POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Aceh Menuai Bencana Ekologi

RedaksiOleh Redaksi
December 8, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

banjir bandang Aceh Tenggara
Oleh Team Walhi Aceh
Bencana  banjir bandang dan tanah longsor semakin sering melanda sejumlah daerah di Aceh belakangan ini. Peristiwa banjir badang dan tanah longsor itu terjadi silih berganti, seakan-akan banjir, termasuk banjir bandang dan tanah longsor tersebut menjadi peristiwa biasa.  Apalagi kini di musim hujan dan perubahan iklim yang ekstrim, perisriwa banjir bandang dan tanah longsor semakin tidak dapat dicegah lagi. Bencana banjir dan tanah longsor yang masih menyisakan penderitaan adalah peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang desa Natam Baru, kecamatan Badar, Aceh Tenggara pada Jumat, 30 November 2018 lalu yang merusak dan menghanyutkan sekitar 23 rumah serta ratusan hectare lahan pertanian  masyarakat serta gagal panen. Selain itu tumpukan puing bangunan dan kayu gelodongan yang dihanyutkan banjir bandang hingga beberapa hari pasca banjir, masih belum dibersihkan.

Bukan hanya itu, sejumlah desa lain juga terkena dampak banjir bandang, seperti Desa Jonggar Kayu Mentangur, Kecamatan Ketambe, Desa Tuah Kerine, Desa Bunbun Indah, Bunbun Alas, Arih Mejile, Permata Musara dan Desa Seurakut, Kecamatan Leuser. Banjir bandang tersebut terjadi  bukan hanya karena diguyur hujan deras, tetapi karena banyak hutan yang telah rusak sehingga menyebabkan banjir bandang. Namun, alasan yang paling mudah adalah menyalahkan hujan yang deras.

 

Sebelum bencana bajir bandang yang menerjang wilayah Aceh Tenggara, banjir sudah melanda beberapa kecamatan di Aceh Utara, Bireun, Aceh barat, Aceh Barat Daya, Aceh selatan dan Aceh Singkil. Pendeknya, bencana banjir serta banjir bandang dan tanah longsor akan terus terjadi sejalan dengan perubahan cuaca ekstrim . Rentetan kejadian banjir, banjir bandang dan tanah longsor di tahun 2018 tersebut sudah banyak membawa dampak terhadap masyarakat.

WALHI Aceh mencatat, selama tahun 2018  telah terjadi bencana sebanyak 91 kali yang tersebar di 16 kabupaten/kota di Aceh. Banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi yaitu 43 kali, selain banjir juga terjadi kebakaran hutan 18 kali, kekeringan 8 kali, puting beliung 6 kali, longsor 3 kali, angin kencang 7 kali, abrasi 3 kali, dan erosi 2 kali.

 

📚 Artikel Terkait

BENGKEL OPINI RAKyat

Nada-Nada Alam yang Membentuk Kekuatan

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

PENJUAL SIRIH, DAYA TARIK YANG TERABAIKAN

Tingkat kerugian tertinggi disebabkan oleh banjir yang mengakibatkan 446 rumah dan 5 sekolah terendam dan rusak, ± 12.339 ha sawah gagal panen, 50.259 jiwa mengungsi, total kerugian yang diakibatkan oleh banjir mencapai Rp726,6 miliar. Kebakaran  hutan mengakibatkan ± 487 ha hutan dan lahan rusak, kerugian ditaksir mencapai Rp107 miliar. Kekeringan mengakibatkan ± 12.064 ha sawah tidak dapat dialiri dan puso, kerugian akibat kekeringan mencapai Rp114,8 miliar. Angin kencang mengakibatkan 260  rumah rusak dan 5 korban jiwa, kerugian mencapai Rp10,9 miliar. Puting beliung mengakibatkan 175 rumah rusak dan 5 korban jiwa, kerugian mencapai Rp7 miliar.  

 


Total dampak yang ditimbulkan oleh bencana mencakup 897 rumah rusak, ± 3.200 meter jalan rusak, 5 sekolah rusak,  ± 24.423 ha sawah gagal panen, 50.270 jiwa mengungsi, 1.728 jiwa mengalami krisis air, dan  ± 487 ha hutan dan lahan terbakar. Total kerugian yang dialami akibat bencana alam mencapai Rp 969,32 miliar. Sebuah nilai kerugian yang sangat besar, bukan?

Sangat besar memang. Apalai bila kita melihat fenomena alam yang semakin tidak bersahabat yang ditandai dengan kian seringnya terjadi bencana banjir di Aceh saat ini. Kondisi ini semakin memperburuk kondisi lingkungan hidup  dan masa depan lingkungan di Aceh serta menjadi pertanda bahwa bencana ekologis akan mengancam Aceh di tahun-tahun mendatang. Seharusnya, semua pihak bangkit dan sadar untuk menyelamatkan hutan dari aksi perambahan hutan secara legal dan illegal di hutan Aceh yang semakin sengsara.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

BERWIRAUSAHA MASIH DIPANDANG SEBELAH MATA?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00