Selasa, April 21, 2026

REPELITA TUBERCULOSSIS

Desember 2023
Oleh: Redaksi

Oleh : Arif Mustaqim

Pembangunan genting
Janji janji dan pencitraan membalut nyeri
Para petinggi yang awalnya bersumpah untuk memajukan negeri
Kini membangun koalisi untuk kepentingan sendiri –

Rakyat, kita berada dalam ilusi
Mereka menghalalkan segala cara untuk duduk di tahta tertinggi
HAM dicabut
Diknitas direnggut tanpa kompromi
Paham kebencian tersebar lewat media –

Bung karno? Aku ingin bercerita
Pribumi menjadi gagap berdemokrasi
Negeri ini seperti terserang tumor –

Pemimpin bangsat!
Sumpah serapah mengisi mulutku
Tak bisa tertahan, “Binatang Berdasi, Tolol, Dungu, Taiii!” .
Seorang teman menahan “Sudah, biarkan saja. Masyarakat terlalu bodoh untuk melihat siapa yang pantas”
Kuhirup udara dari pori pori bumi dengan hikmat “negeri yang indah” batin berucap

Visi repelita, misi tuberculosis –

 

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist