POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Analisis

Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan

Redaksi by Redaksi
Juni 10, 2023
in Analisis, Budaya, Essay, POTRET Budaya, Sastra
0
Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - IMG_5319 | Analisis | Potret Online

 

Oleh : Pril Huseno

Video  penggalan “Pantun Koruptor” dari Budayawan legendaris WS Rendra yang dibacakan dalam acara musik kalau tak salah Sawung Jabo cs (Swami-Kantata Takwa).

Baca Juga
  • Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - 19020897 f5cf 4979 bc4d 19af739ffcf8 | Analisis | Potret Online
    Perempuan
    Dewi Sartika: Lentera Priangan yang Tak Padam
    01 Feb 2025
  • 02
    Artikel
    Kritik Yang Tidak Produktif
    26 Apr 2024

Selain pantun tersebut, sajak-sajak Rendra yang digolongkan orang sebagai puisi-puisi pamflet, memang tajam menusuk. Yang disindir tidak bisa marah, kecuali hanya memanggil “Si Burung Merak” itu untuk diinterogasi aparat keamanan. Terasa pula kini, kita kehilangan greget dari Gerakan Kebudayaan sebagaimana kemarin disitir oleh bang Jus Soema di Praja, eks jurnalis Indonesia Raya.

Gerakan Kebudayaan, jika tetap hidup dan eksis di tengah komunitas anak bangsa, tidak hanya diwakili oleh gerakan-gerakan menghidupkan kesenian tari, lukis, seni suara dan sebagainya, tetapi juga gerakan memelihara adab dan literasi lewat kontinuitas dan kesinambungan berpikir.

Baca Juga
  • Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - F57742C7 3B13 4894 A03B DC2AA279609B | Analisis | Potret Online
    Artikel
    TOKO BUKU SAAT INI
    14 Mar 2022
  • Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - F5C33E88 4680 4E9B 9511 5444ECB49972 | Analisis | Potret Online
    #Kritik
    Memanfaatkan Kritik Secara Produktif
    19 Mar 2025

Gerakan Kebudayaan juga mengartikulasikan kemampuan anak bangsa untuk memilah, mana aktivitas anak bangsa yang mempunyai kontribusi positif untuk memajukan peradaban, dan mana gaya hidup dan aktivitas anak bangsa yang dapat memporakporandakan kekuatan budaya dan peradaban yang sedang berjalan.

Bangsa yang sedang menuju proses “terjun bebas” dari peradaban yang semula (adiluhung), ketat menjaga martabat/marwah individu dan kelompok, budaya malu, harga diri, menuju kualitas bangsa yang jatuh ke titik nadir akibat budaya korupsi luar biasa, kemunduran demokrasi, degradasi kualitas pendidikan dan ketahanan ekonomi/pangan, banyak dipengaruhi oleh sejauh mana kualitas peradaban terjaga, antara lain dengan Gerakan-gerakan Kebudayaan.

Baca Juga
  • Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - f2c72385 bb30 492a 946e 08ee9c7ccf67 | Analisis | Potret Online
    POTRET Budaya
    Potret di Usia Dua Puluh Dua
    08 Jan 2025
  • Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - c59d2138 638f 444d b9c9 403513973953 | Analisis | Potret Online
    Pendidikan
    DIA ALFA DAN OMEGA
    09 Jan 2025

Selain kehilangan sosok budayawan besar WS Rendra, gerakan kebudayaan juga “mengkeret” di lingkungan akademisi kampus sebagai penjaga moral intelektual bangsa. Telah amat jarang didengar, seruan-seruan perbaikan total dari kampus yang mengecam budaya korup, mau menang sendiri, sadisme, materialisme sebagai impact neoliberal kapitalistik. Sedang untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kritik sosial lewat parade seni dan puisi saja kampus tidak lagi mempunyai nyali. Padahal dulu aktivitas itu yang kerap menjaga hati nurani bangsa lewat kritik-kritik sosial tajam yang disampaikan melalui saluran seni dan kebudayaan.

Gerakan-gerakan literasi yang menghasilkan karya-karya masterpiece pemikiran anak bangsa juga seolah sayup-sayup saja. Kecuali oleh beberapa gelintir tokoh yang kerap menuliskan opini terhadap kejumudan kondisi, tetapi sebuah gerakan besar yang menghasilkan pokok-pokok pikiran tajam dan bernyali juga meredup.

Para tokoh cendekiawan muda yang dulu di awal-awal orde baru bermunculan segar antara lain tergabung di lembaga LP3ES dan lain-lain, kini seakan “hidup segan mati tak mau”. Terasa sekali, elan vital kemajuan peradaban bangsa melalui kegiatan berpikir dan literasi amat jauh berkurang.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Yogyakarta, 08 Juni 2023

Previous Post

CATATAN NANIK S DEYANG

Next Post

Ratapan Anak Pinggir Sungai

Next Post
Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - 195119bc ff11 405a 93e9 9e3bd6e0d359 | Analisis | Potret Online

Ratapan Anak Pinggir Sungai

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah