• Latest

Kemana Arah Tuju Kapal Politik Dinasti dan Nepotisme?

Februari 8, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kemana Arah Tuju Kapal Politik Dinasti dan Nepotisme?

Redaksiby Redaksi
Februari 8, 2024
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Alkhair Aljohore@

Johor, Malaysia

Untuk mengawali tulisan ini, penulis mengangkat sebuah puisi karya Tabrani Yunis, yang dipublikasikan di Potretonline.com, pada tanggal 6 Februari 2023. Puisi yang diberi judul Bahtera Dinasti. Puisi itu menginspirasi penulis untuk menuliskan atau mensyarakan sebuah artikel ini. Cuba kita simak sejenak dahulu puisi tersebut berikut ini.

Bahtera Dinasti

 

Bahtera  besar ini kian terlihat reot

Besi dan baja penyangga mulai keropos

Geladak dan jangkar rapuh dimakan karat

Dinding-dinding basah pun mulai terkelupas

 

Bahtera  besar ini kian oleng

Terombang- ambing hempasan gelombang

Para penumpang semakin bimbang

Ke manakah jangkar akan ditambang

 

Bahtera  ini kian jauh dari daratan

Tinggalkan pantai menggapai tujuan

Entah ke mana nahkoda arahkan

Menuju depan malah ke buritan

 

Bahtera  ini di ambang tenggelam

Dihempas badai siang dan malam

Nahkoda bingung pun kehilangan kendali

Tak mampu lagi mengenal diri sendiri

 

Bahtera  ini terlalu sarat dengan amunisi

Mewujudkan mimpi membangun dinasti

Bahtera terseok ke kanan dan kiri

Lepas kendali lupa hati nurani

Seakan hidup beribu tahun lagi

 

Bahtera  ini kian penuh sesak dengan pengungsi

Dipenuhi gemuruh  isak tangis menyayat hati

Nahkoda tak peduli malah kian lupa diri

Mengejar mimpi untuk anak dan istri

Dinasti adalah birahi harga mati

Agar hidup bisa abadi

ADVERTISEMENT

 

Banda Aceh, 6 Februari 2024

Usai membaca dan mendalami puisi tersebut, penulis menemukan sejumlah fakta dan catatan ketika melihat kondisi politik suatu negeri secara tersirat dan tersurat dari puisi tersebut dan dalam realitas kehidupan politik. Ada kegalauan Tabrani Yunis melihat isu politik dinasti yang tengah bergema di negerinya Indonesia menghadapi Pemilihan Umum di Indonesia pada tanggal 14 Februari 2024.  Penulis pun ikut berempati dengan hal itu, sehingga artikel ini hadir sebagai bahan pemantik dan diskusi untuk kita.

Sangat sulit untuk memprediksi arah tuju kapal politik dinasti dan nepotisme dengan pasti. Namun, ada beberapa perubahan dan pergeseran yang dapat diidentifikasi.

Pertama ; ada peningkatan kesadaran publik tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam politik. Semakin banyak orang yang menyadari efek negatif dari nepotisme dan politik dinasti, sehingga dapat menghasilkan tuntutan untuk perubahan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Kedua ; dengan perkembangan teknologi dan media sosial, informasi dapat dengan cepat menyebar dan terhubung dengan banyak orang. Hal ini memungkinkan rakyat untuk lebih cepat mendapatkan informasi tentang tindakan politik nepotisme dan dinasti, sehingga dapat meningkatkan tekanan dan permintaan reformasi.

Ketiga ; beberapa negara telah menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi praktik nepotisme dan dinasti politik. Misalnya, beberapa negara telah membuat undang-undang untuk melarang anggota keluarga memegang jabatan politik yang berikutnya secara langsung. Selain itu, badan pemberantasan korupsi dan lembaga pengawas independen juga dapat memberikan dorongan untuk menghentikan praktik ini.

Namun, tetap kami perlu menyadari bahwa politik dinasti dan nepotisme bukanlah masalah yang dapat diselesaikan dalam semalam. Perubahan yang berkelanjutan membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten dari pemerintah, masyarakat sivil, dan seluruh masyarakat untuk menciptakan budaya politik yang lebih inklusif dan demokratis.

Alkhair Aljohore@

Johor, Malaysia

8.2.24

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Semrawutnya Parkir di Kota Kita

Semrawutnya Parkir di Kota Kita

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com