POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Ekonomi

GAMANG

Redaksi by Redaksi
April 17, 2023
in Ekonomi, Essay
0

Oleh Zulkifli Abdy

Kini kita sedang berada pada era dimana kehidupan menjadi serba canggung.
Sehingga yang berpikir ideal dikatakan tertinggal, dan anehnya yang berlaku salah dianggap sesuatu yang biasa saja.
Sementara yang nyata-nyata berjalan tidak sesuai dengan aturan kerapkali mendapat semacam pembenaran.

Demikian juga dalam melihat politik yang semakin hari-hari semakin canggih, begitu canggihnya sehingga jadi terlihat serba aneh bahkan membingungkan.
Kalau kita coba melihat dan menilai dinamika politik dengan kacamata normatif, oleh para politisi kita dianggap tidak paham politik.
Karena bagi sebagian dari mereka memandang politik itu dengan kacamata pragmatis, sehingga yang penting adalah tujuan, dan dengan demikian cara tidak lagi menjadi pertimbangan.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    Hilang Sepeda
    01 Sep 2024
  • GAMANG - 60748b3a aa9a 4df0 819a 5819471cf643 | Ekonomi | Potret Online
    Banda Aceh
    Riverwalk (Tepi Kali) Penayong
    08 Mei 2025

Apakah karena sebagian besar politisi kita telah terbiasa membaca buku Machiavelli, sekaligus menganut “bulat-bulat” ajarannya.
Ternyata tidak demikian juga, para pegiat politik kita kebanyakan belajar politik dari pengalaman semata, walaupun tidak pantas juga disebut sebagai otodidak.
Sehingga yang terjadi adalah cara berpikir yang membenarkan kebiasaan, bukan justru membiasakan yang benar.

Agaknya di sinilah puncah dari kegamangan kita, bukan hanya dalam hal politik, melainkan juga dalam berbagai aspek kehidupan.

Baca Juga
  • 01
    Budaya Menulis
    Budaya Mencatat pun Mati
    16 Jul 2021
  • GAMANG - 736D83DA B4CE 4CBE A05B 1301647E8C28 | Ekonomi | Potret Online
    Artikel
    Ampas Kelapa Berharga dari Halmahera
    27 Agu 2022

Tak jarang kita melihat suatu kebijakan publik, justru tidak berpihak pada kepentingan publik itu sendiri.
Bahkan yang terjadi justru sebaliknya, publik dibuat susah akibat kebijakan yang telah diambil, dan itu biasa terjadi. Sehingga masyarakat tanpa sadar tak jarang menjadi korban dari suatu kebijakan.

Demikian pula dengan regulasi, terutama yang terkait dengan dunia usaha, yang sepatutnya akan mempermudah segala urusan untuk memacu pertumbuhan.
Tetapi yang terjadi justru mempersempit ruang gerak pengusaha untuk tumbuh dan berkembang.

Baca Juga
  • 01
    Essay
    Maradona, Italia dan Rektor
    24 Jul 2021
  • GAMANG - 39BD006E B386 48CA 940B D140C0E7E2B5 | Ekonomi | Potret Online
    Artikel
    REFLEKSI DI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN
    18 Agu 2022

Dan lebih ironi lagi, pengusaha kecil atau UMKM semakin tak berdaya, sementara pengusaha besar semakin leluasa.

Demikianlah keserba-salahan itu terus saja terjadi, sehingga akibatnya masyarakat menjadi gamang.

Sementara kita selalu saja mengumandangkan slogan demi kemajuan dan kesejahteraan,  tetapi sesungguhnya kita tidak pernah bergerak dan benar-benar melangkah ke arah sana.

Kalau ingin maju, agaknya kita mesti berubah secara fundamental, bukan hanya sekedar berubah secara artifisial.

(Zulkifli Abdy – Banda Aceh, 31 Oktober 2022).

Previous Post

ATR dan USK Kerjasama Identifikasi Tanah Ulayat di Kepri

Next Post

Rizal Ramli Suarakan Amanat Bung Hatta Soal Peran Intelektual untuk Perubahan

Next Post
GAMANG - CA490AD3 8C9E 4729 88B1 39F9D97B187F | Ekonomi | Potret Online

Rizal Ramli Suarakan Amanat Bung Hatta Soal Peran Intelektual untuk Perubahan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah