• Latest

Indahnya Pemandangan Alam di Desaku

September 19, 2018
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Indahnya Pemandangan Alam di Desaku

Redaksiby Redaksi
September 19, 2018
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
ADVERTISEMENT
Oleh: Natasya Ulya
Siswi Kelas 8-2 SMPN 7 Satap Bandar Baru, Pidie Jaya
Matahari mulai memancarkan cahayanya di ufuk timur, kicauan burung-burungpun menghiasi indahnya pagi. Angin menyapa lembut kulitku ketika kubuka jendela kamarku. Aku menggunakan baju kaos lengan panjang dan dilengkapi celana olah raga sekolahku yang bertuliskan SMP Negeri 7 Satap Bandar Baru. Sekarang hari sudah mulai terang, sehingga aku terburu-buru mengambil sepedaku dan mengayuhnya menuju rumah temanku Mira. Aku dan Mira tinggal di desa Ara kemukiman Musa kecamatan Bandar Baru kabupaten Pidie Jaya. Jarak rumah Mira dengan rumahku tidak terlalu jauh, hanya 500 meter saja sudah sampai. Aku dan Mira sudah janjian kemarin waktu pulang sekolah bahwa hari Minggu pagi kami ingin jalan-jalan sambil menghirup udara segar dan menikmati indahnya pemandangan alam yang ada di desa kami.
Aku sudah sampai di rumahnya Mira dan ternyata dia juga sudah siap dengan baju olah raganya. Kami pun langsung mengayuh sepeda kami melewati jalan aspal yang di sampingnya ada sungai yang terhubung ke sungai Lueng Putu. Rumah-rumah penduduk berjajar rapi di pinggir jalan yang kami lalui dan yang paling menyejukkan mata ketika perjalanan kami tiba di sawah-sawah penduduk. waah ! sungguh begitu indah, apalagi ketika angin berhembus, daun padi seolah-olah ikut melambai-lambai tangannya ke arah kami.
Desaku memang tidak jauh dari jalan raya tetapi sangat dekat dengan sawah dan sungai. Aku sering menjadikan sawah itu sebagai objek mengarangku kalau ada tugas mengarang yang diberikan oleh guru Bahasa Indonesia di sekolahku. Selain menyejukkan mata, sawah bisa membuatku lebih leluasa dan berimajinasi dalam mencipta baik itu mengarang ataupun dalam membuat puisi. 
Aku dan Mira berjalan di pematang sawah yang di sampingnya ada parit kecil yang dialiri air. Parit itu digunakan untuk menaikkan air ke dalam petak sawah masing-masing petani. Lalu, kulihat ada seorang laki-laki yang berjalan di pematang sawah. Laki-laki itu memakai topi kerucut dan kemudian membungkuk sangat lama . Mungkin laki-laki itu sedang melihat keadaan padinya. Setelah puas menikmati kesegaran dan keindahan sawah yang ada di desa kami, aku dan Mira berangkat pulang dengan hati yang senang.

Hamparan sawah yang indah itu hanya bisa kita temui di desa. Bahkan kalau di kota, pemandangan seperti itu sudah tidak ada. Itulah gambaran singkat tentang 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Maret 8, 2026
Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Maret 7, 2026

Discussion about this post

Next Post

Bangga Menjadi Santri Di Penjara Suci

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com