MERENUNG DI SIMPANG JALAN

April 2022
Oleh: Redaksi

Puisi Zulkifli Abdy

Berdomisili di Banda Aceh

Bosan sudah aku pada sunyi,

yang membawa aku ke lorong-

lorong yang serasa mati

Jenuh aku mendengar bunyi,

yang tak lagi hirau akan

jeritan hati nurani

Hidup dalam toleransi yang

penuh basa-basi, dan diantara

sesama saling membenci

Tetapi satu yang pasti, aku tak

akan pernah benci pada negeri

Yang memiliki segalanya untuk

menjadi bangsa yang mampu

berdiri di atas kaki sendiri

Di zaman yang terasa semakin

edan ini

Hanya bisikan hati nurani yang

patut kita dengar

Karena hati nurani tak akan

pernah berdusta, apalagi

berkhianat pada ibu pertiwi

Lihatlah di simpang jalan ini

Orang diam bagaikan mati suri

Orang berteriak tak lagi berarti

Yang dijilat merasa terhormat

Yang menjilat merasa nikmat

Burung-burung beo terus saja

bernyanyi

Sementara yang membeo pun

tak jua mau berhenti

Berdusta pada hati nuraninya

sendiri, demi memenuhi hasrat

duniawi

Kita kini hidup di zaman yang

penuh misteri

Kebenaran seakan bersembunyi

Kebatilan telah pula menjadi bukti,

bahwa kita memang telah jauh

Dan semakin jauh meninggalkan

hakikat dan jatidiri

Sehingga terhanyut dan terlena

dalam buaian dunia

Abai dan lupa akan cita-cita mulia

sebuah bangsa

Dimana rakyat nyaman sejahtera,

berkeadilan dan bermartabat

Kalau orang baik tidak mau peduli,

niscaya orang jahatlah yang akan

memimpin dan menguasai negeri.

(Z.A, Banda Aceh, 21 April 2022)

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist