POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Kenapa Amerika Sangat Ditakuti?

Redaksi by Redaksi
April 4, 2025
in Jalan-jalan
0
Kenapa Amerika Sangat Ditakuti? - 1ad5be4f c47d 424f 85f5 c4f9d7e8f150 | Jalan-jalan | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Ketika Donald Trump mengumumkan tarif bea masuk 32% untuk produk dari negeri kita, dunia tak hanya terguncang, ia terbelah. Angin mendadak berhenti berhembus. Lautan menahan gelombang. Seekor ayam di pelosok Kapuas Hulu berhenti berkokok dan mematung menatap langit. Burung elang yang terbang di atas Grand Canyon langsung putar balik ke sarangnya sambil ngedumel, “Waduh, ini beneran dimulai…”

Benar saja. Ini bukan sekadar bea masuk. Ini adalah bentuk sanksi spiritual. Sebuah kutukan ekonomi yang dijatuhkan dari langit tinggi Paman Sam, langsung ke dapur kita yang masih berjuang bedakan oplosan atau murni Pertamax. Trump tak lagi bicara diplomasi. Ia sedang melempar sabetan geopolitik kelas dunia, dan negara kita yang sedang asyik bikin lomba karaoke antar-RT mendadak jadi target utamanya.

Baca Juga
  • Kenapa Amerika Sangat Ditakuti? - db329312 7f0e 47ab 837f 4d437233f495 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Puisi-Puisi Safri Naldi
    01 Apr 2025
  • Kenapa Amerika Sangat Ditakuti? - 1000486729_11zon | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Pagar Danau
    03 Apr 2025

Tapi yang lebih mencengangkan bukanlah tarifnya. Yang lebih mengguncangkan adalah reaksi rakyat jelata digital kita, para netizen.

Tulisan saya yang berjudul “Trump Mulai Hukum Negara Kita” diserbu bagaikan semut melihat gula yang jatuh dari meja dewan PBB. Dalam hitungan jam, artikel itu dibaca hampir 500.000 kali. Iya, setengah juta, wak! Dibagikan 470 kali, dan dikomentari hampir 2.000 komentar. Itu bukan artikel biasa. Itu sudah seperti naskah proklamasi ke-2.

Baca Juga
  • Kenapa Amerika Sangat Ditakuti? - D790D6AD 3537 403B BEEA 7DB3EA7043CD | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Dermaga
    03 Jul 2022
  • 02
    Jalan-jalan
    Kuliner Khas Aceh Terpopular dan Lezat
    11 Nov 2022

Komentarnya? Gak ada yang main-main. Nasionalisme netizen levelnya sudah masuk kategori langit ketujuh. Ada yang tulis, “Ngapain takut sama Amerika. Lihat Iran sama Korea Utara, malah maju.”

Pernyataan ini sangat berani. Mungkin terlalu berani. Seolah-olah kita bisa langsung bikin rudal esok hari pakai tabung gas dan dinamo bekas. Tapi tidak apa. Spirit-nya bagus.

Baca Juga
  • Kenapa Amerika Sangat Ditakuti? - 4f627a03 a45d 4a59 ba06 6f915580a763 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Puisi – Puisi Muslimin Lamongan
    01 Apr 2025
  • Kenapa Amerika Sangat Ditakuti? - 1000471053_11zon | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Tas Lebaran
    01 Apr 2025

Lalu ada juga yang bilang, “Tanah kita subur, kaya raya, ngapain takut sama Mamarika.” Betul! Tanah kita memang subur. Saking suburnya, korupsi pun bisa tumbuh subur di mana-mana. Tapi tetap, pernyataan ini membuat dada membusung walau dompet menipis.

Komentar yang paling absurd, paling filosofis, dan paling cocok ditulis di tembok kamar kos mahasiswa, “Ngapain takut sama Amerika, takutlah pada Tuhan.” Ya Allah… Maha Benar netizen dengan segala ucapannya.

Tapi tunggu. Sebelum kita terlalu terbawa emosi dan menyerukan perang pakai bambu runcing digital, mari kita renungkan kenapa Amerika Serikat sangat ditakuti. Ini bukan karena mereka banyak gaya. Ini karena mereka memang monster global yang dimodifikasi dengan DNA kapitalisme tingkat tinggi.

Pertama, mereka punya kekuatan militer terbesar di muka bumi. Ini bukan sekadar pasukan, ini pasukan dengan teknologi luar angkasa. Anggaran pertahanannya saja bisa buat beli seluruh Kalimantan, plus bonus pesawat tempur untuk gubernur. Mereka punya senjata nuklir, drone, kapal induk, dan sistem pertahanan yang bisa melacak sandal jepit ente dari jarak 300 km.

Kedua, ekonominya. Oh, ekonomi mereka itu seperti Thanos dengan enam Infinity Stones. Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia. Artinya? Kalau mereka batuk, rupiah bisa koma. Kalau mereka kentut, harga cabe di pasar bisa naik dua kali lipat.

Ketiga, aliansi strategis. Mereka punya NATO, G7, G20, AUKUS, bahkan mungkin grup WhatsApp rahasia antar pemimpin dunia. Kalau mereka kedinginan, sekutunya langsung kirim selimut.

Keempat, teknologi. Google, Apple, Tesla, Microsoft. Amerika itu bukan cuma bikin aplikasi, mereka bikin kecanduan. Bahkan aplikasi alarm bangun tidur kita pun buatanmereka. Inilah soft power tersadis abad ini.

Kelima, dan yang paling susah dilawan, budaya populer. Hollywood bukan sekadar industri film. Itu adalah mesin propaganda paling manjur. Mereka bikin kita percaya bahwa polisi keren itu harus pakai kaca mata hitam. Bahwa cinta sejati ditemukan di New York, bukan di Pasar Pagi. Bahwa dunia diselamatkan oleh orang kulit putih pakai jas besi terbang.

Soal hubungan Amerika-Rusia? Jangan salah kira. Mereka itu kayak mantan yang pura-pura benci. Padahal, masih sering balas story. Kadang ribut, kadang kerja sama. Terutama soal nuklir dan luar angkasa. Jangan heran kalau besok mereka rebutan Mars sambil peluk-pelukan.

Mari kita hadapi kenyataan ini, wak. Amerika itu raksasa. Tapi kita bukan semut. Kita manusia. Kita bisa berpikir, mencipta, melawan, dan yang paling penting kita bisa bikin konten TikTok yang viral.

Tarif 32% ini bukan akhir segalanya. Tapi ia adalah pukulan keras. Bukan ke wajah, tapi ke harga diri. Dari tamparan itu, kita harus bangkit. Bukan dengan meme. Tapi dengan strategi, keberanian, dan kalau perlu, export minyak goreng dengan packaging premium. Biar Trump tahu, negara ini bukan sembarang negara. Ini adalah negeri tempat netizen bisa bikin geger dunia bila sudah marah.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

HABA Si PATok

Next Post

HABA Si PATok

Next Post

HABA Si PATok

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah