
Hashim Yaacob Ibuku si penoreh getah , buta hurufnya se dari lahir , buta angka se dari kecil . Tapi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Ali Surakhman TS (bagi Abah Zab Bransah yang baik hati) Di perjalanan panjang yang tak terpetakan terusung kalbu...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tgk.Bukhari Ingin kutulis sepatah kata Untuk semua guruku tercinta Sekalipun kata itu tidaklah seberapa Dibanding jasamu yang tiada...
Baca SelengkapnyaDetailsLamborsi Barangkali tak ada yang tahu Apa itu lamborsi Tetapi aku ini kali Mengena kata lembaran Lamborsi hitam api Layaknya...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Hamdani Mulya Belum kering air mata berderai mengenang tsunami Mata air bah datang menghanyutkan negeri Menumpahkan secangkir air mata...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nurdin F.JoesTeteskan sedikit saja airmata kitaMasih banyak saudara kita, pedih menderitaAda yang belum makan pagiSementara kita sudah selesai mencuci...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh HalimahIbu....Engkau wanita sederhanaTak berpendidikan Bukan pula wanita pekerjaWalau hanya tamatan sekolah rakyat sajaTapi perjuanganmu sungguh luar biasaIbu...Seluruh hidupmu Engkau abdikan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Faiza Warahmah(Ustazah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya)Mengayun kembali sejarah duluMengingat luka lama saat lautan itu mengamukMenerkam bak srigalaMenyantap...
Baca SelengkapnyaDetailsNurdin F.Joes:** Tuhanku kekasihEngkau tak pernah membencikecuali mengujisejauh mana kami bersabarsejauh mana kami merela Dengan gempa bumi26 Desember 2004 itudengan skala 8,9...
Baca SelengkapnyaDetailsSri Ramona Hus(Ustazah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya)Ibu Ratu yang tak bermahkotaNamun bertelapak kaki syurgaItulah gelar yang tersemat pada dirimu.IbuSetiap...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com