🔊
Dengarkan Artikel
Oleg Biola Pustaka
Kau kukenal serupa senyum terompet
yang mampu menyeret
gendang telingaku untuk lari dari sunyi
hangatkan malamku yang pernah mati
Kau seperti canda tawa bocah-bocah berlarian
membawa kembang api di tangan kanan
dan menggenggam waktu di tangan kiri
begitu erat hingga malam terhenti
biar lonceng perpisahan tak terdengar pagi
Luruh tetesan gerimis
menampung hujan di bejana
Ternyata, waktu yang melukis kenangan itu
melebihi kesunyian yang begitu agung
memeluk malam-malamku di sini
Sejenak, sepasang mata kita
tertuju pada satu arah yang sama
melihat percikan kembang api di angkasa
menjelma butiran peri yang terbang
membentuk garis gugusan senyumanmu
Ingin aku terbentang dan berputar
seperti bianglala itu
mengulang kembali masa lalu
yang pernah merengkut air matamu
Ingin aku selalu bernyanyi untukmu
mengisi keheningan di hatimu
meski aku tiada pernah sampai
menyentuh palung yang tak pernah usai
meski sebelum lagu berakhir
tak terucap pada nafasku yang terakhir
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📚 Artikel Terkait
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






