🔊
Dengarkan Artikel
Zulkifli Abdy
Terkadang ingin aku bertanya..,
Apakah anak-anak jenjang itu
telah mati
Sehingga tak dapat lagi untuk
berpijak langkah mendaki
Apakah tiang payung itu telah
rapuh
Sehingga tak sanggup lagi
sebagai tempat berteduh
Apakah tali-temali itu telah
tersangkut
Sehingga tak bisa lagi untuk
tangan bergayut
Pengembaraan spritual telah
menjawab..,
Mati tak berarti berhenti
Rapuh akankah renyuh
Bergayut agar terluput
Putus jangan sampai pupus
Hidup tak hanya berhenti
pada mati
Mati awal dari sebuah akhir
Hidup laksana persinggahan
yang singkat
Hidup setelah mati keabadian
yang sesungguhnya.
(Beranda, medio September 2021)
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






