POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Kritik Sastra

Jadilah Kritikus Sastra Yang Bijak

Interpretasi

Redaksi by Redaksi
April 6, 2024
in Kritik Sastra, POTRET Budaya, Sastra
0
Jadilah Kritikus Sastra Yang Bijak - IMG_8895 | Kritik Sastra | Potret Online

 

Oleh: Ace Sumanta

Kritik dalam bahasa Indonesia sangat sering kita dengar. Kritik dalam bahasa Yunani adalah “krinein” yang mengandung arti; mengamati, menimbang dan bisa juga membandingkan. Secara semiologi bahwa tergantung dari kriteria yang yang diambil. Orang yang lazim suka mengkritik disebut “kritikus”. Kita sangat mengenal Kritikus Sastra Indonesia yang baik dan profesional adalah HB. Jassin, Yakob Sumardjo, Corrie Layun Rampan, Saini KM, Ayip Rosidi, Maman S Mahayana, dll. Kini kritikus sastra Indonesia sangat minim. Walaupun ada hanya mengulas dan menilai baik buruk suatu karya. Ini harus diberikan porsi yang luas agar karya sastra lebih berkualitas. Sangat ada kaitannya antara kualitas karya dengan kritik sastra. Memang pada umumnya jika kritikus sastra lebih pahit dan hanya mengoreksi kelemahan saja kurang disukai oleh penulis dan sastrawan. Begitu juga jika kritikus hanya menilai yang baik-baik saja tidak berkualitasnya suatu karya. Bisa jadi kering dalam substansi subjektif. Harusnya kritikus memahami banyak ilmu tidak hanya tentang ilmu kesusastraan, ilmu linguistik, teori sastra, sejarah sastra, semantik maupun sosiologi sastra. Lebih luas pengetahuan kritikus tentang bidang kritik sastra akan mempengaruhi kemajuan Sastra Indonesia. Apakah ilmu budaya juga penting? Ya sangat perlu karena bisa memahami psikologi sastrawan ditinjau dari sudut budaya.
Nah, Jamaludin Adinegoro pernah mengatakan bahwa kritik adalah bandingan. Karena itu kritik akan sangat mampu membuka jalan kemajuan Sastra. Maka secara ringkas guru besar sastra, di FKIP Bandung sekarang UPI mengemukakan ” Merupakan pengamatan yang teliti, perbandingan yang tepat serta pertimbangan yang adil terhadap baik buruknya kualitas, nilai, kebenaran, suatu karya sastra” (Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan: 1984: 188). Dengan demikian kritikus yang bijak adalah yang mampu menjembatani dari yang rimbun ke yang terang. Adapun yang bisa dikritik oleh kritikus adalah puisi, cerita pendek, novel maupun roman. Dari situ akan sangat membantu dalam menjelaskan kepada pembaca, dan dari pesan penulis yang berhasil. Mari belajar memahami orang lain dari sekarang, niskaya akan lebih bijak.
***
Ace Sumanta
Adalah sastrawan dan budayawan Pituin Bogor. Sudah menulis 85 buku Antologi puisi dan banyak artikel.

Baca Juga
  • 01
    Budaya
    MEDIA SOSIAL: BOM DUA ARAH TERHADAP DISKRIMINASI, INTOLERANSI DAN KEKERASAN EKSTRIMISME
    22 Nov 2018
  • Jadilah Kritikus Sastra Yang Bijak - 65d0fa80 f73e 49e4 8af1 29b6b2b261bb | Kritik Sastra | Potret Online
    Pertunjukan
    Kuflet Berikan Plakat Apresiasi kepada Pendukung Teater “Sayap-Sayap Proklamasi”
    20 Des 2024

Previous Post

Dilema dan Kesenangan Hati Seorang Guru

Next Post

Ingin Liburan Ala Eropa? Yuk Intip Wisata Litle Venice Bogor

Next Post
Jadilah Kritikus Sastra Yang Bijak - 9a0f0425 5757 4696 ab2d 9d0a30486118 | Kritik Sastra | Potret Online

Ingin Liburan Ala Eropa? Yuk Intip Wisata Litle Venice Bogor

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah