POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi-Puisi Abdul Aziz Ali

Ipoh, Malaysia

RedaksiOleh Redaksi
October 2, 2024
Puisi-Puisi Abdul Aziz Ali
🔊

Dengarkan Artikel

Pencandu

bukan sebuah cerita
duka itu derita
luka terkesan di hati

kuukir di lembaran lalu
jadikan sebuah puisi
kuselumbung dalam diri
biar sembunyinya dicari
pendelekmasi mengukir bait ke bait
bagai secawan kopi dihidang penonton menghirup bagai pencandu

Kualbum suara gayanya
untuk tuntunan jadi kenangan

Kuakan tulis puisi- puisi
dalam diri
kubaca pada mentari
bila pagi embun kering
pilu rasa pintu ditutup
hanya salam disambut

Abdul aziz ali
Ipoh perak
20.8.2024

Sebuah Janji Secawan Kopi

Masih jauh menelan janji
laut membadai percikan janji
tertumpah digulung ombak
mana singgahnya tiada yang tahu

Secawan kopi dari semalam masih di meja
harumnya adalah aksara puisi di kertas usang
manisnya diksi di mata pena
terciptakah puisi itu

Puisi adalah
petak- petak kita berpuisi
ladang tempat bersajak
terciptalah luahan hati
itulah janji tertulis di ruang kosong

📚 Artikel Terkait

Masjid Indah, Tanpa Sampah

PRAKIRAAN KONDISI POLITIK 2023

Bersih

Surat Wasiat Christiaan Snouck Hurgronje akan Dibuka Tahun 2036 oleh Notaris di Leiden, Belanda

4.9.2024
Ipoh

Seorang Pemula

Kuatur huruf di tepi bibir
kemudian dicantum menjadi barisan aksara
kueja diksi berkali
tiada menjadi baris puisi

Kuintai di perjauhan
adanya awan berarak
membawa kuntum puisi
siapa memutuskan talinya
terdetik di hati

Ribuan mata membaca
ratusan menulis di ruang muka
diksi dan aksara terlupa
masih mentah untuk di rasa

Kukeliru antara kata dan tulisan
semua adalah kiasan

Teryakinkah ciptaan itu
atau mimpi semalam masih kosong begitu

Akhir kalam kutitik
jangan dipetik
di saat terdetik
kita masih berputik

Abdul aziz ali
Ipoh Perak
11.9.2024

 

Abdul Aziz Ali adalah nama yang dicipta untuk karya. Mendapat pendidikan di Sekolah Men.Sultan Ismail Petra.
Pesara PDRM,mula menulis pada September 2019.
Menghasilkan dua buah buku kumpulan puisi yaitu Suara hati, terbitan Penerbitan Tinta Karya dan Ilham di Muara Terbiar terbitan Penyair Malaysia.

Sajaknya ada tersiar di Akhbar New Sabah Times sebelum ditutup,WilayahKu dan Suara Sarawak, Mingguan Malaysia dan Tukang Puisi

Antologi melibatkan beberapa penerbitan seperti Garha Karya, Kembara Sastera, Penerbitan Tinta Karya, Pemuisi, Gapena, Penyair Malaysia,Jom Sastera, Santai Puisi, Grup Secawan Kopi, Nuha dan penerbitan dari Indonesia dan Brunai
Terlibat dengan program baca puisi mencegah rasuah anjuran Pemuisi Malaysia bersama Kumpulan Karangkraf.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Puisi - Puisi Cinta Alkhair Aljohore@

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00