POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Bedah Buku Kembara Penyair Ikhtisas Meriah

Bedah buku Kembara Penyair Ikhtisas Bawa Nilai Positif Perkembangan Sastra Bedah buku Kembara Penyair Ikhtisas Membludak, Tampilkan Presiden Penyair Indonesia Sutardji Tampilkan Presiden Penyair Indonesia Sutardji, Bedah Buku KIP Membluda

RedaksiOleh Redaksi
June 17, 2023
Bedah Buku Kembara Penyair Ikhtisas Meriah
🔊

Dengarkan Artikel

k

 

Jakarta, Potretonline.com, 17/06/23. Bedah buku Kembara Penyair Ikhtisas (KIP) membawa nilai-nilai positif secara makro terhadap perkembangan sastra, baik masalah lembaga-lembaga sastra, para penulis maupun media sastra. Diharapkan kegiatan ini menjadi satu simbol bangkit dan perkembangnya Pusat Dokumentasi Sastra HP Jassin.  Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Firmansyah ketika membuka bedah buku Indonesia-Malaysia Kembara Penyair Ikhtisas, Jumat (16/6/2023) di aula Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Komplek Taman Ismail Marzuki, Cikini Jakarta Pusat.

Dalam acara itu turut hadir Wakil Gubernur Sumbar, diwakili Kepala Penghubung Provinsi Sumatera Barat di DKI Jakarta Aschari Cahyaditama, S.STP, M. Soc.Sc, Ph.D dan penulis/editor buku KIP Prof. Dr. Dato Kepten Hashim Yacoob dari Malaysia.

Dikatakan Firmansyah, hubungan Indonesia – Malaysia dalam dunia sastra bukan waktu yang sebentar. Sastra Indonesia – Malaysia mempunyai induk yang sama yakni Melayu Klasik. Sastra Melayu bisa menjadi titik pijak baru bagi kedua negara tersebut untuk lebih memperkuat hubungan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai Melayu Raya.

“Bedah buku Indonesia-Malaysia merupakan gagasan yang baik sekali. Bedah buku ini merupakan cerminan perkembangan peradaban sastra di ASEAN. Masyarakat sastra Indonesia-Malaysia sama-sama berakar dari nilai dan tradisi budaya yang sama. Sebagai negara serumpun, masyarakat Indonesia-Malaysia memiliki semangat gotong royong dan tolong menolong sejak dulu. Sastra menjadi media efektif mempererat persaudaraan Indonesia-Malaysia,” kata Firmansyah.

📚 Artikel Terkait

Membaca Tragedi Sumatera Lewat Lensa Analisis AI

Riska Zulpiana Bawa Bangka Selatan Raih Juara Duta GenRe Babel Empat Tahun Berturut-turut

Kemenangan Miss Universe: Satu Dekade Advokasi dan Figur Inspiratif

Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana

Firmansyah berharap, hasil bedah buku ini dapat didokumentasikan, dipublikasikan kepada masyarakat dan disimpan di Pusat Dokumentasi HB Jassin ini. “Bedah buku Indonesia-Malaysia ini merupakan wujud nyata perhatian kita bersama terhadap pentingnya membangun kedalaman dalam membicarakan persoalan-persoalan sastra sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap sastra,” tutur Firmansyah.

Bedah buku menampilkan dua pembedah, Dosen UNJ yang juga sastrawan Dr. Helvy Tiana Rosa dan Mantan Direktur Departemen Pengembangan Bahasa dan Sastera Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dan Pakar Bidang Penulisan Kreatif Majlis Sastera Asia Tenggara (Mastera), Malaysia Dr. Abang Patdeli dengan moderator Swary Utami. Peserta yang semula ditargetkan 100 orang, membludak hingga 150 orang.

Bedah buku diakhiri dengan penampilan pembacaan puisi oleh Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri yang sudah berusia 82 tahun pada 24 Juni 2023. Juga tampil penyair lainnya seperti Jose Rizal Manua, Boyke Sulaiman, Octavianus Masheka dan pembaca puisi paling muda Athena Qania Siregar yang masih berusia 10 tahun dengan puisi berjudul Komodo The Legend of Indonesia.

Ketua DPD SatuPena Sumatera Barat Sastri Bakry menyebutkan bedah buku ini diselenggarakan DPD SatuPena Sumbar. Buku yang dibedah kumpulan puisi yang ditulis penyair Indonesia dan Malaysia. Ada tujuh penulisnya. Mereka adalah Hamad Kama Piah, Sastri Bakry, Zaini Ujang, Zab Bransah, Radzuan Ibrahim, Mohammad Hatta Shaharom dan Hasyim Yacoob.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin yang mengizinkan  pelaksanaannya di sini. Ternyata bedah buku ini mendapat perhatian luar biasa, sehingga peserta melebihi dari target panitia,” tutur Sastri Bakry.

Hadirnya penyair-penyair yang ternama dalam bedah buku puisi ini memang patut diapresiasi. Mereka meluangkan waktunya dan berkenan membaca puisi di hadapan  peserta.”Terima kasih kepada pembedah buku dan penyair yang tampil luar biasa,” kata Sastri Bakry usai penampilan pembacaan puisi oleh para penyair.
Turut memberikan laporan Ketua Panitia Bedah Buku KIP Pipiet Senja.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 183x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 173x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 135x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 114x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 110x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
192
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Puisi – Puisi  SRI WAHYUNI

Puisi - Puisi SRI WAHYUNI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00