Baca Juga

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

Baca Juga

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kader

Redaksi by Redaksi
Juli 25, 2021
in Essay, Organisasasi
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

 

Baca Juga

IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

Februari 16, 2026
Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026

Oleh Ahmad Rizali 

Berdomisili di Depok

Jangan alergi dengan kader, karena sesungguhnya menjadi guru adalah pekerjaan mendidik kader anak bangsa. Dalam organisasi, kaderisasi adalah sebuah kewajiban, apalagi organisasi Negara. Gajah Mada lupa (atau tak menemukan kader yang tepat) mendidik kader dan Majapahit pelan, namun pasti runtuh.

Organisasi hebat akan memiliki banyak kader hebat. Contohnya Partai Golkar yang tak kekurangan Kader, karena sejak usia muda Partai ini sudah mendidik kadernya melalui organisasi masa usia muda. Beberapa partai mulai mengikuti jejak Golkar dengan menyiapkan kader sejak muda. 

Seringkali seorang tokoh karena kuatir organisasi yang mereka pimpin, apalagi ikut mendirikan, runtuh. Mereka tak tega melepaskan cengkeraman kekuasaannya kepada lapis di bawahnya. Sehingga pelan namun pasti, kader kader potensial mulai “mufaraqah” pindah kendaraan. 

Ketika alm. Presiden Soeharto sedemikian kuatnya ketokohannya, mayoritas rakyat Indonesia merasa tak ada yang pantas menggantikan beliau. Hal ini mirip ketika alm Soekarno jaya dan bahkan wakil Rakyat mentabalkan beliau menjadi Presiden Seumur Hidup dan Soekarno yang oleh sahabat-sahabat terdekatnya dianggap mabuk kekusaan, menerima pengangkatan itu. 

“Last minute” alm Soeharto menyadari bahwa dirinya sudah harus “Lengser Keprabon” dan mengikuti ucapannya bahwa dirinya wudah TOP (Tua Ompong Peot) dan sebelum desakan membesar, menyatakan “Berhenti”. Jika kita lihat situasi 1998 itu, jika Soeharto masih ingin bertahan, saya yakin bisa memberi perintah melibas pendemo. 

Ciri bahwa kader sudah jadi adalah, ketika sang tokoh sudah tidak lagi dilibatkan dan terlibat dlm keputusan strategis dan tatanilai organisasi tetap dipatuhi meski djalankan dengan style berbeda. Konteks menjadi penting meski substansi yang subtil tetap dijaga. Ciri kaderisasi gagal adalah ketika sang tokoh masih saja ikut ditarik tarik ikut dalam membuat keputusan besar dan lebih parah lagi, meski ikut namun tatanilai justru berubah dan sang tokoh ikut menjadi stempel pengesah.

Kaderisasi itu mirip bertanam pohon, sesuai jenis pohonnya, maka adakalanya wajib dilindungi dari gangguan cuaca, gulma dan predator. Kader gagal adalah mereka yang sudah saatnya ditinggal dari gangguan namun masih dilindungi. Pengader gagal adalah mereka yang masih nongkrong melindungi kader yang sudah saatnya dilepas untuk “fight” dan merecoki dengan style yang sudah usang. 

Selalu muncul menjadi tokoh pengader memang nikmat, namun bukankah lebih nikmat menikmati kesuksesan kader dari jauh sambil menikmati hari hari “me time” dan sesekali menerima undangan kader minum kopi mengudap jajanan ringan, sembari saling berkisah tentang heroisme dan patriotisme ?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 183x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 118x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 101x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 86x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Dinas Pendidikan Aceh

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post

Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Terhadap Prodi Bimbingan dan Konseling

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com