• Latest
Belum Lelah Menggugah - potret ultah | #Gerakan Menulis | Potret Online

Belum Lelah Menggugah

April 9, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Belum Lelah Menggugah

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
April 9, 2025
in #Gerakan Menulis, Budaya Menulis, Gemar menulis, Guru Menulis, Latihan Menulis, Lomba Menulis, Lomba Menulis POTRET, Media, Media Cetak, media online, Media Perempuan, Menulis, Menulis Berhadiah, Pelatihan Menulis
Reading Time: 4 mins read
0
Belum Lelah Menggugah - potret ultah | #Gerakan Menulis | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Tabrani Yunis

Eksistensi POTRET yang pada awalnya dalam konsep majalah yang dicetak bulanan, dan kini sejalan perjalanan waktu dan perubahan zaman bermetamorfosis ke format online, yakni Potretonline.com, mengusung mimpi yang begitu besar. Membangun gerakan menulis di kalangan perempuan, yang saat itu dimulai dari Aceh. Majalah atau media yang lahir dari sebuah keprihatinan akan rendahnya akses dan kontrol perempuan terhadap media itu, terpanggil untuk melakukan intervensi terhadap persoalan yang dihadapi oleh perempuan, khususnya di Aceh dan Indonesia pada umumnya. Maka, pada tahun 1998 POTRET digagas menjadi sebuah wacana dan rencana di Center for Community Development and Education (CCDE) yang merupakan sebuah LSM lokal yang bekerja untuk pemberdayaan dan penguatan perempuan akar rumput.

Namun wacana itu, tidak bisa terwujud dengan cepat, seperti membalik telapak tangan. Tidak ada yang instant. Semua harus berproses. Modal awal adalah ide dan idealisme. Ada mimpi yang ingin diwujudkan. Tentu saja tidak ingin mimpi itu menjadi sekadar wacana dan utopia. Oleh sebab itu, CCDE berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan mimpi itu. Upaya yang sungguh-sungguh, akhirnya mendatangkan hasil. Sebuah organisasi di Jerman mendukung perwujudan mimpi ini. Sebuah program kecil didukung, yakni mengadakan kegiatan menulis dan menerbitkan POTRET sebagaimana sudah diformat saat itu.

Realisasinya adalah dilakukan pelatihan menulis untuk 25 perempuan akar rumput (grassroot women) dari kelompok perempuan dampingan CCDE di enam kabupaten di tahun 2001. Dengan pelatihan selama 3 hari tiga malam itu, melahirkan sejumlah tulisan sederhana yang ditulis tangan. Tulisan-tulisan menjadi cikal bakal penerbitan edisi perdana POTRET pada 11 Januari 2003. Memakan waktu yang lama, karena ketiadaan tenaga yang mumpuni untuk mengemas media. Alhamdulilah pada 11 Januari 2003 edisi perdana meluncur dan menjadi  tonggak sejarah terbitnya media perempuan Aceh. 

Kami boleh klaim bahwa POTRET adalah media perempuan Aceh. Oleh sebab itu, POTRET menggunakan tagline “ Media Perempuan Aceh yang kritis dan Cerdas”.  POTRET merupakan bentuk affirmasi bagi perempuan Aceh, khususnya dan perempuan Indonesia umumnya. Sehingga tak dapat dimungkiri bahwa POTRET menjadi media bagi perempuan untuk melatih dan merawat kemampuan menulis, mendistribusikan pikiran dan masalah secara tertulis. 

Dengan kata lain, POTRET menjadi media belajar menulis, media advokasi dan media untuk mengangkat segala macam isu atau masalah yang dihadapi kaum perempuan. Tidak salah pula bila POTRET menjadi media membangun kemampuan literasi kaum perempuan, walau ada beberapa tulisan laki-laki yang juga dimuat di POTRET. 

