POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

UTANG PRIBADI, LEMBAGA, ATAU NEGARA?

RedaksiOleh Redaksi
January 25, 2023
UTANG PRIBADI, LEMBAGA, ATAU NEGARA?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya

“Jangan berutang kalau belum punya uang. Menabung saja dulu sampai dana cukup baru beli kontan.” Ini adalah anjuran yang sering kita dengar. Ya kalau tidak punya uang untuk apa ngutang, demikian pikir kita. Sangat rasional kan?

Tapi ternyata pikiran demikian tidak selalu benar. Itu cocoknya untuk orang awam. Pebisnis justru tidak akan pernah menggunakan dana cashnya, jika dia masih bisa mendapatkan pinjaman atau utangan dari bank. Kalau kita bisa berbisnis menggunakan dana orang lain, lantas untuk apa menggunakan dana sendiri? Demikian kata mereka.

Pebisnis yang hebat akan selalu mencari cara untuk menggunakan dana pinjaman untuk membesarkan bisnisnya. Dia akan menggunakan dana pribadinya atau dana perusahaannya sekecil mungkin dan akan pinjam sebesar mungkin dari perbankan untuk mengembangkan usahanya. Dari perkembangan bisnisnyalah ia akan membayar utangnya secara bertahap.

Pebisnis yang jauh lebih hebat bukan hanya akan menggunakan dana orang lain untuk menjalankan bisnisnya, ia juga akan berusaha agar bisa menggunakan sumber daya, tenaga kerja, pemikiran, dan tenaga ahli orang lain sebanyak mungkin. Kalau perlu ia tinggal menjalankan sangat sedikit peran, tapi yang paling penting dan strategis. Sisanya biar dikerjakan oleh orang lain. “Kalau orang lain bisa mengerjakannya, mengapa harus saya sendiri yang mengerjakannya?” demikian prinsipnya. “Yang penting bisnisnya adalah milik saya.”

Begitu juga dengan lembaga yang saya kelola (enggak ding! Saya hanya turut mengelola). Lembaga kami utangnya banyak. Tapi bagi kami itu sebuah hal baik, karena dengan utang tersebut kami bisa mengembangkan lembaga kami agar bisa maju dan menjadi lebih besar. Seandainya kami berprinsip emoh ngutang, maka mungkin perkembangan lembaga kami juga tidak akan bisa secepat sekarang ini. Toh selama ini kami tidak mengalami kesulitan dalam membayar utang-utang lembaga kami. Lagipula (ini rahasia…) seandainya pun kami kesulitan dalam membayar cicilan utang kami, maka bank kreditur akan tetap mengatur atau mengubah ketentuan persyaratan dan melonggarkannya.

📚 Artikel Terkait

ROMANSA ZAINAB BINTI MUHAMMAD SAW

Belum ada Judul

Indonesia dan Warisan Dunia: Peluang, Tantangan, dan Tanggung Jawab Menjaga 16 Memory of the World

Melatih Cara Pandang

Ada banyak skema untuk meringankan kesulitan kreditur dalam membayar pinjamannya. Bahkan kemarin ketika pandemi lembaga kami mendapatkan keringanan pembayaran utang tanpa kami minta. Tampaknya pemerintah mendorong perbankan untuk melonggarkan kewajiban membayar utang para krediturnya. Dua tahun penuh kami diberi relaksasi pembayaran utang. Mungkin banknya menganggap kami pasti kesulitan membayar pinjaman kami akibat pandemi tersebut. Itu lembaga atau perusahaan lho…! Apalagi dalam skala negara. Ada lebih banyak skema yang bisa digunakan untuk memperingan negara kreditur agar tetap bisa mengangsur pinjamannya. Tidak ada yang namanya negara disita atau aset bandaranya disita kalau tidak bisa bayar utang. Hanya orang yang bodoh yang berpikiran demikian.

Saat ini ada beberapa negara yang bangkrut karena tidak bisa membayar utangnya. Di antaranya adalah Sri Lanka, Venezuela, Yunani, Ekuador, Argentina, dan Zimbabwe. Bahkan saat ini ada 47 negara yang jadi pasien IMF karena kesulitan membayar utangnya. Indonesia sendiri pernah menjadi pasien IMF pada krisis moneter 1997-1998. Tapi tentu saja tidak ada satu pun negara tersebut yang disita oleh negara yang mengutanginya. Yang terjadi hanyalah restrukturisasi utang dengan berbagai skema.

Di medsos selalu saja ada orang yang mempersoalkan utang pemerintah yang katanya semakin membengkak. Mereka teriak-teriak katanya utang pemerintah sudah terlalu banyak. Padahal kalau menurut saya sih utang pemerintah kurang banyak. Masih banyak potensi ekonomi yang perlu dikembangkan dengan menggunakan uang dari lembaga dunia atau dari negara lain. Yang penting pinjaman tersebut digunakan untuk sektor bisnis dan produksi yang akan membuat negara memiliki asset yang semakin besar dan perekonomiannya berkembang.

Kita harus mengejar ketertinggalan ekonomi kita dari negara-negara maju. Kita memiliki potensi untuk jadi negara maju dan kaya juga. Tapi kalau kita menunggu punya uang cash sendiri baru mau mengembangkan perekonomian negara, maka kita pasti akan kehilangan momentum. Selama ini kita sudah kehilangan banyak momentum untuk menjadi negara berkembang dan maju karena cara berpikir kita yang masih juga tradisional dan takut risiko (disamping korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan). Padahal kita ini sungguh tidak bodoh. Ada banyak orang pintar yang bisa menjadikan negara kita maju pesat dan menyejahterakan rakyatnya. Tapi memang juga masih banyak orang-orang yang berpikiran kolot dan justru memusuhi orang-orang yang pintar dan berpikiran maju.

Mereka mungkin ingin mempertahankan kemiskinan. Biar miskin asal tidak punya utang. Ya kalau itu untuk pribadi mereka ya silakan saja. Tapi jangan bawa pemikiran pribadi yang kolot itu ke ranah lembaga atau pemerintahan. Miskin saja sendiri dan jangan ajak lembaga atau negara menjadi sama miskinnya dengan Anda.

Surabaya, 18 Januari 2023

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Mengenal Black Campaign dalam Pemilu

Mengenal Black Campaign dalam Pemilu

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00