POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

5 Cara Melindungi Anak dari Predator Seksual

RedaksiOleh Redaksi
June 11, 2017
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Fathma Wati

Guru SD Swasta Kota Medan

Betapa banyak saat ini berita yang beredar tentang kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak. Kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak merupakan bentuk penyiksaan yang dilakukan orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak sebagai alat rangsangan seksual. Bentuk pelecehan seksual terhadap anak yaitu termasuk memaksa atau menekan anak untuk melakukan aktivitas seksual, menampilkan pornografi kepada anak, melakuakan hubungan seksual terhadap anak-anak, melihat alat kelamin anak dan sebagainya.

Kita sebagai orang tua harus ekstra waspada terhadap predator pemangsa masa depan anak-anak kita, sebab hal ini tidak hanya berdampak cedera fisik untuk anak tetapi juga dapat menyebabkan depresi, gangguan stres pascatrauma, kegelisahan dan kecenderungan untuk menjadi korban lebih lanjut pada masa dewasa.

Pelaku kekerasan seksual yang kita sebut sebagai predator seksual anak ini biasanya orang-orang yang tidak jauh dari lingkungan kita. Dan baru-baru ini predator ini ternyata tidak hanya ada di lingkungan kita, mereka juga eksis di dunia maya lewat media sosial. Di media soaial mereka bertukar foto seksual anak. Namun, bukan berarti kita cenderung mencurigai orang-orang di sekitar kita, hanya mesti waspada.

Tentunya sebagai orang tua akan merasa khawatir apabila hal tersebut terjadi dengan putra ataupun putri kesayangannya. Jangan sampai masa depan buah hati kita hancur seketika akibat ulah predator seksual. Para orang tua bisa lakukan lima langkah ini untuk melindungi si buah hati dari predator seksual anak :

1. Beri Pengetahuan Anak Batasan Kedekatan dengan Lawan Jenis

Sejak dini anak sudah di kenalkan pengetahuan dasar tentang pergaulan antar lawan jenis. Katakan kepada anak Anda bahwa bersentuhan kulit dengan lawan jenis itu tidak boleh. Jangan memperlihatkan apalagi mengiizinkan bagian-bagian tertentu dari tubuh untuk di pegang, seperti kemaluan, bokong/anus, dada dan bibir. Jika anak bertanya mengapa tidak boleh, Anda bisa menjelaskan bahwa bagian-bagian tersebut merupakan bagian-bagian pribadi yang orang lain tidak boleh sembarang lihat dan pegang. Hanya orang tua yang boleh melihat itupun saat ada kepentingan seperti memandikan atau dokter saat sedang memberi pengobatan. Pengetahuan ini bisa diberikan kepada anak sejak usia dua tahun, dimana anak sudah mulai bisa mengerti apa yang kita sampaikan.

📚 Artikel Terkait

DPRA: Inovasi Samsat Warung Kopi Jadi Contoh!

PENCOBLOSAN YANG MENGOYAK MERAH PUTIHKU

Pendidikan Tak Butuh Manutan, Tapi Terobosan

KETIKA KONSEP PENDIDIKAN TERAPLIKASI APIK DARI VISI MISI NEGARA

2. Ajarkan Anak mengenai Anatomi Tubuhnya

Pengenalan anggota tubuh bisa dilakukan sedini mungkin. Termasuk bagian-bagian yang vital dan penamaannya sesuai istilah anatomi. Dengan mengajarkan nama-nama bagian anggota tubuh secara tepat, anak bisa menyampaikan secara akurat saat menceritakan apa yang terjadi kepada mereka saat terjadi pelecehan. Misalnya, “Ibu, orang itu menyentuh vaginaku dengan penisnya.” Dibandingkan, “Ibu orang itu menunjukkan burungnya.”

3. Ajarkan Anak Tegas Menolak Ajakan dan Pemberian Hadiah dari Orang Lain

Katakan kepada anak Anda bahwa dia tidak boleh menerima begitu saja ajakan orang lain dan dia harus lapor kepada orang tua lebih dulu, sekalipun di iming-imingi hadiah. Jika orang itu memaksa, suruh anak Anda berlari dan berteriak.

4. Awasi dan Batasi Anak dalam Penggunaan Media Sosial

Zaman sudah semakin canggih, media sosial bukan hanya memudahkan kita dalam interaksi jarak jauh untuk menjalin pertemanan, jual beli dan hal positif lainnya. Kejahatan pun semakin mudah dilakukan dengan adanya media sosial. Orang tua harus waspada jika anaknya sudah di biarkan menggunakan media sosial. Media sosial selayaknya tidak digunakan oleh anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk usia remaja pun harus dengan pemantauan yang cukup ketat. Kejahatan seksual sudah mulai beredar di Media Sosial. Mereka akan menampakkan situs-situs porno yang tidak selayaknya di konsumsi anak-anak. Selain itu kadang predator ini tidak segan-segan mengajak anak untuk bertemu, biasanya ini dilakukan kepada anak yang sedang beranjak dewasa atau sedang mengalami masa-masa pubertas.

5. Membangun Kedekatan Dengan Anak

Sesibuk apapun orang tua harus bisa meluangkan waktunya untuk mendampingi anak. Anak membutuhkan perhatian khusus dari orang tuanya. Bangunlah kedekatan anak terhadap Anda sebagai orang tua, agar anak merasa nyaman curhat ataupun menceritakan kesehariannya selama di luar rumah. Tanyalah apa saja yang dilakukan anak selama seharian diluar rumah, “Bagaimana belajar di sekolah tadi, nak? Menyenangkan atau tidak?” atau dengan memberikan pertanyaan lanjutan saat anak selesai bercerita, “Ada lagi yang ingin kamu ceritakan, nak?”

kata Jill Starishevsky, ibu dari dua anak dan berprofesi sebagai jaksa dalam kasus pelecehan anak dan kejahatan seks di New York City, AS. Jika pendidikan dan komunikasi terbuka dilakukan sejak dini, bisa menjadi ‘benteng’ pelindung untuk mereka.

Selalu ingatkan kepada anak bahwa dia bisa menceritakan masalah apapun kepada orang tuanya. Biarkan anak berkata jujur, hargai kejujuran anak dengan tidak memberikan hukuman atas kejujurannya. 

 
Note: Setiap naskah lomba yang dimuat pada portal www.potretonline.com sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Setiap artikel lomba tidak melalui proses editing.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

FENOMENA KEJAHATAN SEKSUAL ANAK DI INDONESIA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00