POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mentari Terakhir Untuk Purnama

RedaksiOleh Redaksi
April 3, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

By Lina Zulaini
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah
            Aku seorang pendosa, ini kata-kata yang tepat untukku. Jangankan ibadah, aku bahkan membenci orang-orang beribadah. Sok alim. Sok suci. Itu cercaku pada orang-orang yang menasehatiku. Aku seorang gadis yang suka bergonta-ganti kekasih, suka memakai jeans meski siap diomelin oleh ibu, kelayapan hampir setiap malam, kurasa itu pengaruh aku tinggal di kota.
            Namun itu semua telah menjadi kisah lamaku. Semenjak aku mengenal dan dekat dengan seorang bidadari bernama Purnama Ratnasari. Ia seorang yang awalnya aku benci karena sering berkomentar tentang penampilanku yang tak sesuai sikap seorang muslimah.
“Perempuan itu lebih cantik ketika berhijab”. 
Kata ajaib itu membuatku terhipnotis hingga aku memutuskan berhijrah.
            Masa kelam, kubiarkan ia tenggelam. Kini aku sedang mengukir sejarah baru bersama orang-orang yang kusayang, satu di antaranya Purnama, sahabat dunia akhiratku. Aku mengenalnya ketika kami masuk kuliah. Semakin lama aku mengamatinya, semakin kagum aku terhadap sudut pandangnya pada alam semesta ini.
“Aku suka menunggu matahari terbit”.
Ya, menanti sang fajar adalah satu hal favorit yang dia lihat hampir setiap pagi. Ia berkata memandang matahari terbit membuatnya tambah bersyukur karena ia masih bisa bernapas, dan ia tak sabar menunggu hari esok.
“insya Allah besok pagi aku pulang ke kampung, kamu baik-baik di sini ya. Still istiqamah cantik”.
Dia hampir selalu membuatku bahagia dengan pujian-pujiannya. Namun, pesan singkat itu adalah komunikasi terakhir kami yang hampir dua bulan. Berulang kali aku mencoba menghubunginya tapi tak pernah tersambung. Mungkin koneksi jaringan di kampungnya sangat buruk, aku mencoba menghibur hati pilu ini.
“Aku sedang menunggu terbit fajar nih, kata kakakku mentari di sini lebih indah”.
            Usai shalat subuh aku membaca pesan singkat Purnama. Aku tersenyum. Rasanya aneh tiba-tiba dia mengirimku pesan soal matahari terbit tanpa kabar apapun hampir dua bulan lebih. Purnama, kamu memang penuh misteri.
            Aku menekan tombol memanggil pada telepon genggamku. Tidak ada jawaban dari seberang, kurasa Purnama masih menikmati mentarinya.
            Menjelang pukul 07.15 WIB, aku telah siap untuk berangkat ke workshop yang kudaftar minggu lalu. Namun sanubari ini masih memikirkan Purnama. Kucoba menghubunginya lagi, lama aku menunggu hingga,…
“Assalamualaikum Dek Rahma,…”
Rasanya ada biji rambutan yang tersekat di kerongkonganku. Tubuhku tiba-tiba terjatuh dan hanphoneku terlepas dari genggaman. Purnama, mengapa kamu begitu cepat pergi? Bukankah kamu berjanji akan menanti mentari terindahmu bersamaku?
            Kabar kepergian Purnama kudapat dari kakaknya. Purnama mengidap kanker otak stadium akhir dan mustahil untuk disembuhkan. Impossible,selama dua tahun kami berteman ia baik-baik saja, batinku tak percaya.
            Purnama, maaf tak bisa menyaksikan mentari terakhirmu bersamaku. Kini, setiap hari aku duduk di jendela dan menunggu terbitnya fajar. Kamu benar Purnama, mentari itu sangat cantik. Secantik dirimu.   

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Unimal Serius Membangun Mutu PPG Sebagai Pilar Kualitas Pendidikan

Life Begins at 50

Ekonomi Digital dan Kesenjangan Sosial: Mampukah Transformasi Teknologi Mewujudkan Kesejahteraan Merata?

 Menelusuri Jejak Ulama Nusantara Rentang Waktu 1800-1850 M. 

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Rumah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00