🔊
Dengarkan Artikel
Oleg Biola Pustaka
Kau kukenal serupa senyum terompet
yang mampu menyeret
gendang telingaku untuk lari dari sunyi
hangatkan malamku yang pernah mati
Kau seperti canda tawa bocah-bocah berlarian
membawa kembang api di tangan kanan
dan menggenggam waktu di tangan kiri
begitu erat hingga malam terhenti
biar lonceng perpisahan tak terdengar pagi
Luruh tetesan gerimis
menampung hujan di bejana
Ternyata, waktu yang melukis kenangan itu
melebihi kesunyian yang begitu agung
memeluk malam-malamku di sini
Sejenak, sepasang mata kita
tertuju pada satu arah yang sama
melihat percikan kembang api di angkasa
menjelma butiran peri yang terbang
membentuk garis gugusan senyumanmu
Ingin aku terbentang dan berputar
seperti bianglala itu
mengulang kembali masa lalu
yang pernah merengkut air matamu
Ingin aku selalu bernyanyi untukmu
mengisi keheningan di hatimu
meski aku tiada pernah sampai
menyentuh palung yang tak pernah usai
meski sebelum lagu berakhir
tak terucap pada nafasku yang terakhir
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📚 Artikel Terkait
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






