• Latest
Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa - b3245cee e0d8 4d54 858e 190f9130a2a0 | Jalan-jalan | Potret Online

Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa

April 22, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 22, 2025
in Jalan-jalan
Reading Time: 3 mins read
0
Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa - b3245cee e0d8 4d54 858e 190f9130a2a0 | Jalan-jalan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Gunawan Trihantoro

Sekretaris FKEAI Jawa Tengah

Hari Bumi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif terhadap hubungan manusia dan alam. Di tengah krisis iklim, langkah kecil seperti menanam pohon menjadi bentuk kontribusi nyata.

Pohon matoa (Pometia pinnata) adalah flora endemik Indonesia yang tumbuh subur di Papua, Maluku, dan Sulawesi. Ia bukan hanya eksotis dalam rasa buahnya, tapi juga kaya nilai ekologis.

Dengan tajuk “Tanam Pohon Matoa, Selamatkan Bumi”, gerakan penghijauan tahun ini menyentuh akar dari problem ekosistem: degradasi lingkungan dan hilangnya tutupan hijau.

Pohon matoa tergolong tanaman yang toleran terhadap berbagai kondisi tanah. Ketahanannya menjadikannya cocok sebagai pohon penghijauan di kawasan urban maupun pedesaan.

Selain menghasilkan buah yang bergizi, matoa mampu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen dalam jumlah signifikan. Ia menjadi penyeimbang alami dalam rantai kehidupan.

Daun-daun matoa juga menyediakan tempat hidup bagi serangga penyerbuk. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati lokal.

Penanaman pohon matoa sejalan dengan prinsip ekologis berkelanjutan. Kita tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan, menanam masa depan.

Melalui kampanye tanam matoa di Hari Bumi, kesadaran kolektif bisa dibangun, bahwa bumi tidak akan pulih tanpa keterlibatan aktif manusia.

Satu pohon memang tak bisa menyelamatkan dunia, tetapi sejuta matoa yang tumbuh bisa menjadi hutan harapan. Inilah bentuk perlawanan terhadap perubahan iklim.

Matoa juga menyimpan kearifan lokal, di mana masyarakat adat memaknainya sebagai simbol keseimbangan dan kelimpahan. Memelihara matoa, berarti merawat budaya.

Kita sering merayakan kemajuan dengan membangun gedung tinggi dan jalan lebar. Namun, merawat bumi artinya juga memberi ruang hidup bagi pohon dan satwa.

Sekolah-sekolah, kampus, dan kantor bisa menjadi lokasi strategis untuk menanam matoa. Edukasi dan aksi lingkungan dapat berpadu dalam praktik nyata.

Bagi generasi muda, menanam matoa bukan sekadar tugas pelestarian, melainkan investasi ekologis jangka panjang. Pohon hari ini, oksigen esok hari.

Hari Bumi adalah panggilan moral agar kita tidak lagi menjadi penonton kerusakan. Matoa menjadi lambang bahwa kita bisa memilih untuk bertindak.

Pemerintah dan swasta perlu bersinergi dalam gerakan tanam pohon. Insentif, regulasi hijau, dan kampanye publik akan memperkuat dampaknya.

Bumi sedang panas, es kutub mencair, dan bencana menjadi biasa. Tapi secercah hijau di halaman rumah bisa memperlambat laju kehancuran.

Matoa tidak menuntut banyak: cukup sinar, air, dan tanah. Tapi ia memberi banyak: buah, naungan, udara bersih, bahkan estetika.

Di Hari Bumi ini, mari mulai dari yang sederhana. Satu benih matoa di pekarangan bisa menjadi pohon rindang di masa depan.

Seperti pepatah bijak, “Siapa menanam, dia menuai.” Menanam pohon matoa adalah menanam kehidupan yang akan dinikmati oleh anak cucu.

Jika bumi adalah ibu, maka matoa adalah pelukannya yang teduh. Ia merawat, menguatkan, dan menyembuhkan luka-luka yang kita buat.

Esok mungkin terlalu terlambat. Maka tanamlah hari ini, agar bumi kembali tersenyum. Dan biarlah matoa menjadi saksi cinta kita pada kehidupan. (*)

Share234SendTweet146Share
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Next Post
Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa - IMG 20250422 WA0015 | Jalan-jalan | Potret Online

Dunia Dongeng

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com