POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kadis Kebudayaan Sumbar: Bedah Buku adalah Kerja-Kerja yang Cerdas

RedaksiOleh Redaksi
June 20, 2024
Kadis Kebudayaan Sumbar: Bedah Buku adalah Kerja-Kerja yang Cerdas
🔊

Dengarkan Artikel

Padang,Potretonline.com- Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  SatuPena Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul Bung Hatta and Boven Digoel  When a Papuan Cried to Me, (Bung Hatta dan Boven Digoel Ketika Seorang Papua Menangis Padaku) karya Ketua  DPD SatuPena Provinsi Sumatra Barat  Sastri Bakry, Kamis (20/6/2024) di salah satu café di jalan Samudera Padang.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar  Jefrinal Arifin diwakili Sekretaris Dinas Kebudayaan Sumbar, Yayat Wahyudi A. ST, M.Si, yang membuka acara bedah buku tersebut mengatakan, bedah buku merupakan kerja-kerja yang cerdas. Sehingga kegiatan ini perlu dicontoh untuk  meningkatkan literasi dan ilmu pengetahuan.

“Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat sangat mengapresiasi kegiatan ini. Melalui bedah buku kita dapat melihat sisi baik dan kurangnya sebuah buku. Apalagi yang membedah atau pembicara yang tampil ini dua orang doktor dari UNP dan UIN Imam Bonjol Padang, yang ahli tidak hanya secara teori di bidangnya sekaligus mereka seniman dan sastrawan yang sudah malang melintang di dunia sastra Sumatra Barat, kata Yayat.

Ketua DPD SatuPena Sastri Bakry sekaligus penulis buku yang dibedah, menyebutkan salah satu program DPD SatuPena adalah mendiskusikan dan membahas  buku-buku yang ditulis pengurus dan anggota SatuPena Sumbar. Karena itu, pada bedah buku  ini   jangan sungkan untuk mengkritisinya.

Sastri Bakry juga memaparkan terkait bukunya yang dibedah, Bung Hatta berjuang untuk bangsanya, tujuannya untuk memajukan bangsa. “Bung Hatta rela dibuang ke Boven Digoel. Ternyata setelah puluhan tahun setelah Bung Hatta dibuang ke Boven Digoel, saya  pergi ke sana. Boven Digoel masih seperti puluhan tahun lalu,” ujar Sastri lagi.

📚 Artikel Terkait

Menelisik Potensi dan Problematika Wakaf  di Simeulu

BINGUNG MEMILIH BERWIRAUSAHA APA ? COBA 4 BISNIS YANG DAPAT BERTAHAN SELAMANYA

PGRI itu Milik Siapa?

TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH

Wanita yang tengah berulang tahun ke-66 tahun ini juga mengungkapkan, perjuangan Bung Hatta hingga kini masih belum sempurna dinikmati rakyat sebagaimana yang diperjuangkannya. Karena yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin  sampai sekarang korupsi sebagai akar kemiskinan masih tetap ada.

Tampil sebagai pembicara  dosen Fakultas Bahasa Sastra  Universitas Negeri Padang (FBS UNP) Dr. Andria Catri Tamsin, M.Pd dan dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Dr.Abdullah Khusairi, M.A. Keduanya cukup lugas dan tajam mengkritisi karya Sastri secara apa adanya

Menurut  Andria Catri  Tamsin, tujuan dari bedah buku ini guna mentransfer keilmuan dan wawasan. Puisi-puisi yang ditulis menggambarkan situasi bahasa si penulisnya.

Sementara  Abdullah Khusairi menjelaskan, kelebihan penulis buku ini (Sastri Bakry) adalah mengungkapkan apa adanya. Sehingga Sastri dari puisi-puisinya dalam buku ini seperti pengkritik sosial yang baik sekaligus reportase yang baik. Karena di berbagai daerah yang dikunjunginya, melahirkan puisi yang menggambarkan daerah tersebut.

“Artinya, si penulis menuliskan momen di mana si penulis itu berada. Sehingga estetika bahasa tidak sampai ke situ yang menjadi perhatian si penulis. Bahasa yang digunakan pun ringan dan mudah dimengerti oleh pembaca. Sehingga buku ini memang sangat layak untuk segmen pembaca di taman bacaan yang barusan tadi  diberikan sebagai donasi. Sehingga pembacanya lebih tertarik untuk membaca buku ini,” tutur Abdullah Khusairi Wakil Dekan III UIN IB Padang ini.

Bedah buku yang dimoderator Sekretaris DPD SatuPena Sumbar  Armaidi Tanjung. Dihadiri 60 orang di antaranya  Ketua Forum Siti Manggopoh Basnurida, sastrawan, seniman, wartawan, penulis mahasiswa pelajar, Pengelola TBM Komunitas Lambang Pariaman Ai Kurnia Sari, Pengeloa TBM Nagari Sintuak Aqil Septian,  TBM Permata Hati Welly, dan undangan lainnya. Acara dimeriahkan pembacaan puisi oleh seniman   senior dan pembaca puisi terbaik  Sumbar Zamzami Ismail, Rizal Tanjung dan Andria Catri Tamsin.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Demokrasi dan Pendidikan

UKT Mahal dan Politik Pendidikan Melanggar Konstitusi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00