• Latest
C2BA8137-6176-4960-91AB-9D2828AF285F_11zon

Program Peduli SDIT Muhammadiyah Manggeng,

Februari 9, 2022
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Program Peduli SDIT Muhammadiyah Manggeng,

Membangun sikap simpati dan empati anak sejak usia dini

Redaksi by Redaksi
Februari 9, 2022
in Pendidikan, Abdya, Aksi Sosial, Edukasi, Jalan-jalan
Reading Time: 2 mins read
0
C2BA8137-6176-4960-91AB-9D2828AF285F_11zon
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Manggeng, Potretonline.com. Selasa, 8 Februari 2022. SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya kembali mengadakan program bulanannya, SDIT Peduli.

Kali ini, murid murid SDIT mengadakannya di Gampong Tengah Kecamatan Manggeng. Murid SDIT pergi dari sekolah berjalan kaki ke rumah tersebut, yang berjarak hanya 1 km dari sekolah. Tampak sorak gembira dari murid pun terdengar begitu senang.

Bapak Arrahman, atau orang sekitarnya memanggilnya dengan bapak Rahman, berumur 51 tahun dan telah menikah dengan orang Jawa Tengah, bernama Sartinah yang berumur 40 tahun.

Mereka dikaruniai 4 Anak. 3 perempuan dan 1 laki – laki. Anak pertama kelas 5 SD, yang kedua kelas 4 SD, yang ketiga kelas 1 SD , dan terakhir mau masuk TK.

Sampai saat ini beliau belum memiliki rumah pribadi dan masih berpindah-pindah dengan menyewai rumah kontrakan, pekerjaan beliau pedagang sayur di pasar pagi dan kemudian ketika siang memindahkan barang dagangannya ke pasar Manggeng untuk dijual di siang hari.

Beberapa bulan lalu, Bapak Rahman mendapat musibah, beliau ditabrak oleh pengendara motor dari arah belakang yang mengakibatkan kakinya patah. “waktu itu sehabis shubuh saya mencari rezeki , dengan menjual sayur di pasar pagi, lalu saya ditabrak oleh sepeda motor dari belakang, saya jatuh, dan ketika jatuh saya mengalami kesusahan dalam berdiri. Saya dibantu oleh orang lain dan dilarikan ke puskesmas ternyata kaki saya patah. Lalu saya dirujuk ke rumah sakit Korea Di Blangpidie. Kata dokter, kaki saya harus disemen, sayapun menyetujui saran dokter. Ternyata disemen juga tidak bisa. Akhirnya dokter memutuskan untuk mengoperasi. Lalu saya dirujuk ke Rumah Sakit Kesdam di Banda Aceh. Di sini saya dioperasi. Sekarang untuk sementara waktu saya belum bisa berjalan” tutur Bapak Rahman dengan mata yang berkaca kaca.

Sartinah, sang istri juga bercerita ” saya juga tidak bekerja, saya seorang ibu rumah tangga, dan saya tidak bisa bekerja jika harus meninggalkan suami saya sendirian di rumah. Alhamdulillah untuk makan sehari dapat tercukupi dari bantuan tetangga” tutur Sartinah.

Demikian Kisah Bapak Rahman yang sedang dilanda musibah. Sehingga pihak sekolah bersama para siswa turut membantu meringankan beban keluarga beliau. Dalam penyerahan bantuan tersebut ustazah Yola mengatakan “Semoga Bapak Rahman dan keluarga selalu dalam pertolongan Allah. Allah tau bapak Rahman kuat dalam menjalani hidupnya, jadi Bapak Rahman diuji agar bisa lebih sabar lagi dalam menjalani hidup”

Maka dengan berbagai latar belakang diturunkannya bencana, sesungguhnya Allah SWT telah menakar kadar musibah sesuai dengan kemampuan manusia. Allah berfirman dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 286 berbunyi: لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا “La yukallifullahu nafsan illa wus’aha.” “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Program Peduli SDIT Muhammadiyah Manggeng, - EB2C3B22 561B 4FC1 B97C 9459815B2C91 | Pendidikan | Potret Online

Menumbuhkan dan Mengembangkan Sikap Berterima Kasih Pada Anak

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com