POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Raibnya Kios Buku Bacaan dan Buku-Buku yang Kesepian

RedaksiOleh Redaksi
February 9, 2023
🔊

Dengarkan Artikel

 

 

A244E9A8-4816-490F-B137-48AF1E62767D.jpg

Oleh Farizal Sikumbang

(Buku adalah gudang ilmu,Jendela dunia dan membaca adalah kuncinya)

Sekitar tahun 1990-an, saya menikmati sekali membaca buku-buku dari sebuah kios buku yang ada di tempat saya tinggal di Kota Tapaktuan. Di kios buku tersebut menyediakan khusus buku-buku novel yang sifatnya disewakan.  Satu buku novel pemilik kios buku menetapkan tarif kepada pembaca senilai Rp.500-Rp. 1000, tergantung jenis bukunya. Antusias pembaca pada zaman itu cukuplah tinggi.

Hal ini terlihat dari jumlah pembaca yang hampir setiap hari memenuhi kios buku tersebut. Tak terkecuali saya sendiri, yang  dua kali atau sekali sehari meski mendatangi kios buku tersebut. Intensitas membaca saya ketika itu lumayan tinggi. Satu novel dapat diselesaikan hanya dua  sampai tiga hari. Novel-novel yang biasanya saya baca sampai tuntas seperti Wiro Sableng, Si Buta dari Gowa Hantu, Ko Phin ho, atau cerita  komik yang waktu itu sangat digemari oleh para remaja seusia saya .

Namun seiring perjalanan waktu, pada saat ini, menemukan sebuah kios bacaan yang menyewakan buku-buku kepada pembaca di Aceh mungkin sudah tidak  ditemukan lagi. Beberapa kios buku bacaan yang dulu pernah beroperasi kini sudah ditutup karena tidak ada lagi pengunjungnya.  Bisa jadi hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi pertelevisian yang berkembang cukup pesat pada pertenghan  tahun 90 an. Pada saat itu televisi swasta hampir setiap hari menayangkan cerita-cerita, yang bebentuk drama keluarga, telenovela atau ceria silat.

Daya magis kekuatan televisi tanpa disadari telah menghipnotis masyarakat kita. Tayangan-tayangan yang sengaja dibuat untuk menarik minat masyarakat sangat sukses dilakukan oleh pihak pertelevisian di Indonesia. Keterlenaan tersebut membuat masyarakat, terlebih kaum anak–anak dan remaja seperti di-ninabobo-kan oleh pemutaran film Sin Chan, Doraemon dan film kartun anak-anak lainnya.

Budaya membaca yang dulunya sedikit membanggakan tersebut akhirnya mengalami kemerosotan seiring semakin majunya perkembangan teknologi pada saat ini. Penggunaan  smartphone atau telepon pintar yang mewabah di masyarakat membuat buku menjadi termarginalkan. Harus diakui penggunaan smartphone membuat kita seperti dimanjakan oleh kebutuhan akan informasi. Misalnya seorang mahasiswa atau pelajar membutuhkan  berbagai referensi untuk tugas kuliah dan sekolah, maka mereka cukup mencarinya lewat geogle. Dan secara otomatis pula, semua yana dinginkan akan dengan begitu cepat terpenuhi. Instensitas dan kemudahan yang diperoleh tersebut membuat animo masyarakat untuk menggunakan geogle sebagai mesin pengetahuan sangat tinggi.

Perpustakaan yang sejatinya merupakan sebuah instansi tempat tersedianya berbagaii jenis buku untuk mencari ilmu pengetahuan bagi masyarakat umum, baik mahasiswa atau pelajar semakin menjadi jauh dari tujuan yang diharapkan.

📚 Artikel Terkait

Dari Warung Gampong ke Seulawah: Demokrasi Ekonomi dan Politik Pancasila di Aceh

Ketika Tsunami Aceh

DPR RI Menabuh Genderang Perang Terhadap Supremasi Hukum dan Demokrasi

“Aceh dan Lompatan Peradaban: Merumuskan Ketahanan Bencana Berbasis Adat, Ekologi, dan Teknologi Abad 21”

Berdasarkan kuantitas jumlah pengunjung di perpustakaan wilayah Aceh misalnya turun cukup drastis daripada sebelum smartphone melanda masyarakat kita.

