POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Bapak Tua Dengan Kursi Roda dan Surah Al-Ikhlas

RedaksiOleh Redaksi
November 14, 2024
Tags: #pengemis#sedekah
Bapak Tua Dengan Kursi Roda dan Surah Al-Ikhlas
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Muhammad Raja Muda Ramadhana

Mahasiswa Semester 5, Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Pak Ahmad, lelaki tua yang beraktivitas dengan  menggunakan kursi rodanya terlihat kala saya memasuki area SPBU Simpang Dodik, untuk mengantri isi bensin sepeda motor. Saya selalu melihat bapak-bapak dengan kursi rodanya yang mengemis di bagian pinggir SPBU, tepatnya di bagian pengantrian bensin sepeda motor. Ia duduk dengan kursi rodanya dengan bermodalkan ember kecil dan membaca surah al-ikhlas berulang-ulang dan memasang raut wajah yang sedih. Ia menggunakan kesempatan ini agar dapat mendapatkan uang sisa pengendara bermotor dari pembelian bensin, sehingga memungkinkan untuk bapak ini selalu mendapatkan uang.

Secara kebetulan pula momentum ini berkaitan dengan tugas  penulis untuk melakukan observasi atau mengamati kehidupan para pengemis yang ditemukan di Banda Aceh. Maka, menjadi kesempatan bagus buat penulis untuk mengamati apa yang terjadi dengan Pak Ahmad ini dan mencari tahu apa yang membuat dirinya harus menjadi pengemis.

Nah,  di saat penulis mendekati bapak tua itu, dimulai dengan kondisi fisik yang kurang, seperti kulit yang tidak terurus dan kaki yang tidak memungkinkan untuk berjalan. Setiap pagi bapak ini sudah tiba di SPBU dengan menggunakan kursi roda dan dibantu oleh seorang bapak yang mengantarnya.

Sebenarnya penulis mengamati pak Ahmad sudah dari tahun 2020, namun di kesempatan ini penulis menjadikan tugas ini untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai latar belakang pak Ahmad tersebut. Sayangnya pada saat obervasi secara langsung penulis mendapatkan kesulitan dikarenakan memang pak Ahmad enggan untuk diganggu waktu mengemisnya. Hal itu tidak membuat penulis menyerah dan putus asa. Penulis lalu memulai mencari informasi mengenai pak Ahmad dengan petugas SPBU sekitar dan orang-orang yang berkenan dengan bapak tersebut.

Setelah penulis mendapatkan informasi dari lingkungan sekitar, dapat disimpulkan bahwa Pak ahmad ini berasal dari Aceh Besar dan merantau ke Banda Aceh tepatnya di SPBU simpang Dodik untuk mengemis dengan menggunakan kursi roda,memakai peci dan dengan ember kecil serta mengucapkan surah Al-iklhas berulang-ulang.

📚 Artikel Terkait

Perspektif Budaya Membaca dan Menulis di Indonesia

Pemerintah Dalam Cengkeraman Rokok

Mahasiswa Berpangkat Wirausaha

Pengemis Lapangan Tugu USK

Diperkirakan bapak ini sudah ada di lokasi tepatnya pada pukul 08:00/09:00 WIB dan sampai sore pada pukul : 16:00 WIB tepat nya ba’da ashar. “Untuk jam pulang itu tidak menentu. Terkadang bapak itu habis zuhur sudah tidak ada lagi”, ucap petugas SPBU. Pak Ahmad sehari-harinya mendapatkan penghasilan dari mengemis kisaran Rp.100.000 sampai Rp.250.000.

Jam, cuaca, dan hari menjadi faktor terhambatnya bapak ini untuk mendapatkan uang, semisal hari Minggu “Libur”, Hujan deras yang membuat pengguna sepeda motor tidak mengisi bensin dan yang terakhir yaitu penyesuaian jam bapak tersebut.

Pak Ahmad mengemis untuk menghidupi diri sendiri, termasuk makan sehari-hari dan juga untuk menabung membeli kursi roda yang baru, dikarenakan kursi yang sekarang sudah tidak layak.

Rasa lelah dan letih dirasakan dan ini lah metode yang selalu digunakan para pengemis di Banda Aceh serta menggunakan strategi tertentu dalam memantik perhatian para penderma, di antaranya ialah dengan menggunakan simbol-simbol kemiskinan. Ada juga dengan menunjukkan kedisabilitasan, menggunakan simbol dan narasi keagamaan, serta membawa dagangan kecil-kecilan.

Selain hal tersebut di atas, penulis juga mendapati beberapa faktor yang melatar belakangi seseorang lebih memilih menjadi pengemis. Pertama, kesempatan kerja yang terbatas. Ke dua, tidak memiliki keterampilan khusus. Ke tiga, tidak mau berusaha dan ke-enakan memilih hal-hal instan. Ke empat, masih ditemui banyak penderma yang mau berbagi.

Observasi terhadap pengemis di SPBU Simpang Dodik menunjukkan sebuah gambaran tentang ketahanan hidup dan keyakinan spiritual meskipun berada dalam kondisi yang sangat terbatas. Perilaku mengucapkan surah Al-Ikhlas secara berulang-ulang tidak hanya menunjukkan

keteguhan iman, tetapi juga menggambarkan usaha untuk mencari kedamaian dan keberkahan di tengah kehidupan yang keras. Interaksinya dengan orang-orang di sekitar menambah dimensi sosial dan emosional, di mana ada perasaan iba, doa bersama, serta kesadaran sosial tentang kemiskinan yang dialami banyak orang.

Oleh karena itu Pemerintah sudah semestinya untuk mengamati lingkungan sekitar untuk mengurangi maraknya pengemis yang pada faktanya mereka mampu dan tidak layak mengemis serta fakta lain yang konkrit dan empiris bahwasannya para pengemis di Banda Aceh yang sudah nyaman dengan mengemis ini. Pilihan alternative ini mereka pilih sebagai substitusi mata pencaharian mereka dikarenakan instan dan mudah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #pengemis#sedekah
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Di Antara Bunyi Palu dan Mesin Tua

Di Antara Bunyi Palu dan Mesin Tua

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00