POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

CATATAN NANIK S DEYANG

Dari catatan Nanik S Deyang di bawah ini, taulah kita bahwa perlindungan ke usaha anak negeri sendiri sudah harus diurus sebenar-benarnya oleh pemerintahan baru nanti. Liberalisme ekonomi jangan kelewat batas, sampai-sampai usaha UMKM dan warung-warung jajanan kecil pun orang asing dibolehkan berusaha di sektor rakyat kecil itu.

RedaksiOleh Redaksi
June 10, 2023
Bike to work,why not?
🔊

Dengarkan Artikel

 

Dulu ruko depan komplek saya itu dah kayak ruko mati, yang masih hidup hanya toko bangunan, dan bakso yang jualan di emper bangunan.

Ruko-ruko lain sudah bolak-balik penghuni (atau berganti-ganti penghuni), baik untuk jualan, kantor maupun restoran, semua ambrol alias gak ada yang jadi.

Sore ini, berbekal rekomendasi Pak Su bahwa di Ruko depan ini ada refleksi yang lumayan enak, maka ba’da asar tadi saya menuju sasaran. Masya Allah betapa terkejutnya saya, sekarang komplek Ruko ini jadi ramai polll. Mau parkir mobil pun susah.

Saya gak langsung ke tempat refleksi, saya kelilling dulu, ternyata Ruko ini sudah jadi komplek bisnis Korea, di sini tak hanya minimarket Korea, mulai rumah makan, café, perkantoran, sampai tempat refleksi saya ini milik orang Korea….

Jadi kok enak ya asing investasi di Indonesia, mulai kelas rumah makan sampai refleksi, karaoke, toko kelontong asing boleh masuk, ya gimana melayu kecil bisa bersaing ya?

Saya kok ngenes, lama-lama melayu atau pengusaha lokal yang menengah ke bawah musnah dan semua bisnis di semua lini dikuasai asing. Padahal kita pengusaha kelas menengah kalau mau buka usah di Luar Negeri susahnya bukan main.

Padahal di zaman Orba sampai zaman SBY, usaha UMKM itu tadi boleh dimasuki asing, karena itu lahannya pengusaha lokal, kok sekarang pengusaha kelas kaki lima saja asing bebas berusaha di Indonesia.

Saya pernah pergi ke Tanah Abang Metro, saya ngobrol dengan karyawan toko, ternyata sebagian besar pemilik toko adalah warga Tiongkok yang bahasa Indonesia saja gak bisa.

Kawan saya pengusaha China asli Indonesia yang bukan pengusaha besar, termasuk yang ikut resah dengan hadirnya pengusaha asing yang memasuki bisnis-bisnis kelas UMKM. Dia cerita di Pluit, banyak orang China dari Tiogkok tak hanya berjualan di tingkat warung, tapi sampai menjajakan kue-kue.

📚 Artikel Terkait

Mengenal Petinggi Wilmar Group Penyuap Tiga Hakim 60M

Forkompinda Bentuk Tim Selesaikan Kisruh MPU Kota

Perang Iran-Israel: Dilema dan Refleksi Umat Muslim

Sukses itu Apa Sih?

Dia juga cerita di beberapa Apartemen di Jakarta Utara kalau kantor Imigrasi mau gerebek itu isinya orang Tiongkok yang pakai visa wisata, tapi mereka bisnis di Indonesia. Tiap tiga bulan sekali mereka ke airport kongkalikong dengan oknum imigrasi untuk  mendapatkan cap paspornya, jadi seolah dia sudah balik ke negaranya China sana, terus masuk lagi ke Indonesia.

Aktivitas mereka apa di Indonesia? ya tadi bisnis di kelas UMKM, mulai buka toko retail, buka makanan kaki lima, restoran, sampi refleksi dan dunia hiburan yaitu karaoke dan lain – lain.

Melihat membanjirnya asing kelas menengah sampai gurem, tak hanya dari Tiongkok atau China, tapi dari Korea, Vietnam, India termasuk dari Eropa (banyak pengusaha Eropa buka Cafe dan Resto), saya berpikir kok demikian amburadulnya aturan investasi di Indonesia ya?

Saya ingat di jaman Orba, kelas usaha skala UMKM kayak restoran saja, benar-benar tidak boleh dimasuki asing. Investasi di Indonesia hanya boleh untuk industri yang memiliki nilai tambah dan menggunakan bahan baku harus mayoritas dari dalam negeri.

Bahkan untuk industri saja, gak semua boleh asing memasukinya, misalnya industri yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti obat-obatan, asing gak boleh, atau kalau boleh masuk sahamnya dibatasi (harus minoritas).

Lha sekarang kok aturan investasi benar-benar liberal, dari kelas kaki lima sampai industri raksasa dan juga tambang semua boleh masuk, bahkan disodorkan tanah sampai 100 tahun lebih.

Saya berharap pemerintahan yang baru nanti harus melakukan moratorium aturan investasi di Indonesia. Kalau tidak rakyat kita hanya jadi penonton, lha mau usaha apa? Semua dari yang gurem sampai gajah dikuasai asing …

Beberapa kelompok masyarakat penganut “Indonesia tanpa batas” alias liberal, akan menyalahkan rakyat kita yang gak mampu bersaing. Ya gimana mau bersaing, wong sudah dari jaman jebot persolan rakyat kita itu dalam hal permodalan tidak pernah tuntas dibantu pemerintah.

Rakyat menengah ke bawah mau pinjam bank itu terbentur tidak punya colateral, dan juga persyaratan lain yang rumit. Nah orang-orang asing itu sebaliknya justru lebih dipercaya perbankan kita, karena memang mereka masuk ada yang sebagian bawa duit. Bunga bank untuk usaha juga masih sangat tinggi.

Nah jadi kalau semua gak diubah, tidak ada perlindungan terhadap bisnis UMKM dan bank juga sulit memberikan bunga rendah dan sulit dengan persyaratan, maka bukan tidak mungkin UMKM lokal akan sayonara dan menjadi penonton UMKM asing yang terus beranak pinak.

Contoh tempat saya refleksi milik Korea ini saja sdh punya beberapa cabang lho ..

_picsource : kompasiana._

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan

Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00