Penggunaan tagline “Media Perempuan Aceh” merupakan bentuk konsistensi bersama untuk tetap menjaga agar majalah  perempuan Aceh tetap ada dan tidak berubah, karena kepentingan bisnis. Ya, sebagaimana kita ketahui bahwa yang namanya media sangat membutuhkan sumber energi, untuk bisa terbit. Oleh sebab itu harus dikelola secara bisnis. Tentu saja bisnis yang menguntungkan. Kalau tidak menguntungkan, maka akan gulung tikar.  Banyak yang menyarankan agar POTRET dikelola secara bisnis, bahkan pernah ada yang ingin membawa POTRET hijrah ke Jakarta. Namun, akhirnya komitmen yang kuat mempertahankan agar POTRET tetapi istiqamah.

Pengalaman sudah banyak memberikan bukti, bahwa banyak media yang lahir sebelum, semasa dan sesudah POTRET harus gulung tikar, karena tidak mampu meraih keuntungan. Tidak usah kita sebutkan media apa saja yang telah gulung tikar. Para membaca yang rajin mengamati media, pasti tahu dan ingat media apa saja yang telah hilang dan kemudian ada yang bermetamorfosis ke media online.

Tak Henti Berbenah

Sejak hadirnya POTRET  di tahun 2003 hingga kini POTRET terus berbenah. Boleh dikatakan tak henti  berbenah dan terus berbenah menjadi media suluh bagi perempuan, sebagai media yang dibangun dengan modal idealisme, mengharuskan POTRET untuk selalu berbenah. Ya, berbenah agar majalah POTRET tetap dekat di hati setiap orang yang membaca dan menulis, sebagai kontributor.  Berbenah dan tetap konsisten dengan gerakan dan strategi awal. Bukan sombong, bahwa sudah sangat banyak upaya berbenah yang dilakukan oleh POTRET dalam berbagai bentuk dan wujud.  Pembenahan yang dilakukan sejak pertama adalah mengubah perwajahan POTRET yang terus mengikuti kebutuhan pembaca agar terus menarik untuk dipandang mata dan menarik untuk dibaca hingga tuntas.

Pembenahan yang tiada henti dengan berbagai innovasi, kreasi secara produktif  dan tak henti-hentinya menggugah banyak orang untuk selalu produktif menulis. Tidak salah kalau dikatakan bahwa POTRET terus mengajak, memotivasi semua orang untuk menulis dan POTRET berupaya keras menyediakan ruang kreasi serta sekaligus mengapresiasi para pembaca dan penulis dengan berbagai cara. Semua dilakukan dalam rangka menggapai mimpi membangun budaya literasi anak negeri yang hingga saat ini menjadi akar masalah pembangunan bangsa ini.

Berlimpah Hadiah

POTRET sebagai media edukasi bagi perempuan, remaja dan dewasa, bukan hanya untuk perempuan, laki-laki pun mendapat ruang untuk menulis di POTRET, di Aceh dan di luar Aceh.  Sebagai media edukasi yang dikelola secara nirlaba, POTRET telah sering mengadakan lomba atau sayembara, mulai dari lomba menulis, hingga sayembara yang berlimpah hadiah, seperti sepeda motor listrik, springbed, sepeda dan berbagai macam hadiah hiburan. Itu semua dilakukan untuk memotivasi masyarakat agar mau menulis.

Barangkali akhir-akhir ini, para pembaca dan penulis sudah membaca informasi di rubrik Haba Mangat tentang lomba menulis yang rutin dilakukan setiap bulan dengan tema aktual setiap bulan. Bukan hanya itu, juga ada Jajak pendapat yang mengangkat isu aktual dan berhadiah kaos eksklusif POTRET. 

Mengapa ini kami lakukan terus. Tujuan akhir adalah berharap segala upaya yang dilakukan ini mendapat ridha dari Allah dan menjadi berkah amal dan ibadah bagi kami pengelola POTRET. Ayo bersama POTRET kita ukir masa depan yang lebih baik dan berharga.

Share234SendTweet146Share
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Next Post
Belum Lelah Menggugah - 1000490000_11zon | #Gerakan Menulis | Potret Online

Lautan Darah dan Susu yang Kering

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com