Baca Juga

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

Baca Juga

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bangga Menjadi Santri Di Penjara Suci

Redaksi by Redaksi
September 20, 2018
in Edukasi, Mondok, Pesantren, Pidie Jaya, Santri
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Ilustrasi : Tribunenews.com

          Oleh:Rama Triana
                            Siswi kelas VIII SMP Swasta Darussa’adah Putri, Pidie Jaya
Pengalaman menjadi seorang santri memiliki kesan  tersendiri yang tidak akan pernah terlupakan. Hiruk pikuk perjalanan menjadi santri memberikan warna berbeda, karena banyak ragam pengalaman cerita yang tidak akan pernah saya dapatkan  ketika mengenyam pendidikan di luar pesantren.
Hari pertama ke dua, hingga sebulan  hidup di pesantren, saya merasakan layaknya hidup di penjara karena kebebasan yang pernah  saya rasakan  di luar tidak saya rasakan  di kehidupan pesantren. Maka tidak heran jika sebagian orang menempelkan kalimat’’penjara suci’’ untuk sebutan lembaga pendidikan yang didesain berkamar-kamar hampir mirip sel tahanan ini. Lebih-lebih bagi  santri baru seperti saya yang sebelumnya belum pernah jauh dari orang tua.
Seiring berjalannya waktu, hampir dua tahun di penjara suci, saya mulai merasakan dan menikmati hidup di pesantren. Pengalaman serta kesan apapun yang saya alami  di pesantren memberi pelajaran berarti. Suka duka menjadi santri yang bersarung, berhijab ke mana-mana,  hanya bisa dialami di lingkungan pesantren.
Selama  masuk ke pesantren, saya tidak lagi bisa bermain-main sebebas waktu di rumah dulu. Semua aktifitas  mesti dibatasi  dengan jadwal-jadwal yang telah ditetapkan oleh pengurus pesantren. Jika dulu setiap hari saya bisa menghabiskan  waktu berjam-jam di depan televisi, saat di pondok jangankan nonton  televise, mendengar radio saja sudah merupakan pelanggaran yang tidak termaafkan. Kemudian, yang paling membuatku tidak nyaman ketika saya terbangun di tengah malam dan harus terjaga sendiri sedangkan teman yang lain terlelap tidur,rasanya  semua memori selama di rumah  mendadak berputar kembali.  Kehangatan bersama orang-orang yang saya cintai di rumah, terlihat jelas dalam ingatan. Jika sudah begitu butiran-butiran air mata mengalir menjadi anak sungai dan tanpa sengaja  membasahi buntalan sarung yang menjadi bantal tidur.
Berbicara tentang kebersamaan di pesantren  antara santri yang satu  dengan yang lainnya  sangat kuat, seakan-akan sudah menjadi keluarga yang selalu bersama. Saya ingat ketika   salah satu orang tua santri yang datang berkunjung membawa  makanan untuk anaknya, dari makanan itulah kebersamaan santri terlihat jelas, walaupun makaman yang dibawa tidak terlalu banyak, tetapi  rasa berbagi  sudah tertanam dalam diri setiap santri.
Menjadi seoarang santri  banyak hal yang harus di pertimbangkan di antaranya mesti benar-benar di pertimbangkan  adalah kesiapan tiga H; Heart,Head,Hand.Yakni kesiapan hati untuk ikhlas menerima ilmu yang disampaikan tampa pamrih, kesiapan kepala(otak) untuk berfikir dab mengkaji ilmu tersebut,dan kesiapan tangan untuk selalu mengamalkan ilmu  yang didapatkan kira-kira begitulah pesan-pesan yang di sampaikan  ustad kepada kami yang sampai saat ini masih saya ingat.pesan itulah yang mengantarkan ku untuk bertahan menghadapi hari-hari sulit saat pertama kali mondok hingga sekarang.
Banyak orang tua yang tidak tega melepaskan anaknya  untuk mondok di usia dini, karena  saat ini kebanyakan orang tua kalaupun punya niat untuk memondokkan anaknya, pasti menunggu setelah anaknya  menyelesaikan sekolah tingkat pertama. Padahal bisa dibilang  sangat jarang anak-anak yang mau memilih mondok setelah lulus SMP. Maka, dari ini saya bisa menangkap mengapa orang tua saya memondokkan ku setelah lulus SD.
Saya sendiri sempat berfikir,bagaimana jadinya kalau dulu saya tidak langsung mondok setelah lulus sekolah dasar. Bisa jadi saya tidak bakal mau dan memberontak karena sudah sangat nyaman menikmati asyiknya pergaulan remaja  dengan segala kenakalannya seperti sekarang.
 Sekarang saya bangga menjadi santri, karena dengan menjadi santri saya sedikit tahu tentang ilmu agama. Saya bangga menjadi santri karena dengan menjadi santri, saya bisa merasakan kebersamaan dan kemandirian yang tidak bisa saya dapatkan di luar penjara suci. Saya bangga menjadi santri  karena saat menjadi santri saya dididik untuk menjadi insan yang islami. Saya bangga menjadi santri, karena dari santri saya tahu bahwasanya ilmu dunia dan  akhirat harus seimbang agar tidak salah dalam melangkah. 
Terima kasih  kepada orang tua saya yang telah memasukkan saya ke pesantren untuk mengeyam ilmu di penjara suci. Sekarang saya sadar bahwasanya mondok itu penting, walaupun mengekang diri.
  Ayo mondok,jadi santri itu keren. Ukirlah cerita manis mu di penjara suci

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 103x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Sandaran yang Patah

Mengajarkan Anak Berpuasa

Maret 1, 2026
Banjir Biasa yang Luar Biasa

Banjir Biasa yang Luar Biasa

Desember 16, 2025

AIU and Its Mission to Serve Humanity

Desember 14, 2025
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Dinas Pendidikan Aceh

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post

Anak Merpati Belajar Terbang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com