POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kado Terindah Buat Ibu

RedaksiOleh Redaksi
November 24, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Kayla Khairinnisa Junaidi
Anggota FAMe Chapter Aceh Besar
Raja siang telah menampakkan wajahnya, angin berhembus seakan mengajakku bicara. Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Aku sangat senang, telah mempersiapkan kado untuknya. Di hari yang spesial ini, aku menyusun rencana membuat ibu bahagia. Mulailah kami sekeluarga mempersiapkan surprise buat ibu. 
Keterwakilan keluarga termasuk aku mendiskusikan tentang kesepakatan hari dan pukul berapa acara akan dilakukan.
“Kita buat hari Minggu, pukul 15.00 wib.” kata Bunti.
“Jangan !! Rabu saja, karena  hari Minggu Cucut pengajian.” Sanggah Cucut
“Oh, iyaa. Bagaimana jika buat hari Senin setelah salat Asar? Karena Senin tanggal merah. Berarti kita bisa hadir semua,   karena hari libur.” Seruku menengahi.
“Yup, boleh..bagaimana dengan yang lain?”, tanya bu Ida.
Semua menganggukkan kepala, menyetujui agar acara dilakukan pada hari Minggu.
Saat rencana tersusun, aku sangat kecewa. Pada hari Senin aku mendapat telepon dari teman-teman  bahwa kami akan latihan untuk persiapan mengikuti kompetisi  PORA XIII yang di adakan di Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. Aku termasuk salah seorang atlit utusan sekolah dalam cabang olah raga pencak silat.
Aku berpikir keras, bagaimana ini…?
Tapi tidak mengapa, walaupun aku tidak bisa ikut. Karena ide membuat acara ini adalah inisiatif ku.
Pagi menjelang sore…
Aku menunggu ayah menjemputku pulang latihan. Sampai di rumah aku melihat keluarga berkumpul dan canda tawa penuh keceriaan terpancar di wajah mereka. 
Tidak seperti biasanya, ibu tampak sangat gembira.Terpancar dari dua bola mata dan raut wajah yang mulai terlihat garis-garis kerutan tapi tidak mengganggu kesegaran wajah karena aura kebahagiaan jelas sekali mendominasi.
Banyak kado dan kue ulang tahun dari adik, ayah dan keluarga.
Hanya aku yang belum memberikan ucapan. Dari kejauhan aku langsung menghampiri ibu, dan menyentuh tangannya sambil mengucapkan:
 “Ibu…maaf, aku tidak bersamamu di hari yang paling berarti bagimu. Karena aku harus berlatih untuk mengikuti lomba.”
“Aaah, tidak mengapa, karena kamu harus amanah anakku. Kamu adalah utusan dari sekolah, maka harus menjaga nama baik sekolah. Maka giatlah berlatih agar kamu menjadi sang juara.” Ibu dengan bijak memberiku motivasi.
“Selamat ulang tahun ibu, semoga aku menjadi juara. Aaamiin. Tiada yang dapat kuberikan padamu ibu, aku berusaha agar mendapat juara. Maka itulah kadoku buatmu ibu.”
“Aaamiin,” ucap ibu.
Kami menikmati hidangan, bermain bersama dengan canda, ria dan tawa. Saling mengucapkan syukur alhamdulillah dan terima kasih. Termasuk ibu, yang paling bahagia.
“Alhamdulillah, terima kasih ya…Aku tidak mengira kalian mengejutkanku dengan pesta kecil ini.” Ucap ibu.
“Oooh…ini bukan ide kami. Tapi ide anak gadismu, Alexa…Cut Anyak.” bundaku menjelaskan.
Ibu memelukku dan mencium keningku, “Terima kasih sayang…ibu sangat bahagia hari ini.”
Sore berganti malam, keluarga telah pulang ke rumah masing-masing. Sebenarnya aku telah mempersiapkan kado istimewa buat ibu. Tapi saat aku ke kamar, tiba-tiba kado tersebut tidak kutemukan. Di mana ya.. pikirku. Aku mengingat-ingat kado tersebut kuletakkan di atas meja belajar. Tapi kemana…..
“Ti.. uti…” kudengar suara adik memanggilku.
“Iyaa dek.., dek apakah kamu ada melihat kado yang Uti letakkan di atas meja belajar?” 
” Tidak lihat,  kenapa Ti…hilang ya?”
“Tidak tahu juga, nih..tidak ada lagi di tempatnya”
“Uti lupa barangkali, coba di ingat lagi.”
Aku mencari terus,  belum juga kutemukan. Aku mulai mencurigai adikku, Karena dia sedikit usil. Tapi jangan curiga dulu ah, mending aku cari saja dulu, pikirku. 
Aku mencari dan mencari terus…
Hingga aku menemukan kado tersebut berada di bawah meja belajar. Tapi mengapa bisa ke bawah meja ya??
Aku mulai mencurigai lagi adikku, lalu aku bertanya padanya.
“Dek, mengapa kadonya kakak temukan berada di bawah meja? Padahal sebelumnya Uti letakkan di atas.”
“Mana adek tahu, tapi tadi si Putih dan Belang bermain di kamar Ti, adek dengar ribut-ribut”
“Oh…” Jawabku.
Mungkin

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Perlukah Kami Memperingati 25 Tahun Reformasi?

Puisi -Puisi Syarifuddin Aliza

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Tangis yang Tak Terdengar

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Udara Kita Kian Tercemar

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00