peradaban Dunia

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00