POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Analisis

Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan

Redaksi by Redaksi
Juni 10, 2023
in Analisis, Budaya, Essay, POTRET Budaya, Sastra
0
Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - IMG_5319 | Analisis | Potret Online

 

Oleh : Pril Huseno

Video  penggalan “Pantun Koruptor” dari Budayawan legendaris WS Rendra yang dibacakan dalam acara musik kalau tak salah Sawung Jabo cs (Swami-Kantata Takwa).

Baca Juga
  • 01
    Cerpen
    CINTAKU BERLABUH DI BANYUASIN
    25 Okt 2018
  • Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - IMG_2663 1 | Analisis | Potret Online
    Aceh
    POTRET, Jangan Lelah Memotret Ketidakadilan Bagi Anak Negeri
    17 Jan 2025

Selain pantun tersebut, sajak-sajak Rendra yang digolongkan orang sebagai puisi-puisi pamflet, memang tajam menusuk. Yang disindir tidak bisa marah, kecuali hanya memanggil “Si Burung Merak” itu untuk diinterogasi aparat keamanan. Terasa pula kini, kita kehilangan greget dari Gerakan Kebudayaan sebagaimana kemarin disitir oleh bang Jus Soema di Praja, eks jurnalis Indonesia Raya.

Gerakan Kebudayaan, jika tetap hidup dan eksis di tengah komunitas anak bangsa, tidak hanya diwakili oleh gerakan-gerakan menghidupkan kesenian tari, lukis, seni suara dan sebagainya, tetapi juga gerakan memelihara adab dan literasi lewat kontinuitas dan kesinambungan berpikir.

Baca Juga
  • Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - 7e3c53f2 8427 498e 9863 77113a9eb568 | Analisis | Potret Online
    POTRET Budaya
    BAHTERA DI TENGAH BADAI
    28 Jan 2024
  • 02
    POTRET Budaya
    MENEGAK SANTUN YANG KIAN REBAH
    25 Okt 2024

Gerakan Kebudayaan juga mengartikulasikan kemampuan anak bangsa untuk memilah, mana aktivitas anak bangsa yang mempunyai kontribusi positif untuk memajukan peradaban, dan mana gaya hidup dan aktivitas anak bangsa yang dapat memporakporandakan kekuatan budaya dan peradaban yang sedang berjalan.

Bangsa yang sedang menuju proses “terjun bebas” dari peradaban yang semula (adiluhung), ketat menjaga martabat/marwah individu dan kelompok, budaya malu, harga diri, menuju kualitas bangsa yang jatuh ke titik nadir akibat budaya korupsi luar biasa, kemunduran demokrasi, degradasi kualitas pendidikan dan ketahanan ekonomi/pangan, banyak dipengaruhi oleh sejauh mana kualitas peradaban terjaga, antara lain dengan Gerakan-gerakan Kebudayaan.

Baca Juga
  • Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - d649037b fc33 4678 99fb 7b95525c7a73 | Analisis | Potret Online
    POTRET Budaya
    Sebelum Aku Menjadi Guru
    25 Nov 2024
  • Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - 195119bc ff11 405a 93e9 9e3bd6e0d359 | Analisis | Potret Online
    Cerbung
    Ratapan Anak Pinggir Sungai
    07 Jun 2023

Selain kehilangan sosok budayawan besar WS Rendra, gerakan kebudayaan juga “mengkeret” di lingkungan akademisi kampus sebagai penjaga moral intelektual bangsa. Telah amat jarang didengar, seruan-seruan perbaikan total dari kampus yang mengecam budaya korup, mau menang sendiri, sadisme, materialisme sebagai impact neoliberal kapitalistik. Sedang untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kritik sosial lewat parade seni dan puisi saja kampus tidak lagi mempunyai nyali. Padahal dulu aktivitas itu yang kerap menjaga hati nurani bangsa lewat kritik-kritik sosial tajam yang disampaikan melalui saluran seni dan kebudayaan.

Gerakan-gerakan literasi yang menghasilkan karya-karya masterpiece pemikiran anak bangsa juga seolah sayup-sayup saja. Kecuali oleh beberapa gelintir tokoh yang kerap menuliskan opini terhadap kejumudan kondisi, tetapi sebuah gerakan besar yang menghasilkan pokok-pokok pikiran tajam dan bernyali juga meredup.

Para tokoh cendekiawan muda yang dulu di awal-awal orde baru bermunculan segar antara lain tergabung di lembaga LP3ES dan lain-lain, kini seakan “hidup segan mati tak mau”. Terasa sekali, elan vital kemajuan peradaban bangsa melalui kegiatan berpikir dan literasi amat jauh berkurang.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Yogyakarta, 08 Juni 2023

Previous Post

CATATAN NANIK S DEYANG

Next Post

Ratapan Anak Pinggir Sungai

Next Post
Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan - 195119bc ff11 405a 93e9 9e3bd6e0d359 | Analisis | Potret Online

Ratapan Anak Pinggir Sungai

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah