🔊
Dengarkan Artikel
Masih Adakah Harumnya Bunga Kupula
– Zab Bransah,
Sajak ke – 3
Aku tidak muda lagi,
tidak ada satu detik
tapak, waktu, dan usia ini
dapat bercantum balik
pada helai kalendar
yang hancur seperti pasir
tetapi aku selalu ingat,
membisik cinta
bulan pucat,
terkejut pohon kupala
📚 Artikel Terkait
itulah cinta,
diraikan oleh alam
semerbak bunga
indah, jernih kolam
tetapi cinta juga peristiwa
engkau menjadi lilin padam
waktu tetap pergi
seperti mengalir kali
sesekali,
kukenang kau lagi
masih adakah harumnya
bunga kupala?
– Rosli K. Matari
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






