Dengarkan Artikel
Pencandu
bukan sebuah cerita
duka itu derita
luka terkesan di hati
kuukir di lembaran lalu
jadikan sebuah puisi
kuselumbung dalam diri
biar sembunyinya dicari
pendelekmasi mengukir bait ke bait
bagai secawan kopi dihidang penonton menghirup bagai pencandu
Kualbum suara gayanya
untuk tuntunan jadi kenangan
Kuakan tulis puisi- puisi
dalam diri
kubaca pada mentari
bila pagi embun kering
pilu rasa pintu ditutup
hanya salam disambut
Abdul aziz ali
Ipoh perak
20.8.2024
Sebuah Janji Secawan Kopi
Masih jauh menelan janji
laut membadai percikan janji
tertumpah digulung ombak
mana singgahnya tiada yang tahu
Secawan kopi dari semalam masih di meja
harumnya adalah aksara puisi di kertas usang
manisnya diksi di mata pena
terciptakah puisi itu
Puisi adalah
petak- petak kita berpuisi
ladang tempat bersajak
terciptalah luahan hati
itulah janji tertulis di ruang kosong
📚 Artikel Terkait
4.9.2024
Ipoh
Seorang Pemula
Kuatur huruf di tepi bibir
kemudian dicantum menjadi barisan aksara
kueja diksi berkali
tiada menjadi baris puisi
Kuintai di perjauhan
adanya awan berarak
membawa kuntum puisi
siapa memutuskan talinya
terdetik di hati
Ribuan mata membaca
ratusan menulis di ruang muka
diksi dan aksara terlupa
masih mentah untuk di rasa
Kukeliru antara kata dan tulisan
semua adalah kiasan
Teryakinkah ciptaan itu
atau mimpi semalam masih kosong begitu
Akhir kalam kutitik
jangan dipetik
di saat terdetik
kita masih berputik
Abdul aziz ali
Ipoh Perak
11.9.2024
Abdul Aziz Ali adalah nama yang dicipta untuk karya. Mendapat pendidikan di Sekolah Men.Sultan Ismail Petra.
Pesara PDRM,mula menulis pada September 2019.
Menghasilkan dua buah buku kumpulan puisi yaitu Suara hati, terbitan Penerbitan Tinta Karya dan Ilham di Muara Terbiar terbitan Penyair Malaysia.
Sajaknya ada tersiar di Akhbar New Sabah Times sebelum ditutup,WilayahKu dan Suara Sarawak, Mingguan Malaysia dan Tukang Puisi
Antologi melibatkan beberapa penerbitan seperti Garha Karya, Kembara Sastera, Penerbitan Tinta Karya, Pemuisi, Gapena, Penyair Malaysia,Jom Sastera, Santai Puisi, Grup Secawan Kopi, Nuha dan penerbitan dari Indonesia dan Brunai
Terlibat dengan program baca puisi mencegah rasuah anjuran Pemuisi Malaysia bersama Kumpulan Karangkraf.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





