POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 22, 2025
in Jalan-jalan
0
Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa - b3245cee e0d8 4d54 858e 190f9130a2a0 | Jalan-jalan | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro

Sekretaris FKEAI Jawa Tengah

Hari Bumi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif terhadap hubungan manusia dan alam. Di tengah krisis iklim, langkah kecil seperti menanam pohon menjadi bentuk kontribusi nyata.

Baca Juga
  • Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa - IMG 20250219 WA0003 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Ujung Gading, Bana Park, Air Terjun Sipagogo dan Bendungan Lubuk King
    19 Feb 2025
  • Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa - 1000496097_11zon | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Jakarta Poetry Slam Akan Menggelar Malam Chairil Anwar di Hari Puisi Nasional
    11 Apr 2025

Pohon matoa (Pometia pinnata) adalah flora endemik Indonesia yang tumbuh subur di Papua, Maluku, dan Sulawesi. Ia bukan hanya eksotis dalam rasa buahnya, tapi juga kaya nilai ekologis.

Dengan tajuk “Tanam Pohon Matoa, Selamatkan Bumi”, gerakan penghijauan tahun ini menyentuh akar dari problem ekosistem: degradasi lingkungan dan hilangnya tutupan hijau.

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    Segala Urusan Akan Dimudahkan Jika Kita Mencintai Anak Yatim
    05 Mar 2018
  • Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa - 5F60590C E1DC 48E0 B75E BE3337AA84C2 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Cabdindik Bener Meriah Bedah Rumah Siswa
    02 Sep 2022

Pohon matoa tergolong tanaman yang toleran terhadap berbagai kondisi tanah. Ketahanannya menjadikannya cocok sebagai pohon penghijauan di kawasan urban maupun pedesaan.

Selain menghasilkan buah yang bergizi, matoa mampu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen dalam jumlah signifikan. Ia menjadi penyeimbang alami dalam rantai kehidupan.

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    Banda Aceh Kini Miliki Galeri Wisata Representatif
    10 Mei 2017
  • 02
    Jalan-jalan
    Tas Nano Motif Aceh
    09 Okt 2017

Daun-daun matoa juga menyediakan tempat hidup bagi serangga penyerbuk. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati lokal.

Penanaman pohon matoa sejalan dengan prinsip ekologis berkelanjutan. Kita tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan, menanam masa depan.

Melalui kampanye tanam matoa di Hari Bumi, kesadaran kolektif bisa dibangun, bahwa bumi tidak akan pulih tanpa keterlibatan aktif manusia.

Satu pohon memang tak bisa menyelamatkan dunia, tetapi sejuta matoa yang tumbuh bisa menjadi hutan harapan. Inilah bentuk perlawanan terhadap perubahan iklim.

Matoa juga menyimpan kearifan lokal, di mana masyarakat adat memaknainya sebagai simbol keseimbangan dan kelimpahan. Memelihara matoa, berarti merawat budaya.

Kita sering merayakan kemajuan dengan membangun gedung tinggi dan jalan lebar. Namun, merawat bumi artinya juga memberi ruang hidup bagi pohon dan satwa.

Sekolah-sekolah, kampus, dan kantor bisa menjadi lokasi strategis untuk menanam matoa. Edukasi dan aksi lingkungan dapat berpadu dalam praktik nyata.

Bagi generasi muda, menanam matoa bukan sekadar tugas pelestarian, melainkan investasi ekologis jangka panjang. Pohon hari ini, oksigen esok hari.

Hari Bumi adalah panggilan moral agar kita tidak lagi menjadi penonton kerusakan. Matoa menjadi lambang bahwa kita bisa memilih untuk bertindak.

Pemerintah dan swasta perlu bersinergi dalam gerakan tanam pohon. Insentif, regulasi hijau, dan kampanye publik akan memperkuat dampaknya.

Bumi sedang panas, es kutub mencair, dan bencana menjadi biasa. Tapi secercah hijau di halaman rumah bisa memperlambat laju kehancuran.

Matoa tidak menuntut banyak: cukup sinar, air, dan tanah. Tapi ia memberi banyak: buah, naungan, udara bersih, bahkan estetika.

Di Hari Bumi ini, mari mulai dari yang sederhana. Satu benih matoa di pekarangan bisa menjadi pohon rindang di masa depan.

Seperti pepatah bijak, “Siapa menanam, dia menuai.” Menanam pohon matoa adalah menanam kehidupan yang akan dinikmati oleh anak cucu.

Jika bumi adalah ibu, maka matoa adalah pelukannya yang teduh. Ia merawat, menguatkan, dan menyembuhkan luka-luka yang kita buat.

Esok mungkin terlalu terlambat. Maka tanamlah hari ini, agar bumi kembali tersenyum. Dan biarlah matoa menjadi saksi cinta kita pada kehidupan. (*)

Previous Post

HABA Si PATok

Next Post

Dunia Dongeng

Next Post
Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa - IMG 20250422 WA0015 | Jalan-jalan | Potret Online

Dunia Dongeng

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah