POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Udara Kita Kian Tercemar

RedaksiOleh Redaksi
November 24, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh M.Ar-Raffi Parinduri
Kelas VII-1 SMP Negeri 3 Ingin Jaya, Aceh Besar

Pada hari Minggu, aku pergi bermain ke rumah temanku. Tiba-tiba, di tengah perjalanan aku melihat sebuah kenderaan bermotor yang sedang melaju dengan mengeluarkan asap hitam yang mengepul keluar dari knalpotnya. Asap itu sangat mengganggu nafasku.  Pikiranku berbicara, mengapa kenderaan itu mengeluarkan asap hitam yang mengepul menutupi jalan? Mengapa pula pengendara kenderaan itu tidak merasa bahwa asap kenderaannya itu sangat mengganggu pengguna jalan yang juga sedang di jalan? Aku sendiri sangat merasakan dampak buruk dari asap itu. Hidungku terasa berat menahan bau dan asap yang juga mengganggu penglihatanku. Asap kenderaan itu, benar-benar  membuat udara di jalan tercemar. Ya, asap kenderaan itu bisa menimbulkan pencemaran udara yang merusak atau mengganggu kesehatan orang. Namun, mengapa masih ada orang yang tidak sadar kalau ia atau mereka selama ini mencemari udara dengan cara seperti itu. Bukankah asap-asap dari keenderaan seperti ini bisa membuat langit-langit bumi, karena asap kenderaan itu bisa mengurangi lapisan atsmosfir. Bila ini terus dibiarkan, maka bisa mendatangkan bencana.

Tak lama kemudian, sekitar 1 kilo meter dari rumah temanku, lewat sebuah truk besar.  Truk itu rupanya sedang beraktivitas meratakan tanah untuk pembangunan rumah. Keadaan yang sama, kembali muncul di depan mataku. Truk yang sangat besar itu juga mengeluarkan asap hitam tebal dari knalpotnya. Tak jauh dari truk itu,  aku melihat seseorang melewati asap hitam itu. Ia tampak terbatuk-batuk, karena terkena asap itu. Kembali hatiku berbicara,  terlalu. Pemilik truk itu sangat tega membuat orang lain menderita karena asap knalpot truk itu. Ia tidak peduli kalau asap hitam yang keluar dari knalpot itu sangat mengganggu orang lain. Aku terus melanjutkan perjalanan ke rumah teman.

Setelah tiba di rumah temanku, aku memanggil temanku untuk bermain. Kami kemudian pergi ke desa. Keadaan di desa tampak sunyi dan sejuk. Mungkin karena tidak terlalu banyak mobil atau kenderaan yang lalu lalang. Karena tidak banyak kenderaan, maka udaranya terasa segar. Tidak banyak kenderaan yang mencemari udara. Berbeda sekali suasana di kota dan desa. Sangat jauh bedanya.

📚 Artikel Terkait

151 SD Gurunya Mogok Ngajar Gara-gara TPP Dipotong

Dunia Literasi dan Aksi

Perlina

Aceh Tidak Bangkit Memberontak, Aceh Sedang Berduka

Kami melihat dan merasakan perbedaan itu. Paling tidak, kondisi udara di kota sudah banyak tercemar oleh asap kenderaan, sampah yang tidak diurus dengan baik, juga karena semakin padatnya jumlah penduduk kota. Apalagi pembangunan rumah yang menggunakan kaca, semakin membuat kondisi udara di kota semakin panas. Penduduk kota semakin banyak yang menggunakan kenderaan seperti sepeda motor, mobil dan becak yang terus mengeluarkan asap dan mengotori udara.

Pencemaran udara sebenarnya juga terjadi di desa. Misalnya, ketika banyak warga yang membakar sampah, membakar hutan yang katanya untuk membersihkan lahan. Semua tindakan itu, sangat mempengaruhi keadaan udara. Karena asap yang keluar dari pembakaran sampah dan lahan tersebut dapat menyebabkan pencemaran udara dan mengganggu kesehatan. Ini adalah perilaku buruk yang ada di desa. Itulah yang aku saksikan.

Melihat kondisi seperti itu, temanku bertanya padaku.  Bagaimana cara mencegah hal itu?. Aku menjawab, kita harus mengajak masyarakat kita agar sadar lingkungan. Kita harus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kondisi udara yang sehat dan segar. Kita juga harus mulai dari diri kita sendiri dahulu, lalu kita mengajak orang lain melakukan hal yang sama.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

CATATAN DARI TEMU PUSPA NASIONAL 2018

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00