🔊
Dengarkan Artikel
Umat begitu ghairah
antusias dan cemas
berhimpun rakan dan sahabat
di stadium, di dewan, di padang dan apa juga jalanan untuk sebuah doa.
dilaungkan dengan penuh emosi
menjerit-jeritaku dijalanan.
Pada hakikatnya;
sebelum terpetik
untuk berdoa
Tuhan Yang Ahad sudah terlebih tahu
Sudah berabad kami berdoa untukmu Palestine
tetapi situasinya
masih begini juga.
Apa nak jadi ni!
Sehingga alam juga bosan untuk bersahabat dengan kita.
Apakah doa seluruh
umat muslimin ini
kering kontang ruhnya?
Di mana Tuhan?
Tuhan tak dengarkah?
Palestine,
kau tunggu doa hamba
yang satu ini!
Sementara itu, berjuanglah pada adatnya.
Kami kehilangan aksara dan bait untuk sebuah doa mustajab
Dungu memikir.
Alkhair Aljohore@
30.10.23
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






