• Latest

Guru Beruntung

November 5, 2021
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Guru Beruntung - 1001348646_11zon | Edukasi | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Guru Beruntung - 1001353319_11zon | Edukasi | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Guru Beruntung - 1001361361_11zon | Edukasi | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Guru Beruntung

Redaksi by Redaksi
November 5, 2021
in Edukasi, Guru, Pendidikan
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Oleh Iklima

Baca Juga
  • Muhasabah Diri: Mencermati Lima Kebiasaan untuk Naik Kelas sebagai Hamba
  • JANGAN BERI IKAN, BERILAH KAIL

Guru SMA Negeri 1 Banda Aceh

 

Baca Juga
  • SEKOLAH FAVORITKU
  • Nurmiaty Ajak Orangtua Luangkan Waktu Lebih Banyak dengan Anak

Penyampaian sesuatu informasi yang baik adalah kewajiban setiap manusia. Dalam sebuah hadis dikatakan; “ (sampaikanlah olehmu dariku walau satu ayat). Namun demikian, kalau hanya melihat pemaknaan hadis ini, maka hanya sekadar menyampaikan/mengajar, dimana pemaknaan ini adalah pemaknaan dari guru secara umum.   Sedangkan pemaknaan guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru akan tampak dalam pemaknaan hadis yang menggambarkan seseorang akan disiksa di hari kiamat dengan terburai isi perutnya, karena dia menyuruh orang lain untuk berbuat makruf, tetapi dia tidak melaksanakannya dan melarang orang lain untuk melakukan kemungkaran.sementara dia melakukannya. 

Baca Juga
  • Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe Bedah Buku Kearifan Lokal
  • Pentingnya Etika Berpendidikan dalam Kehidupan Sehari-hariha

Dalam paragraf tersebut tampak bahwa dengan menjadi seorang guru, secara tidak langsung kita telah menjalani 2 kewajiban. Pertama adalah menyampaikan kemakrufan, ke dua, kewajiban untuk melaksanakan apa yang telah kita sampaikan. Kedua kewajiban tersebut adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap individu, maka menjadi seorang guru memang harus dilakoni oleh setiap orang.

Oleh karenanya, maka menjadi seorang guru (menyampaikan dan melaksanakan) adalah kewajiban. Namun terkadang kesempatan untuk menyampaikan/ mengajar terhadap orang lain tidak selalu ada untuk setiap orang, sehingga pilihan menjadi guru akan mengakomodir dua kewajiban di atas.

Untuk menjadi guru yang baik, maka dia juga harus menjalani proses pemukhtahiran ilmu, sehingga apa yang disampaikan tidak akan terlihat basi, kadaluarsa, dan tidak bermanfaat. Hal ini sebenarnya telah diprediksi oleh Rasulullah agar setiap muslim berkewajiban untuk menuntut ilmu, bahkan kewajiban itu harus sudah dimulai dari lahir hingga waktu kelahirannya berakhir yang tidak dibatasi oleh waktu dan tempat, selama ilmu yang akan dikaji bukanlah ilmu yang tidak bermanfaat. 

Dari uraian tersebut termaknai bahwa untuk menjadi guru ada tiga kewajiban yang harus dijalani. Kewajiban yang dijalani mungkin terasa berat, membosankan, dan melelahkan, tetapi bila menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan (sesungguhnya memang sebuah kebutuhan), maka akan mengasyikkan, menyenangkan, dan menimbulkan kebahagiaan. Karena kebahagiaan akan terasa bila yang kita berikan akan bermanfaat pada orang yang kita berikan.

Sebagai sosok yang akan memberikan pencerahan kepada peserta didik diawali dengan memiliki kepribadian yang baik. Memiliki etos kerja; jujur, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, inovatif, amanah dan memilikiketerampilan. Kepribadian yang baik ini harus diawali dengan menyadari keberadaannya sebagai makhluk sang Khalik yang kemudian akan berimbas terhadap sesama makhluk. Bila kepribadian ini sudah baik, maka dalam pembelajaran selanjutnya akan tampak kebermaknaan dari sebuah pentransferan ilmu.

Salah satu tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian dan karakter peserta didik yang lebih baik. Guru sebagai salah satu unsur dalam sebuah pendidikan sangat berperan dalam menentukan kepribadian peserta didik. Guru secara umum dipahami adalah sosok yang memberikan/mengajarkan ilmu kepada subyek didik, di samping itu guru juga dipahami sebagai sosok yang digugu dan ditiru.

Dari paparan tersebut, maka untuk menjadi seorang guru adalah keniscayaan. Pilihan untuk menjadi guru secara formal adalah kesempatan yang terbuka sangat lebar untuk melaksanakan ketiga kewajiban di atas.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Ranah (Pendidikan) Kebudayaan di Kemdikbud

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com