POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Edukasi

Guru Beruntung

Redaksi by Redaksi
November 5, 2021
in Edukasi, Guru, Pendidikan
0

 

Oleh Iklima

Baca Juga
  • Guru Beruntung - 9DFA871F 8AEE 4476 99AA 859C954DDE09 | Edukasi | Potret Online
    Edukasi
    Yayasan KAHFIS Aceh Gelar Acara ISLAMIC EDU FAIR
    08 Des 2022
  • 02
    Aceh
    Guru Inovatif dari Daerah 3T Raih Juara Apresiasi GTK Tahun 2023
    16 Nov 2023

Guru SMA Negeri 1 Banda Aceh

 

Baca Juga
  • Guru Beruntung - 5C6C1155 4DAC 45C1 89EC 0CCEE5B5505D | Edukasi | Potret Online
    Artikel
    Aku Menulis, Aku Ada
    29 Okt 2022
  • Guru Beruntung - IMG_6402 | Edukasi | Potret Online
    Artikel
    Muhasabah Diri: Mencermati Lima Kebiasaan untuk Naik Kelas sebagai Hamba
    25 Sep 2023

Penyampaian sesuatu informasi yang baik adalah kewajiban setiap manusia. Dalam sebuah hadis dikatakan; “ (sampaikanlah olehmu dariku walau satu ayat). Namun demikian, kalau hanya melihat pemaknaan hadis ini, maka hanya sekadar menyampaikan/mengajar, dimana pemaknaan ini adalah pemaknaan dari guru secara umum.   Sedangkan pemaknaan guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru akan tampak dalam pemaknaan hadis yang menggambarkan seseorang akan disiksa di hari kiamat dengan terburai isi perutnya, karena dia menyuruh orang lain untuk berbuat makruf, tetapi dia tidak melaksanakannya dan melarang orang lain untuk melakukan kemungkaran.sementara dia melakukannya. 

Baca Juga
  • Guru Beruntung - 4a54a06f b895 4553 b076 d988d2a07533 | Edukasi | Potret Online
    Pendidikan
    Mengenal Ajang Talenta Siswa SMK
    22 Jan 2025
  • 02
    Artikel
    Sepeda Transportasi Ramah Lingkungan
    20 Feb 2023

Dalam paragraf tersebut tampak bahwa dengan menjadi seorang guru, secara tidak langsung kita telah menjalani 2 kewajiban. Pertama adalah menyampaikan kemakrufan, ke dua, kewajiban untuk melaksanakan apa yang telah kita sampaikan. Kedua kewajiban tersebut adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap individu, maka menjadi seorang guru memang harus dilakoni oleh setiap orang.

Oleh karenanya, maka menjadi seorang guru (menyampaikan dan melaksanakan) adalah kewajiban. Namun terkadang kesempatan untuk menyampaikan/ mengajar terhadap orang lain tidak selalu ada untuk setiap orang, sehingga pilihan menjadi guru akan mengakomodir dua kewajiban di atas.

Untuk menjadi guru yang baik, maka dia juga harus menjalani proses pemukhtahiran ilmu, sehingga apa yang disampaikan tidak akan terlihat basi, kadaluarsa, dan tidak bermanfaat. Hal ini sebenarnya telah diprediksi oleh Rasulullah agar setiap muslim berkewajiban untuk menuntut ilmu, bahkan kewajiban itu harus sudah dimulai dari lahir hingga waktu kelahirannya berakhir yang tidak dibatasi oleh waktu dan tempat, selama ilmu yang akan dikaji bukanlah ilmu yang tidak bermanfaat. 

Dari uraian tersebut termaknai bahwa untuk menjadi guru ada tiga kewajiban yang harus dijalani. Kewajiban yang dijalani mungkin terasa berat, membosankan, dan melelahkan, tetapi bila menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan (sesungguhnya memang sebuah kebutuhan), maka akan mengasyikkan, menyenangkan, dan menimbulkan kebahagiaan. Karena kebahagiaan akan terasa bila yang kita berikan akan bermanfaat pada orang yang kita berikan.

Sebagai sosok yang akan memberikan pencerahan kepada peserta didik diawali dengan memiliki kepribadian yang baik. Memiliki etos kerja; jujur, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, inovatif, amanah dan memilikiketerampilan. Kepribadian yang baik ini harus diawali dengan menyadari keberadaannya sebagai makhluk sang Khalik yang kemudian akan berimbas terhadap sesama makhluk. Bila kepribadian ini sudah baik, maka dalam pembelajaran selanjutnya akan tampak kebermaknaan dari sebuah pentransferan ilmu.

Salah satu tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian dan karakter peserta didik yang lebih baik. Guru sebagai salah satu unsur dalam sebuah pendidikan sangat berperan dalam menentukan kepribadian peserta didik. Guru secara umum dipahami adalah sosok yang memberikan/mengajarkan ilmu kepada subyek didik, di samping itu guru juga dipahami sebagai sosok yang digugu dan ditiru.

Dari paparan tersebut, maka untuk menjadi seorang guru adalah keniscayaan. Pilihan untuk menjadi guru secara formal adalah kesempatan yang terbuka sangat lebar untuk melaksanakan ketiga kewajiban di atas.

Previous Post

MUHKI ACEH Kunjungi Lokasi Banjir Bandang di Tangse, Pidie

Next Post

Ranah (Pendidikan) Kebudayaan di Kemdikbud

Next Post

Ranah (Pendidikan) Kebudayaan di Kemdikbud

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah