🔊
Dengarkan Artikel
Puisi- Puisi Reti Sufarni
Mahasiswi jurusan Sosiologi Agama, Fakultas Usuluddin, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
“ TSUNAMI ”
(26 Desember 2004)
Karya: Reti Sufarni
Tsunami…
Di saat derai tangis pilu menerpa
Di kala jeritan masih terdengar di telinga
Betapa dahsyatnya Tsunami melanda
Tak ada penghujung waktu
Hanya kisah sedih yang menjadi pilu
Meluluhlantakkan tanah rencong tanpa sisa
Memberi luka mendalam bagi setiap yang bernyawa
26 Desember 2004
Dimana hari banyak merenggut jiwa
yang tak ingin terjadi menjadi terjadi
sesuatu yang tak ingin hilang menjadi hilang
Kini hilang tanpa arah
Tak ada lagi yang tersisa
hanya doa dan air mata
Mengingat Tsunami yang melanda menerjang tanpa sisa
26 Desember 2004 yang tak terlupakan oleh setiap insan manusia…
“ Sang Pecinta ”
Karya : Reti Sufarni
Di kala senja datang
tak ada kata pasti untuk mengukir belasan rasa
tertuang dalam ungkapan yang terus menerjang
di embusan sang pencinta
Tak hentiku berharap cinta
mendengar alunan di atas rasa
bergetar dengan kelembutan jiwa
di antara suara hati yang mendesah
Ku pandang langit dengan sempurna
untuk mengharap cinta di kala senja
di setiap alunan doa
untukmu sang Pecinta
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📚 Artikel Terkait
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





