POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Terkikisnya Etika Pelajar

RedaksiOleh Redaksi
October 29, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Erika Syifaq

Taruni Kelas XI Perhotelan SMKN 1 Jeunieb

Ada sebuah pepatah Arab yang mengatakan “Al adabu Fauqol ‘ilmi” yang maknanya “adab itu lebih tinggi daripada ilmu”. Nah, seiring berjalannya waktu, budaya memberi salam kepada guru mulai luntur. Padahal budaya seperti ini merupakan wujud kesopanan dalam menghargai orang lain.

Di sisi lain, banyak siswa yang berperilaku tidak baik kepda gurunya (tidak menghargai dan menjujung gurunya lagi). Apalagi sekarang ini marak sekali penyimpangan etika yang dilakukan siswa.

Etika adalah tingkah laku manusia yang berdampak baik dan buruk bagi lingkungan sekitarnya. Dalam dunia pendidikan, etika merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan saat proses pembelajaran.

Berbeda dengan siswa zaman dulu (cerita ibu saya) yang mengedepankan rasa hormat dan adab yang baik terhadap sosok guru, yaitu dengan mentaati perintah dan menerima kritik, saran, bahkan hukuman atas kesalahannya yang diberikan gurunya.
“Kami wali siswa memaklumi akan hal itu, karena tugas guru adalah mendidik siswanya, dan masyarakat meyakini bahwa jika guru ridha (rela) terhadap siswanya, maka ilmunya bermanfaat serta kelak menjadi orang yang sukses, ” jelas ibu saya.

Namun, ada juga yang terus melakukan budaya memberi salam hingga saat ini. Ya, setiap guru masuk kelas untuk mengajar dan keluar kelas semua siswa akan memberi salam. Meski cukup sederhana, guru akan merasa dihormati dan dihargai oleh siswa-siswanya.

Lalu bagaimana cara menghormati guru di sekolah?

📚 Artikel Terkait

Perkemahan Pelantikan Bantara dan Laksana SMAN 1 Toboali Tanamkan Karakter Mandiri dan Inovatif

Mitos Kemenangan Diplomasi Prabowo

Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal

Gelisah Di Hamparan Sawah

Tidak sedikit siswa yang tidak tahu bagaimana seharusnya niatnya terhadap gurunya. Terkadang beberapa sikap dan perkataan mereka dianggap kurang sopan, namun mereka tidak menyadari hal tersebut.

Cara menghormati guru yang pertama adalah selalu mendengarkan materi yang disampaikan. Saat guru mengajar, maka siswa harus selalu mendengar dan memperhatikannya. Bila perlu bisa mencatat poin-poin penting materi pelajaran yang disampaikan. Jangan pernah sekali-kali menjelek-jelekkan, bermain ataupun tidur ketika guru sedang menjelaskan di depan kelas. Jika melakukan aktivitas seperti itu sama saja dengan meremehkan guru.

Etika lainnya adalah duduk yang sopan didepan guru,  berbicara yang sopan,
tidak boleh memotong pembicaraan guru,
mendengarkan apa yang disampaikan guru, serta patuh dan taat terhadap guru.

Jadi, seorang siswa harus menaati segala peraturan yang diterapkan di sekolah ataupun oleh gurunya dengan tidak berfikiran negatif terhadap gurunya.

Sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlak, kita harus menjaga etika atau perilaku terhadap guru kita baik dalam perkataan maupun perbuatan, agar ke depannya kita dapat menjadi seorang yang berguna bagi agama dan bangsa.

Guru Selalu Mengajarkan Yang Baik

Guru tidak hanya menginginkan semua siswanya menjadi sosok yang pintar dan berguna tetapi juga berperilaku baik. Jika ada yang berperilaku kurang baik guru akan selalu memberi nasihat.

Seorang guru juga tidak akan mengajarkan anaknya dalam hal keburukan, guru selalu membina dan mendidik anak didiknya meskipun masalah dalam kehidupan peribadinya selalu datang.

Dasar itulah, maka sangat diharapkan siswa bisa menghargai dan sopan kepada guru sebab guru telah mengabdikan dirinya untuk membimbing, mengarahkan, dan mendidik siswa agar memiliki pengetahuan.

Kesimpulan

Oleh karena itu, seorang siswa memiliki peran sangat penting dalam beretika terhadap gurunya, karena dalam pendidikan, persoalan etika sangat perlu diperhatikan karena tujuan pendidikan tidak hanya menciptakan insan yang berotak cerdas dan berketerampilan saja, melainkan manusia yang sempurna yaitu manusia yang didalam dirinya terdapat prilaku yang baik dihiasi serta berakhlak mulia.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00