POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Anak Merpati Belajar Terbang

RedaksiOleh Redaksi
September 20, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Ilustrasi Greeners.co
Oleh : Juni Febrian
Siswi kelas VII-1 SMPN 7 Satap Bandar Baru
Lueng putu Pidie jaya
Pada suatu hari anak burung merpati sendirian di rumahnya. Rumahnya di atas pohon. Dia sudah ditinggal oleh ibunya semenjak dari kecil. Dia begitu takut melihat orang-orang yang lewat di jalan depan rumahnya, takut kalau orang itu akan menyakitinya.
Saat itu, anak merpati itu melihat burung-burung merpati mengepakkan sayapnya untuk  terbang. Keesokan  harinya, dia mengepakkan sayapnya untuk belajar terbang sehingga ia menabrak pohon. Dia mengepakkan sayapnya seperti burung-burung merpati yang dia lihat kemarin. Tetapi dia malah jatuh dan terluka. Dia berusaha untuk bangun dan mengepakkan sayapnya kembali, namun ia malah jatuh dan pingsan tak sadarkan diri. Dia ditolong oleh seorang anak yang lewat di depan pohon dekat rumahnya. Anak itu pun mengobatinya sampai anak merpati itu pulih. Setelah dia pulih anak itu mengajari anak merpati terbang sampai bisa. Setelah itu dia melepaskan anak merpati itu. Anak merpati itu menggesekkan ekornya ke tangan anak yang telah berjasa bagi hidupnya sebagai ucapan terimakasihnya untuk anak itu.
Setelah itu, anak merpati terbang ke hutan untuk mencari makan dan tanpa ia sadari ia menabrak seekor merpati tua. Lalu anak merpati itu meminta maaf karena tidak sengaja menabrak merpati tua. Merpati tua tersenyum dan menanyakan siapa namanya. “Siapa nama kamu ?” Tanya merpati tua. Ia menjawab : “nama saya Rio !”. 
Anak merpati itu sebenarnya tidak tahu kalau namanya itu Rio. Dia tahu karena diberitahukan oleh merpati betina, yaitu tetangga rumahnya yang baik hati dan begitu peduli akan dirinya. Merpati betina itu tahu nama anak merpati itu karena pernah mendengar ketika ibu anak merpati itu memanggil-manggil anaknya.
Merpati tua itu terkejut dan teringat waktu ia meninggalkan anaknya setelah melahirkannya. Nama yang ia berikan sama dengan nama anak merpati itu, yaitu Rio. Merpati tua itu berpikir kalau Rio itu pasti anaknya. “Dia pasti anakku yang sedang kucari-cari selama ini” bisik batin merpati tua. 
Merpati tua itu memberanikan diri untuk mengungkapkan bahwa Rio adalah anaknya. “Rio, kamu adalah anakku yang aku tinggalkan dulu, maafkan aku telah meninggalkan kamu nak ! ucap merpati tua disertai deraian air mata. Anak merpati yang bernama Rio itu tersentak kaget, bagaikan petir di siang bolong. Ia tak percaya kalau merpati tua yang di depannya itu adalah ibunya yang begitu tega meninggalkannya. Rio merasa sedih dan sakit hati akan tetapi dia tidak bisa marah sama sekali karena merpati tua itu adalahibunya, ibu yang telah melahirkannya. Akhirnya, Rio memaafkan ibunya seraya berkata : “jangan tinggalkan aku lagi ibu, aku begitu rindu belaian dan kasih sayangmu”. Merpati tua dan anaknya akhirnya berpelukan dan tersenyum bahagia. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Puisi-Puisi Cut Putri Dinata

HABA Si PATok

Orang Kecil selalu Dikorbankan

Guru

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Keberhasilan dan Kegagalan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00