POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Indahnya Pemandangan Alam di Desaku

RedaksiOleh Redaksi
September 19, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Natasya Ulya
Siswi Kelas 8-2 SMPN 7 Satap Bandar Baru, Pidie Jaya
Matahari mulai memancarkan cahayanya di ufuk timur, kicauan burung-burungpun menghiasi indahnya pagi. Angin menyapa lembut kulitku ketika kubuka jendela kamarku. Aku menggunakan baju kaos lengan panjang dan dilengkapi celana olah raga sekolahku yang bertuliskan SMP Negeri 7 Satap Bandar Baru. Sekarang hari sudah mulai terang, sehingga aku terburu-buru mengambil sepedaku dan mengayuhnya menuju rumah temanku Mira. Aku dan Mira tinggal di desa Ara kemukiman Musa kecamatan Bandar Baru kabupaten Pidie Jaya. Jarak rumah Mira dengan rumahku tidak terlalu jauh, hanya 500 meter saja sudah sampai. Aku dan Mira sudah janjian kemarin waktu pulang sekolah bahwa hari Minggu pagi kami ingin jalan-jalan sambil menghirup udara segar dan menikmati indahnya pemandangan alam yang ada di desa kami.
Aku sudah sampai di rumahnya Mira dan ternyata dia juga sudah siap dengan baju olah raganya. Kami pun langsung mengayuh sepeda kami melewati jalan aspal yang di sampingnya ada sungai yang terhubung ke sungai Lueng Putu. Rumah-rumah penduduk berjajar rapi di pinggir jalan yang kami lalui dan yang paling menyejukkan mata ketika perjalanan kami tiba di sawah-sawah penduduk. waah ! sungguh begitu indah, apalagi ketika angin berhembus, daun padi seolah-olah ikut melambai-lambai tangannya ke arah kami.
Desaku memang tidak jauh dari jalan raya tetapi sangat dekat dengan sawah dan sungai. Aku sering menjadikan sawah itu sebagai objek mengarangku kalau ada tugas mengarang yang diberikan oleh guru Bahasa Indonesia di sekolahku. Selain menyejukkan mata, sawah bisa membuatku lebih leluasa dan berimajinasi dalam mencipta baik itu mengarang ataupun dalam membuat puisi. 
Aku dan Mira berjalan di pematang sawah yang di sampingnya ada parit kecil yang dialiri air. Parit itu digunakan untuk menaikkan air ke dalam petak sawah masing-masing petani. Lalu, kulihat ada seorang laki-laki yang berjalan di pematang sawah. Laki-laki itu memakai topi kerucut dan kemudian membungkuk sangat lama . Mungkin laki-laki itu sedang melihat keadaan padinya. Setelah puas menikmati kesegaran dan keindahan sawah yang ada di desa kami, aku dan Mira berangkat pulang dengan hati yang senang.

Hamparan sawah yang indah itu hanya bisa kita temui di desa. Bahkan kalau di kota, pemandangan seperti itu sudah tidak ada. Itulah gambaran singkat tentang 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

BILL GATES VS ELON MUSK: DUA JALAN PERADABAN

Tidak Ada Ide

Ironi Tingkat Pelecehan Seksual Anak di Aceh

Persahabatan yang Indah

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Bangga Menjadi Santri Di Penjara Suci

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00