Bahtera Dinasti

Februari 2024
Oleh: Redaksi

Oleh Tabrani Yunis

 

Bahtera  besar ini kian terlihat reot

Besi dan baja penyangga mulai keropos

Geladak dan jangkar rapuh dimakan karat

Dinding-dinding basah pun mulai terkelupas

 

Bahtera  besar ini kian oleng

Terombang- ambing hempasan gelombang

Para penumpang semakin bimbang

Ke manakah jangkar akan ditambang

 

Bahtera  ini kian jauh dari daratan

Tinggalkan pantai menggapai tujuan

Entah ke mana nahkoda arahkan

Menuju depan malah ke buritan

 

Bahtera  ini di ambang tenggelam

Dihempas badai siang dan malam

Nahkoda bingung pun kehilangan kendali

Tak mampu lagi mengenal diri sendiri

 

Bahtera  ini terlalu sarat dengan amunisi

Mewujudkan mimpi membangun dinasti

Bahtera terseok ke kanan dan kiri

Lepas kendali lupa hati nurani

Seakan hidup beribu tahun lagi

 

Bahtera  ini kian penuh sesak dengan pengungsi

Dipenuhi gemuruh  isak tangis menyayat hati

Nahkoda tak peduli malah kian lupa diri

Mengejar mimpi untuk anak dan istri

Dinasti adalah birahi harga mati

Agar hidup bisa abadi

 

Banda Aceh, 6 Februari 2024

 

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist