POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pemimpin Teladan

RedaksiOleh Redaksi
February 21, 2023
Pemimpin Teladan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Riza Saputra 

Warga Sipil dan Owner Seduh Alam


Seorang ibu kewalahan dalam menasehati anaknya agar tidak mengonsumsi garam karena penyakit yang diderita oleh si anak. Karena telah kehabisan cara, sang ibu dan si anak akhirnya menjumpai seorang guru yang bijak, di mana perkataannya ini selalu didengar dan diikuti oleh banyak orang.

Si ibu berkata “wahai guru bantulah saya menasihati anak saya ini agar tidak mengonsumsi garam, karena saya khawatir akan kesehatan anak saya ini.”

Guru tersebut menjawab pertanyaan si ibu “saya belum bisa menasihatinya sekarang, tunggu 2 minggu lagi kalian berdua kembali ke mari .”

Setelah tepat 2 minggu si ibu dan si anak kembali menjumpai guru dimaksud dan meminta si guru untuk menasihati anaknya.

Setelah dinasihati oleh guru tersebut si anak akhirnya tidak pernah lagi mau mengonsumsi garam.

📚 Artikel Terkait

SENJA DI PULAU PENYENGAT

Puisi Halimah, S.Pd

Siswa SLBN Simeulue Raih Juara 2 Tenis Meja KOSN Aceh

Tetap Semangat Wahai Guru, Walau di Tengah Gempuran Dunia yang Tidak Menentu

Si Ibu jadi penasaran dan bertanya-tanya apa yang dikatakan guru itu sehingga anaknya tidak lagi makan garam. Padahal ia sudah lakukan berbagai cara menasihati anaknya dan tidak berhasil, sedangkan guru yang dijumpainya itu hanya sekali menasihati anaknya dan berhasil.

Ibu itu kembali menjumpai guru dimaksud dan bertanya “wahai guru apa yang engkau katakan kepada anak saya sehingga anak saya sekarang tidak lagi mau memakan garam?”

Guru itu hanya berkata “Nak, jangan lagi engkau mengonsumsi garam.”

“Jadi kenapa saya harus menunggu sampai 2 minggu, kalau hanya itu yang engkau katakan?” tanya si ibu lagi.

Sambil tersenyum si guru menjawab “karena pada waktu kalian datang pertama, saya masih mengonsumsi garam, sehingga saya belum bisa menasehati anakmu. Makanya saya minta waktu 2 minggu agar saya bisa berhenti mengonsumsi garam.”

Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa, jika perkataan kita ingin didengar dan diimplementasikan serta menjadi pedoman oleh yang mendegar, maka kita harus memiliki sikap moral yang kuat dan konsisten dengan apa yang keluar dari lisan kita selaras dengan tindakan dan prilaku kita.

Jika kita menjumpai saat ini banyak pemimpin yang berkata kepada bawahannya, kamu jangan melakukan pelanggaran, jangan korupsi, jangan melakukan perbuatan-perbuatan asusila, gaya hidupmu jangan hedon dan sebagainya. Namun perkataan itu tidak didengar dan diimplementasikan bahkan di anggap hanya sebagai dogeng sebelum tidur. Kemungkinan ada yang salah dengan Pemimpin tersebut. Wallahu’alam bishawab.

Tetap terus berusaha jadi lebih baik dan jangan lupa ngopi ?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
MAKNA SEPEDA DALAM KEHIDUPAN

MAKNA SEPEDA DALAM KEHIDUPAN

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00