• Latest

Anak Merpati Belajar Terbang

September 20, 2018
Anak Merpati Belajar Terbang - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerita | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Anak Merpati Belajar Terbang - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerita | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Anak Merpati Belajar Terbang

Redaksi by Redaksi
September 20, 2018
in Cerita, Edukasi, Pidie Jaya, POTRET Sekolah, SMP Lueng putu
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Ilustrasi Greeners.co
Oleh : Juni Febrian
Siswi kelas VII-1 SMPN 7 Satap Bandar Baru
Lueng putu Pidie jaya
Pada suatu hari anak burung merpati sendirian di rumahnya. Rumahnya di atas pohon. Dia sudah ditinggal oleh ibunya semenjak dari kecil. Dia begitu takut melihat orang-orang yang lewat di jalan depan rumahnya, takut kalau orang itu akan menyakitinya.
Saat itu, anak merpati itu melihat burung-burung merpati mengepakkan sayapnya untuk  terbang. Keesokan  harinya, dia mengepakkan sayapnya untuk belajar terbang sehingga ia menabrak pohon. Dia mengepakkan sayapnya seperti burung-burung merpati yang dia lihat kemarin. Tetapi dia malah jatuh dan terluka. Dia berusaha untuk bangun dan mengepakkan sayapnya kembali, namun ia malah jatuh dan pingsan tak sadarkan diri. Dia ditolong oleh seorang anak yang lewat di depan pohon dekat rumahnya. Anak itu pun mengobatinya sampai anak merpati itu pulih. Setelah dia pulih anak itu mengajari anak merpati terbang sampai bisa. Setelah itu dia melepaskan anak merpati itu. Anak merpati itu menggesekkan ekornya ke tangan anak yang telah berjasa bagi hidupnya sebagai ucapan terimakasihnya untuk anak itu.
Setelah itu, anak merpati terbang ke hutan untuk mencari makan dan tanpa ia sadari ia menabrak seekor merpati tua. Lalu anak merpati itu meminta maaf karena tidak sengaja menabrak merpati tua. Merpati tua tersenyum dan menanyakan siapa namanya. “Siapa nama kamu ?” Tanya merpati tua. Ia menjawab : “nama saya Rio !”. 
Anak merpati itu sebenarnya tidak tahu kalau namanya itu Rio. Dia tahu karena diberitahukan oleh merpati betina, yaitu tetangga rumahnya yang baik hati dan begitu peduli akan dirinya. Merpati betina itu tahu nama anak merpati itu karena pernah mendengar ketika ibu anak merpati itu memanggil-manggil anaknya.
Merpati tua itu terkejut dan teringat waktu ia meninggalkan anaknya setelah melahirkannya. Nama yang ia berikan sama dengan nama anak merpati itu, yaitu Rio. Merpati tua itu berpikir kalau Rio itu pasti anaknya. “Dia pasti anakku yang sedang kucari-cari selama ini” bisik batin merpati tua. 
Merpati tua itu memberanikan diri untuk mengungkapkan bahwa Rio adalah anaknya. “Rio, kamu adalah anakku yang aku tinggalkan dulu, maafkan aku telah meninggalkan kamu nak ! ucap merpati tua disertai deraian air mata. Anak merpati yang bernama Rio itu tersentak kaget, bagaikan petir di siang bolong. Ia tak percaya kalau merpati tua yang di depannya itu adalah ibunya yang begitu tega meninggalkannya. Rio merasa sedih dan sakit hati akan tetapi dia tidak bisa marah sama sekali karena merpati tua itu adalahibunya, ibu yang telah melahirkannya. Akhirnya, Rio memaafkan ibunya seraya berkata : “jangan tinggalkan aku lagi ibu, aku begitu rindu belaian dan kasih sayangmu”. Merpati tua dan anaknya akhirnya berpelukan dan tersenyum bahagia. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Anak Merpati Belajar Terbang - 5de97004 0731 46d3 b7a2 38575dadc077 | Cerita | Potret Online

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Anak Merpati Belajar Terbang - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerita | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post

Keberhasilan dan Kegagalan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com