🔊
Dengarkan Artikel
Umat begitu ghairah
antusias dan cemas
berhimpun rakan dan sahabat
di stadium, di dewan, di padang dan apa juga jalanan untuk sebuah doa.
dilaungkan dengan penuh emosi
menjerit-jeritaku dijalanan.
Pada hakikatnya;
sebelum terpetik
untuk berdoa
Tuhan Yang Ahad sudah terlebih tahu
Sudah berabad kami berdoa untukmu Palestine
tetapi situasinya
masih begini juga.
Apa nak jadi ni!
Sehingga alam juga bosan untuk bersahabat dengan kita.
Apakah doa seluruh
umat muslimin ini
kering kontang ruhnya?
Di mana Tuhan?
Tuhan tak dengarkah?
Palestine,
kau tunggu doa hamba
yang satu ini!
Sementara itu, berjuanglah pada adatnya.
Kami kehilangan aksara dan bait untuk sebuah doa mustajab
Dungu memikir.
Alkhair Aljohore@
30.10.23
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
2 Oct 2025 • 55x dibaca (7 hari)
Harmony with Nature: A Global and Islamic Perspective
29 Nov 2025 • 52x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 50x dibaca (7 hari)
Hancurnya Sebuah Kemewahan
28 Feb 2025 • 45x dibaca (7 hari)
Hari Ampunan
1 Mar 2025 • 43x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.









