• Latest
Lelaki Pemendam Cinta - CBAF553E 2A11 4A05 9ADA 0765F747E38A | POTRET Budaya | Potret Online

Lelaki Pemendam Cinta

Januari 3, 2023
file_00000000843872088299fecd4c22a871

Filosofi Kapak dan Guru Berkualitas

April 4, 2026
af88e5b9-3501-4639-8dab-86a298c8317f

Merajut Perpecahan dengan Sutra Kebijaksanaan

April 4, 2026
IMG_0622

Tanoh Merdeka

April 4, 2026
87dee712-0548-433f-a26d-23c41a9e9f00

Duel Jenderal Hormuz dan Panglima Khalid bin Walid di Padang Kazimah

April 4, 2026
img-0613_11zon

Ayo Bangun (Kembali) Perpustakaan Desa

April 4, 2026
IMG_0609

Potret Pasar Beureunuen Milik Pedagang Lokal, dari Emping Melinjo, Janeng, dan Harapan Masa Depan

April 4, 2026
IMG_0607

Jejak Kepemimpinan yang Tak Pernah Hilang

April 4, 2026
7f7fbc5d-9b97-4f14-8bef-58a31e1ca929

MBG Bisa Saja Menjadi Bumerang atau Superhero Bagi Prabowo

April 4, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 4, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Lelaki Pemendam Cinta - CBAF553E 2A11 4A05 9ADA 0765F747E38A | POTRET Budaya | Potret Online

Lelaki Pemendam Cinta

Redaksi by Redaksi
Januari 3, 2023
in POTRET Budaya, Sastra
Reading Time: 2 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Breaking Reza

Wahai lelaki, kenapa menangis tersedu seperti itu? Bukankah ayah telah memberi pesan bermakna?

Wahai lelaki, mengapa kau memilih bungkam? Bukankah mulutmu itu dapat mengungkapkan rasa…? Rasa cinta yang kau pendam.

Baca Juga:
  • Ketika Pecinan Menjadi Panggung Akulturasi Nusantara
  • Filosofi Ketupat
  • Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Lihatlah pelangi di balik awan hitam di atas sana. Seakan memberi kabar bahwa harapan itu nyata adanya. Setelah kau menganggap diri terjatuh dan gagal, dirimu masih mungkin untuk berjalan.

Asamu terlihat pudar sebab dia yang kau lukis wajahnya di hati tak juga memberi pesan tersirat untuk membalas perasaanmu. Dan kau memilih menutup lisan, mendengar keluh kesah batin yang tidak terkontrol.

Baca Juga

IMG_0601

Ketika Pecinan Menjadi Panggung Akulturasi Nusantara

April 3, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026

Wahai lelaki, pahamilah bahwa alur cinta itu memang rumit. Sudah semestinya kau tau bahwa ada luka dan rasa sakit yang akan menyerang kekokohan topanganmu.

Tapi tak mengapa, sebab mereka juga merasakan hal yang sama. Dan sebelum semuanya terlambat, bukankah kau harus memulainya sejak dini? Mengungkapkan perasaan tersembunyi.

Kian hari kau hanya merenung. Di sudut petang kau terduduk lesu. Di awal cahaya mentari kau tertegun ragu. Tidak menggerakkan kaki, tidak menggerakkan hati untuk mengutarakan cinta.

Bagimu itu adalah perasaan suci. Kau takut jika nanti hanya menjadi sebuah pelampiasan. Tapi, kau adalah lelaki yang memikul tanggung jawab. Cahaya cinta yang hadir di dasar kalbu itu kepada seorang wanita anggun di seberang sana, dikau harus memaknainya sebagai penyatuan rasa yang abadi.

Jangan jadikan dirimu seperti mereka; mencintai hanya untuk membuktikan diri hebat, menaklukkan setiap hati wanita hanya sebatas penasaran. Lalu pergi oleh sebab rahasia yang sudah terungkap. Mereka itu, bukanlah contoh untuk kau terapkan.

Sebab wanita juga merasakan emosi yang bahkan lebih dalam dari yang kau ketahui; dia akan tersenyum anggun jika bahagia… dan dia akan menangis tersedu saat terluka.

Sandarkan perasaanmu di bahteranya, dan jadikan cinta sebagai cerita yang tiada ujung. Kau dan dia si wanita, mencintai untuk saling melengkapi di balik tawa ceria dan air mata pilu.

Wahai lelaki, sampai kapan kau ‘kan sanggup menahan pendaman cinta itu? Bukankah saat ini kau terlalu sakit memendamnya?

Buku harianmu penuh dengan tulisan namanya. Kau diam untuk merasakan kehadirannya. Kau diam karna terlalu takut mencoba. Kau hanya diam sambil berharap si wanita memahami pesan hatimu.

Tak cukup menjadi lelaki hanya untuk mengagumi dalam diam. Perlahan semua hanya membeku kaku. Kau harus bergerak untuk mencari tau.

Tapi… libatkanlah Tuhan sebab perkara hati yang ingin melabuhkan cinta… kau terlalu lemah untuk melakukannya seorang diri. Dan tapi… jangan menyerah untuk mengejar cintamu.

Kudapati engkau yang masih berharap, akan ada hari di mana semua akan berakhir untuk kemudian dimulai lagi dengan sebuah tahapan alur baru; kau dan wanita itu.

ADVERTISEMENT
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Related Posts

file_00000000843872088299fecd4c22a871
Pendidikan

Filosofi Kapak dan Guru Berkualitas

April 4, 2026
af88e5b9-3501-4639-8dab-86a298c8317f
Artikel

Merajut Perpecahan dengan Sutra Kebijaksanaan

April 4, 2026
IMG_0622
#Cerpen

Tanoh Merdeka

April 4, 2026
87dee712-0548-433f-a26d-23c41a9e9f00
Artikel

Duel Jenderal Hormuz dan Panglima Khalid bin Walid di Padang Kazimah

April 4, 2026
Next Post
Lelaki Pemendam Cinta - 6F6BC597 2FBA 4E8B B734 0D31BBDC9613 | POTRET Budaya | Potret Online

‘Beuet Seumeubeuet’ Sebagai Ideologi dan Implementasi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com