POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kerusakan Lingkungan dan Kesehatan Perempuan

RedaksiOleh Redaksi
October 25, 2022
Kerusakan Lingkungan dan Kesehatan Perempuan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nila Wardani

Setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir dunia telah gencar membicarakan perubahan iklim dan pemanasan global. Secara mudah bisa ditandai dengan banyaknya badai dan akibat kerusakan lingkungannya, juga naiknya suhu udara.

Saat ini Indonesia tengah menghadapi beragam bencana alam yang mengakibatkan kerusakan lingkungan.  Di antaranya adalah banjir dan tanah longsor. Daerah pesisir diperkirakan merupakan wilayah yang paling terdampak karena perubahan dan kerusakan lingkungan karena perubahan iklim. Menurut penelitian, di tahun 2050 diperkirakan akan ada 2000 pulau yang berpotensi tenggelam karena naiknya air laut, mengakibatkan rusaknya ekosistem pesisir (dan laut) dan memepengaruhi kebhidupan lebih dari 23 juta masyarakat pantai. Mereka bisa kehilangan penghidupan berbasis pantai, berpindha ke wilayah lain atau bahkan yang saat ini sudah banyak terjadi, menjadi pekerja migran.

Dalam beberapa minggu terakhir di kabupaten Malang juga terjadi banjir besar terutama di wilayah-wilayah pesisir. Akibatnya, tidak hanya kerusakan infrastruktur, namun aktifitas masyarakat termasuk kegiatan produktif terganggu.

Sesungguhnya pemerintah telah menyiapkan beragam strategi mitigasi bencana terutama di daerah rawan. Namun kepentingan perempuan masih sering terabaikan, terutama dalam aspek kesehatan.

Diskusi mendalam pada bulan Juli 2022 dengan perempuan di desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo kabupaten Malang yang merupakan desa pantai menemukan bahwa perempuan mengidentifikasi perubahan lingkungan yang terjadi di wilayahnya. Mereka yang penduduk asli dan kini menjadi ibu misalnya mengingat bahwa desanya pernah mengalami banjir rob (kenaikan air laut) yang cukup besar ada tahun 2019. Airnya bisa masuk hingga ke perkampungan. Sejak saat itu, hampir setiap tahun terjadi ron meskipun tidak sebesar tahun 2019.

Selain itu, perempuan menandai bahwa suhu udara cenderung terasa lebih dan udara menjadi panas. Namun kondisi bisa berbalik pada musim tertentu yang kadang udara bisa terasa sangat dingin. Mereka menyatakan bahwa kondisi ini tidak nyaman, mudah menyebabkan migraine dan sakit persendian. Perempuan juga menyatakan bahwa mereka mudah darah tinggi. Meskipun tidak dinyatakan sebabnya, bisa disinyalir salah satunya adalah adalah interusi air laut ke darat yang berpotensi menaikkan kadar garam pada air yang dikonsumsi.

Penelitian menunjukkan bahwa kadar garam yang tinggi dan hypertensi sangat sangat berisiko pada ibu hamil.

Lebih jauh para perempuan desa Kedungsalam menyatakan bahwa desanya dulu dikenal sebagai penghasil ikan dan rumput laut yang melimpah. Ikan dan rumput laut merupakan sumber penghasilan utama banyak keluarga. Selain itu, ikan menjadi bagian menu utama dalam pangan keluarga, juga dengan rumput laut. Masa remaja mereka terbiasa mengkonsumsi ikan dalam menu keseharian. Sebagaimana diketahui ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat penting bagi perempuan, terutama bagi perempuan hamil untuk mendapatkan persalinan yang sehat, ibu dan bayi yang sehat pula.

Namun beberapa perempuan menyatakan bahwa semenjak menginjak dewasa dan menjadi ibu, ikan semakin hilang dari daftar menu keluarga. Selain jumlahnya yang sangat berkurang, harga yang mahal menjadikan mereka cenderung menjualnya. Ini terutama ketika wilayah pesisir desa semakin gencar berubah menjadi desa wisata. Mereka mengakui bahwa sumber protein dari ikan lebih banyak digantikan dengan tahu dan tempe (nabati) yang mudah didapat dan murah.

📚 Artikel Terkait

Rapi di Luar, Kusut di Dalam: Kritik terhadap Paradigma Penataan Kota yang Melupakan Keadilan Sosial

Membaca Ulang Machiavelli Di Era Kuasa Digital

Hari Kebebasan Pers di Tengah “Matinya Jurnalisme”

Keganjilan Hukum Angket KPK

Lebih jauh mereka mengakui bahwa banyak anak saat ini yang tidak menyukai ikan karena tidak lagi dibiasakan mengkonsumsinya. Mereka lebih mengenal makanan instan yang rendah gizi. Dinyatakan bahwa anak-anak sekarang cenderung mudah terserang sakit, meskipun ringan seperti gejala flu. Namun bila sakit ini menyerang seringkali dalam waktu yang cukup lama, misalnya lebih dari seminggu.

Kekurangan konsumsi protein juga bisa menurunan daya tahan tubuh. Pada perempuan hamil, ditambah dengan potensi darah tinggi, bisa menimbulkan kelahiran prematur, komplikasi pendarahan dan juga bayi lahir dengan berat badan rendah.

Ditambah lagi, karena gelombang tinggi, sejak lima tahun terakhir desa pantai ini tidak lagi memiliki hasil rumput laut yang bisa dipanen sebagai sumber pendapatan maupun bagian konsumsi atau pangan keluarga.

Penelitian menunjukkan bahwa rumput laut kaya akan asam folat yang berguna untuk membentuk daya tahan tubuh dan memperkuat pembentukan jaringan ke otak belakang janin. Dari informasi ini bisa bayangkan potensi penurunan kesehatan perempuan, terutama kesehatan ibu hamil dan bayinya karena kerusakan lingkungan oleh perubahan iklim dan pemanasan global. Masyarakat lokal terutama perempuan belum banyak terpapar informasi dan pengetahuan mengenai dampak kesehatan atas kerusakan lingkungan karena sifatnya yang tidak langsung dan berjangka panjang.

Dalam diskusi, perempuan Kedungsalam baru menyadari akibat perubahan lingkungan atas kesehatan, ketika mereka diajak membahasnya.

Penelitian mendalam belum banyak dilakukan di Indonesia yang bisa memperkuat bukti bahwa mitigasi kerusakan lingkungan perlu memasukkan indikator kesehatan perempuan, terutama ibu hamil. Angka kematian ibu yang masih tinggi bisa jadi disumbang salah satunya oleh akibat tidak langsung dari kerusakan lingkungan yang menyebabkan pola kehidupan masyarakat berubah, dan pada gilirannya juga merubah pola konsumsi dalam keluarga. Belum lagi ditambah kasus stunting yang juga cukup tinggi.

Para ahli menyatakan bahwa perubahan dan kerusakan lingkungan tidak mungkin diperbaiki sebagaimana semula. Kalaupun kita bergerak sekarang itupun sudah sangat terlambat, apalagi tidak melakukan apa-apa. Kualitas kesehatan perempuan dan ibu merupakan hal yang vital bila menginginkan munculnya generasi emas yang akan dilahirkannya. Mari terus belajar dan memperbaiki lingkungan di sekitar kita.

 

 

Malang, 24 Oktober 2022

Nila Wardani

Koordinator Ruang Mitra Perempuan (RUMPUN) Malang

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
SMAN 3 Banda Aceh Prakarsai Diklat OSIS se-Kota Banda Aceh

SMAN 3 Banda Aceh Prakarsai Diklat OSIS se-Kota Banda Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00