POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Lawan Polusi dengan Tidak Menggunakan Plastik Sekali Pakai

RedaksiOleh Redaksi
June 4, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

 
 
Oleh: Iqbal Perdana
Staf di CCDE
Uni Eropa akan menerbitkan regulasi yang melarang penggunaan produk plastik sekali pakai di kawasannya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi polusi plastik di lautan yang menjadi sorotan utama di media massa selama beberapa bulan belakangan.

Meskipun baru sebatas rencana, hal ini tetap menjadi terobosan besar bagi gerakan anti-polusi lingkungan di seluruh dunia.

Menurut laporan dari Plasticoceans.org, setiap tahunnya kita menghasilkan hingga 300 juta ton plastik. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 juta ton plastik ‘disumbangkan’ oleh negara-negara di Uni Eropa, dengan tingkat daur ulang yang kurang dari 30 persen.

Sekitar 10 juta ton plastik diperkirakan dibuang ke lautan setiap tahunnya, membahayakan keseimbangan ekosistem dan kehidupan biota di dalamnya.

“Sampah plastik merupakan isu besar yang tidak bisa ditolak, dan Eropa harus bergerak bersama untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Frans Timmermans, Wakil Presiden dari European Comission.

Dalam proposal peraturan terbaru, European Commission berencana untuk melarang peredaran beberapa produk plastik sekali pakai. Belum ada daftar yang jelas mengenai produk-produk yang akan dilarang.

Namun situs resmi Uni Eropa sudah menyebut beberapa barang seperti cotton bud plastik, alat makan plastik, piring plastik, sedotan plastik, pengaduk minuman, serta tongkat untuk balon mainan.

📚 Artikel Terkait

Menggapai Ramadhan yang Berkualitas dan Produktif

Senja Terakhir Kesultanan

Potret Ketangguhan Perempuan Desa dalam Membangun Ekonomi Lokal

Senerai Puisi Jonson Effendi

Uniknya, botol minum sekali pakai dipastikan tidak masuk dalam daftar barang yang akan dilarang, meskipun disebut-sebut sebagai sampah plastik paling umum di lautan.

Selain melarang peredaran produk tersebut, proposal ini juga memastikan produk pengganti lebih ramah lingkungan untuk barang-barang yang dilarang beredar. Selain itu, produsen dari produk makanan yang menggunakan pembungkus plastik, juga diwajibkan menanggung biaya manajemen sampah, serta kampanye kesadaran bahaya sampah ke masyarakat.

Di sisi lain, EU akan memberi insentif bagi perusahaan untuk mengembangkan alternatif bahan yang lebih mudah didaur-ulang untuk produk-produk tersebut.

Meskipun tergolong ekstrem, Timmermans memastikan bahwa peraturan ini tidak akan menyulitkan masyarakat. Ia memastikan bahwa sebelum proses pelarangan hanya diberlakukan jika sudah tersedia produk pengganti yang lebih ramah lingkungan, dengan harga terjangkau.

Masyarakat pun bisa tetap melaksanakan kegiatan harian seperti sedia kala, tanpa adanya gangguan yang berarti.

“Anda tidak akan melihat cotton bud plastik sekali pakai di rak supermarket, namun (Tetap bisa menemukan) cotton bud dari material yang lebih ramah lingkungan,” ujar Timmermans. “Anda masih bisa melakukan piknik, meminum koktail (Dengan sedotan) dan membersihkan telinga seperti sebelumnya.”

Seperti peraturan perlindungan lingkungan lainnya, proposal ini mengundang respon negatif. Khususnya dari produsen plastik yang usahanya akan terdampak secara langsung.

Dilansir dari CNN.com, gabungan perusahaan yang tergabung di Plastics Europe berargumen bahwa meskipun proposal ini didukung oleh ‘objektivitas tinggi’, mereka berpikir bahwa pelarangan ini ‘bukanlah solusi’ dan ‘produk alternatif bisa jadi tidak sebersih yang dikira’.

Tentu saja, hasil akhir dari proposal ini hanya bisa dilihat setelah dibahas dan disetujui oleh negara-negara anggota Uni Eropa. Namun, keberadaan proposal ini tetap memberi harapan bagi masa depan perlindungan lingkungan di seluruh dunia. Khususnya untuk mengurangi sampah plastik yang sulit untuk didaur ulang.

Harapannya, proposal ini dapat memberi contoh bagi negara lain untuk mengikuti jejak komitmen Uni Eropa untuk memastikan dunia yang bebas polusi di masa depan. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Ketahui Kiat Menentukan Jurusan Kuliah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00