Hal yang mengkuatirkan dari penggunaan smartphone ini adalah pada pengguna berusia remaja. Pengguna smartphone pada usia ini lebih cendrung pada pemanfaatan dari sisi bermain games. Jika eksistensi waktu yang dimanfaatkan cukup tinggi tentu akan membuat penggunanya abai pada minat membaca. Apalagi tiada peran kontrol dari orang tua di rumah dalam bidang literasi, membaca tentu semakin memperburuk kondisi tingkat membaca buku di negeri ini.

Buku yang Kesepian

Sudah begitu banyak toko buku yang pernah ada di Aceh gulung tikar atau tidak beroperasi lagi. Hal ini tidak lepas dari begitu rendahnya minat masyarakat pada buku, terlebih pada buku sastra, seperti novel dan sejenisnya.

Jika pun ada toko buku yang masih beroperasi misalnya, pemilik toko buku lebih banyak mengandalkan pada penjualan pada buku teks pelajaran pada jenjang SD dan  jenjang sekolah menengah atau juga pada penjualan alat tulis kebutuhan pelajar. Hal ini merupakan solusi cerdik yang dilakukan oleh pedagang buku agar tidak bangrut atau merugi.

Padahal kita tahu bahwa membaca buku adalah pintu gerbang untuk penambahan intelektual. Bagi pembaca buku tentu akan mendapatkan pengetahuan yang membuka cakrawala berpikir. Bagi ana-anak hal yang teramat positif adalah penambahan perbendaharaan kosa kata yang tentu akan meningkatkan kecakapan berbicara  mereka.

Menggalakkan Literasi

Pemerintah, melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan program literasi. Literasi itu sendiri merupakan seperangkat kemampuam membaca,menulis, berbicara, berhitung,dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu. Pada aspek membaca pemerintah sangat mendorong dan memberi nilai positif bagi komunitas taman bacaan atau rumah baca yng mulai marak akhir-akhir ini, termasuk di Aceh. Pegiat literasi jika disimak di Aceh juga mulai merambah ke kampung-kampung. Hal ini dapat kita lihat dengan adanya pustaka desa atau pustaka kampung di Aceh. Meski terkadang operasionalnya kurang maksimal di beberapa tempat. Namun dengan demikian kita memberi apresiasi positif terhadap gerakan membaca yang mereka lakukan dalam upaya mencerdaskan anak bangsa lewat buku.

Mengutip sebuah ungkapan lama dari Milan Kundera, yang berbunyi; jika kau ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan bukunya,maka pastilah bangsa itu akan musnah. Mungkin itu pulah kiranya jika pegiat literasi di Aceh terus mencoba menggeliat dan berbenah diri.

Mengambil contoh, misalnya apa yang dilakukan oleh salah satu penggiat literasi Aceh lewat Taman Bacaan Ruman Aceh yang memberikan layanan membaca kepada masyakat umum setiap hari minggu pagi di lapangan Blangpadang layak diapresiasi oleh masyarakat tentunya. Apresisi tersebut dapat dilakukan dengan mengajak-anak kita untuk berpartisipasi langsung sebagai pembaca, sehingga akan muncul daya tarik bagi masyarakat lain, sebagai donator penyumbang buku juga dapat berperan sebagai upaya meningkatkan ragam buku yang dibaca oleh penikmat buku.

Kita tentu juga berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan solusi terbaik agar minat baca masyarakat kita lebih baik. Misalnya memfokoskan penyaluran buku-buku pada daerah terpencil atau pada daerah  yang jauh dari perkotaan. Dengan  demikian kita berharap agar masyarakat jaya lewat buku. Dan juga agar buku-buku di negeri ini tidak lagi kesepian di atas rak-rak buku. Juga semoga buku tidak lagi lapuk karena tidak pernah terjamah. Atau  yang lebih tragis, agar buku tidak hancur di makan kecoa.

 Tentang Penulis

Farizal Sikumbang adalah perajin Sastra. Bukunya yang sudah terbit, “Kupu-Kupu Orang Mati” (Yogyakarta, 2017), “Perempuan dalam Prahara” (Yogyakarta, 2019), “Mata Kuning Muda”( Yogyakarta 2022), “Menunggu Hujan Reda”, (Yogyakarta 2022). Tahun 2020 Mengikuti Resedensi Sastrawan Berkarya le Kalimantan Timur yang dipalilitasi oleh Badan Bahasa Jakarta. Kini tercatat sebagai guru SMA 2 Seulimeum dan SMAS Granada Provinsi Aceh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
SEBELUM HIJRAH KE PADANG PANJANG

SEBELUM HIJRAH KE PADANG PANJANG

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00