Selasa, April 21, 2026

Meta Verse

Meta Verse - F57742C7 3B13 4894 A03B DC2AA279609B | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Meta Verse

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

Saya klayapan di dunia maya menonton konser orkes simfoni debgan konduktor Zubin Mehta di peringatan HUTnya di Tel Aviv adalah potongan “metaverse” ku. Konserto unt Piano no-1 Tsaikovski yang dibawakan oleh pianis andal dan cantik Khatia, membawa saya seakan berada di ruangan gedung konser sembari memejamkan mata.

Besoknya saya berada di kafe di Paris sembari membaca novel “Kejahatan dan Hukuman” karya Dostoyevsky yang sangat dipuji oleh Nitzche, usai menyelesaikan “Anna Karenina” sambil menghabiskan sarapan secangkir kopi Americano dan dua potong roti “Croissant” yang berasa banget kejunya. Saya akan menonton konser lagi nanti malam.

Di Gedung konser Ravel yang tak besar, namun dengan akustik prima, saya menonton orkes Simfoni Lyon dengan konduktor yang tak kalah hebat dan setua Zubin Mehta, saya kembali menyaksikan permainan piano Khatia yang dahsyat karya Gerswin “Rhapsody in Blue”.

Menonton dan menyimak Rhapsody in Blue Gerswin dan Concerto Tsaikovski yang dimainkan Khaitia dan dikonduktori Zubin Mehta dan orang tua Lyon itu, seakan menyaksikan tim bola Brasil bermain dengan Ronaldo muda sebagai penyerang dan Socrates tua sebagai kapten. Gegap gempita, bergaya dan tentu sangat indah.

Nama Mehta, Tsaikovsky, Dostoyesky, Gerswin, Katia, Lyon, Paris dan lain sebagainya adalah lanjutan dari “metaverse” saya ketika membaca “Naga Bumi”, karya Seno Gumira saat memasuki dunia Jawa Mataram di abad ke 7. Imaji saya adalah kota kecil dikelilingi persawahan dan hutan ijo royo royo, seperti di kiri kanan kita saat melewati Tol Ungaran Jateng, diiringi “klenengan”.

Takjub. Itulah yang selalu dialami oleh mereka yang menikmati imajinya sendiri ketika menikmati permainan dalang Seno, kisah Seno Gumira dan Tolstoy, sembari menikmati kopi panas dan waktu seakan berhenti. Adakah yang sulit berimaji ? Banyak. Bagaimana mereka akan melakukannya jika sejak usia muda sudah tak mempunyai kesempatan ?

Sekali lagi, metaverse akan menggiring imaji manusia yang tak memiliki imaji dan menempel serta kecanduan. Mereka yang mampu berimajinasi akan lebih suka menciptakan imajinya sendiri dan suatu saat akan menciptakan hal baru di dunia nyata.

https://youtu.be/nBsl7D9i6aM

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist