🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Auliana Rizky
Mahasiswa FKIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Letting 2017
Pagi itu ruang memang tampak sangat cerah
Kursi dan meja tersusun rapi diduduki oleh mahasiswa
Embun pagi membuat semuanya menjadi sejuk
Tapi suasana hati tak serupa, hati pun membungkam.
Resah gelisah pun datang menghampiri
Jendela terbuka dan pandangan di luar tampak jelas
Hati tak lagi sejuk seperti dulu, dunia mulai bertanya
Apa yang sudah terjadi dan dia tak bergelitik sedikitpun?
Dari pojok kejauhan sangat terlihat
Seorang mahasiswa terdiam duduk sendiri
Termenung, matanya bermain di luar jendela
Dia meraih sebuah pena dan selembar kertas.
Dia mulai mencoba merenungi, lalu menulis
Tak ada sapaan lagi untuknya, bahkan melihatnya
Lidahnya sulit berkata , tubuhnya bergetar
Ketenangan olehnya sendiri.
Apa yang dia lakukan di selembar kertas itu?
Semua itu semakin membingungkan, ternyata
Dia tak bisa bercakap, dia bisu, hanya pena yang menemani
Perempuan itu sedang menulis maksud hatinya.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📚 Artikel Terkait
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.




